JAVASATU.COM- Presiden RI Prabowo Subianto menghadiri peringatan Hari Buruh Internasional (May Day) 2026 di Lapangan Silang Monumen Nasional (Monas), Jakarta Pusat, Jumat (1/5/2026). Dalam pidatonya, Prabowo menegaskan komitmen pemerintah memperkuat perlindungan buruh melalui sejumlah kebijakan strategis, mulai dari pembentukan Satgas PHK hingga pembangunan perumahan pekerja.

Presiden Prabowo menyebut pemerintah telah menerbitkan Keputusan Presiden Nomor 10 Tahun 2026 tentang pembentukan Satuan Tugas Mitigasi Pemutusan Hubungan Kerja (PHK) dan Kesejahteraan Buruh. Satgas ini dibentuk untuk melindungi pekerja dari ancaman PHK di tengah ketidakpastian ekonomi global.
“Kita akan membela kepentingan buruh yang diancam PHK. Negara akan hadir dan melindungi, jangan khawatir,” tegas Prabowo di hadapan ribuan buruh, dalam transkrip pidato Presiden Prabowo di laman website resmi Presiden RI.
Selain itu, pemerintah juga menargetkan pembangunan satu juta rumah untuk buruh yang akan dibangun di dekat kawasan industri. Program ini dilengkapi fasilitas pendidikan, kesehatan, hingga transportasi untuk mempermudah akses pekerja.
“Kita akan bangun rumah yang terjangkau dekat tempat kerja. Harus ada sekolah, fasilitas olahraga, daycare, rumah sakit, dan transportasi,” ujarnya.
Dalam kesempatan itu, Prabowo juga menyoroti kesejahteraan pekerja sektor informal, termasuk pengemudi ojek online (ojol). Ia menegaskan potongan dari aplikator tidak boleh melebihi 10 persen dari pendapatan pengemudi.
“Tidak boleh di atas 10 persen. Yang kerja keras pengemudi, harus mereka yang mendapat hasil lebih besar,” katanya.
Pemerintah juga telah menandatangani Peraturan Presiden Nomor 27 Tahun 2026 tentang Perlindungan Pekerja Transportasi Online, yang mengatur jaminan sosial seperti BPJS Kesehatan dan asuransi kecelakaan kerja bagi pengemudi.
Di sektor ketenagakerjaan lainnya, Prabowo menyampaikan bahwa pemerintah telah mengesahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga (PPRT), yang disebut sebagai tonggak sejarah setelah diperjuangkan selama lebih dari dua dekade.
“Untuk pertama kalinya dalam sejarah, kita sahkan Undang-Undang Perlindungan Pekerja Rumah Tangga,” ujarnya.
Tak hanya itu, pemerintah juga meratifikasi Konvensi ILO Nomor 188 melalui Peraturan Presiden Nomor 25 Tahun 2026 guna meningkatkan perlindungan awak kapal perikanan. Program pembangunan kampung nelayan juga digencarkan dengan target ribuan lokasi dalam beberapa tahun ke depan.
“Kita akan perbaiki kehidupan nelayan, bangun kampung nelayan, dan sediakan fasilitas pendukung seperti pabrik es dan kapal,” kata Prabowo.
Dalam pidatonya, Prabowo juga menegaskan komitmennya untuk terus berpihak pada rakyat kecil, termasuk buruh, petani, dan nelayan. Ia mengaku mandat yang diterimanya sebagai presiden berasal dari dukungan kelompok tersebut.
“Saya akan berjuang untuk kepentingan rakyat Indonesia, terutama mereka yang hidupnya masih sulit,” tegasnya.
Menutup pidato, Prabowo mengajak seluruh elemen bangsa menjaga persatuan dan terus memperjuangkan kesejahteraan pekerja di Indonesia.
“Hidup buruh! Hidup rakyat!” pungkasnya. (saf)