email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 10 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

OPINI: Belajar dari Isra Mikraj (Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

by Redaksi Javasatu
15 Januari 2026
Ilustrasi

OPINI

Belajar dari Isra Mikraj

(Spirit Kepemimpinan Amanah di Tengah Krisis Kepercayaan)

Oleh: Dr. H. Susilo Surahman, S.Ag., M.Pd., MCE – Dosen UIN Sunan Kalijaga Yogyakarta

Di tengah derasnya arus informasi serta dinamika sosial-politik yang kian kompleks, bangsa Indonesia menghadapi satu persoalan mendasar, yakni krisis kepercayaan. Kepercayaan publik terhadap para pemimpin dan institusi negara kerap diuji oleh berbagai peristiwa yang mempertanyakan integritas, konsistensi, serta keteladanan moral. Dalam konteks inilah peringatan Isra Mikraj Nabi Muhammad SAW pada 16 Januari 2026 menemukan relevansi sosialnya, bukan semata sebagai peristiwa spiritual, tetapi juga sebagai momentum refleksi kepemimpinan.

Isra Mikraj merupakan peristiwa luar biasa yang menuntut keimanan dan kepercayaan penuh umat kepada Rasulullah SAW. Kisah perjalanan malam dari Masjidil Haram ke Masjidil Aqsha hingga Sidratul Muntaha tidak hanya menguji kepercayaan umat pada masa itu, tetapi juga menegaskan kualitas pribadi Nabi Muhammad SAW sebagai pembawa amanah. Dalam peristiwa Mi’raj tersebut, Nabi menerima perintah salat, sebuah amanah agung yang menjadi fondasi pembentukan karakter umat Islam hingga hari ini.

Konsep amanah menempati posisi sentral dalam ajaran Islam. Al-Qur’an dengan tegas memerintahkan agar amanah disampaikan kepada yang berhak dan keadilan ditegakkan (QS. An-Nisa: 58). Amanah bukan sekadar kejujuran administratif, melainkan kesanggupan moral untuk memikul tanggung jawab dengan penuh kesadaran spiritual. Nabi Muhammad SAW dikenal sebagai al-Amīn, sosok yang terpercaya bahkan sebelum beliau diangkat sebagai rasul. Inilah teladan kepemimpinan yang berakar pada integritas, bukan pada pencitraan.

Salat sebagai buah utama dari peristiwa Isra Mikraj sejatinya memiliki dimensi sosial yang kuat. Al-Qur’an menyatakan bahwa salat mencegah perbuatan keji dan mungkar (QS. Al-‘Ankabut: 45). Hal ini menegaskan bahwa ibadah tidak berhenti pada ritual personal, tetapi membentuk kesadaran etis dalam kehidupan publik. Seorang pemimpin yang menjaga salat secara substansial semestinya tercermin dalam sikap adil, rendah hati, serta konsisten antara ucapan dan tindakan.

Namun, dalam realitas Indonesia hari ini, jarak antara nilai ideal dan praktik kepemimpinan masih terasa lebar. Rendahnya kepercayaan publik menunjukkan bahwa banyak jabatan dipersepsikan sebagai kekuasaan, bukan sebagai amanah. Ketika keteladanan memudar, masyarakat menjadi semakin skeptis, dan ruang publik pun dipenuhi kecurigaan serta polarisasi. Dalam situasi semacam ini, pesan Isra Mikraj hadir sebagai pengingat bahwa kepemimpinan sejati selalu berpijak pada nilai-nilai transenden.

BacaJuga :

OPINI: Nisfu Sya’ban dan Isu “Blackout”, Cahaya Doa di Tengah Gelapnya Kepanikan Publik

OPINI: Hari Lahir NU, Etika Kepemimpinan di Tengah Sorotan Kasus Hogi Minaya

Sebagai bangsa yang religius, Indonesia sejatinya memiliki modal spiritual yang kuat. Namun, modal tersebut hanya akan bermakna apabila nilai-nilai agama diterjemahkan ke dalam etika kepemimpinan yang nyata. Di sinilah peran kaum intelektual dan akademisi menjadi sangat penting. Kampus tidak hanya bertugas mencetak lulusan yang cerdas secara intelektual, tetapi juga membentuk karakter yang amanah, kritis, dan berorientasi pada kemaslahatan publik.

Isra Mikraj mengajarkan bahwa perjalanan spiritual harus bermuara pada tanggung jawab sosial. Kenaikan derajat seseorang, termasuk seorang pemimpin, tidak diukur dari seberapa tinggi jabatan yang diraih, melainkan dari seberapa besar amanah yang mampu ditunaikan. Bangsa ini tidak kekurangan orang pintar, tetapi sangat membutuhkan pemimpin yang layak dipercaya.

Pada akhirnya, peringatan Isra Mikraj hendaknya menjadi cermin bagi kita semua, terutama para pemegang amanah publik. Krisis kepercayaan tidak dapat diselesaikan dengan retorika semata, melainkan dengan keteladanan nyata. Dari Isra Mikraj, kita belajar bahwa kepemimpinan yang amanah lahir dari kesadaran spiritual yang kokoh dan komitmen moral yang konsisten. Dari sanalah harapan pemulihan kepercayaan publik dapat tumbuh kembali. (*)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Isra MikrajOpini
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Amukan Api Hanguskan 15 Ribu Ayam di Jalibar Batu, Kerugian Rp 1 Miliar

Harga Bapokting di Pasar Kepanjen Malang Masih Stabil, Cabai Rawit Sempat Naik

FKAUB, MPD dan INTI Buktikan Toleransi di Malang saat Harlah Seabad NU

Bupati Yani Sambut Kepulangan Tiga Anak PMI Asal Gresik

Nenek 95 Tahun di Ampelgading Malang Tewas, Polisi Bongkar Fakta Perampokan

Babinsa di Gresik Turun Tangan Percepat Pembangunan Koperasi Merah Putih

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

Dua Orang Tersengat Listrik di Apotek Gondanglegi, Polres Malang Selidiki

Pasar Panganan Giri Biyen, Nostalgia Kuliner Sunan Giri

Prev Next

POPULER HARI INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Curi Logam Mulia Rp168 Juta, Dua Pemuda Batu Diringkus Polisi

Amukan Api Hanguskan 15 Ribu Ayam di Jalibar Batu, Kerugian Rp 1 Miliar

BERITA LAINNYA

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Pengukuhan MUI 2025-2030, Prabowo: Ulama-Umara Bersatu Berantas Korupsi

Speedboat Karya Warga Binaan Lapas Sukamiskin Tampil di Indonesia Motor Show 2026

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

Ketua IPSI Zia’ul Haq Resmi Daftar Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d