JAVASATU.COM- Di saat sebagian remaja memilih meluapkan emosi di jalanan, pendekar Nahdlatul Ulama (NU) yang tergabung dalam Pagar Nusa Anak Cabang (Ancab) Dukun Kabupaten GResik justru turun ke arena resmi. Mereka menggelar pencak dor lesehan dalam rangka Harlah ke-40 Pagar Nusa dan Harlah ke-103 NU di halaman MWCNU Dukun, Jalan Raya Mojopetung, Jumat (30/1/2026).

Puluhan anggota berseragam hitam memenuhi lokasi. Mereka mengikuti pertandingan pencak dor secara bergiliran, masing-masing berdurasi lima menit. Adu teknik dan strategi pertahanan menjadi fokus utama, dengan pengawasan ketat dari wasit untuk memastikan pertandingan berjalan tertib dan terkontrol.
Ketua Pagar Nusa Kecamatan Dukun, Nur Hasan S.Pd, menegaskan bahwa kegiatan ini bukan sekadar perayaan seremonial, melainkan ajang pembinaan mental dan teknik bagi para pendekar muda.
“Kegiatan Harlah ini menjadi momentum memperkuat kekompakan sekaligus meningkatkan kualitas atlet. Harapannya, Pagar Nusa bisa terus berkembang dan berprestasi di ajang IPSI maupun MMA,” ujar Nur Hasan.
Menurutnya, tradisi adu teknik di arena resmi menjadi sarana penyaluran energi sekaligus penguatan karakter. Ia menekankan pentingnya pengendalian emosi dalam setiap pertandingan.
“Kalau pendekar bertemu ya adu teknik, bukan emosi. Pengendalian diri itu bagian dari latihan,” tegasnya.
Kegiatan ini diikuti alumni, anggota aktif, hingga santri baru Pagar Nusa Ancab Dukun. Selain menguji kemampuan, ajang tersebut juga menjadi ruang silaturahmi antarpendekar.
“Peringatan Harlah ke-40 ini menjadi bukti bahwa Pagar Nusa sebagai organisasi pencak silat berbasis keagamaan terus membangun solidaritas, menjaga tradisi, sekaligus menyiapkan atlet-atlet muda untuk tampil di panggung yang lebih luas,” ujarnya.
Usai pertandingan, para peserta mengikuti ramah tamah dan makan bancaan bersama dalam suasana guyub dan penuh kebersamaan. (hoo/nuh)