JAVASATU.COM- Presiden RI Prabowo Subianto menggelar rapat kerja bersama seluruh anggota Kabinet Merah Putih, pejabat eselon I kementerian/lembaga, hingga direktur utama BUMN di Istana Merdeka, Jakarta Pusat, Rabu (8/4/2026). Dalam rapat tersebut, Prabowo menyoroti kondisi global yang penuh ketidakpastian serta menegaskan kesiapan Indonesia menghadapi krisis pangan, energi, dan air.

Rapat digelar sebagai evaluasi satu setengah tahun pemerintahan sejak Oktober 2024, sekaligus menyatukan arah kebijakan nasional di tengah dinamika global.
“Alhamdulillah, satu setengah tahun ini kita telah membuktikan bahwa pemerintah kita efektif, andal, dan mampu menjalankan tugas bernegara dengan baik,” ujar Presiden Prabowo, dalam Channel YouTube Sekretariat Presiden.
Presiden Prabowo menegaskan, Indonesia berada dalam posisi relatif aman meski dunia tengah dilanda konflik dan krisis energi. Pemerintah, kata dia, telah menyiapkan langkah strategis untuk menjaga stabilitas nasional, termasuk dalam pengendalian konsumsi bahan bakar.
“Untuk BBM bersubsidi, kita akan pertahankan bagi 80 persen rakyat. Tapi yang mampu harus bayar sesuai harga pasar,” tegasnya.
Selain itu, Presiden Prabowo menilai krisis global justru menjadi peluang bagi Indonesia untuk mempercepat kemandirian energi dan memperkuat ekonomi nasional.
“Krisis ini adalah peluang. Kita harus bekerja lebih efisien, tidak boleh boros, dan tidak boleh ada korupsi,” katanya.
Dalam arahannya, Presiden Prabowo juga menyinggung pentingnya persatuan dan sinergi antar kementerian serta lembaga. Ia meminta seluruh jajaran pemerintah meninggalkan ego sektoral demi kepentingan nasional.
“Tidak boleh ada pemikiran sektoral. Kita harus satu bahasa, satu rencana kerja untuk kepentingan bangsa,” ujarnya.
Presiden Prabowo juga mengungkapkan sejumlah kebijakan strategis, di antaranya rencana penurunan biaya haji 2026 sekitar Rp2 juta serta pembangunan kampung haji Indonesia di Arab Saudi. Selain itu, pemerintah akan mengevaluasi ratusan izin usaha pertambangan (IUP) yang dinilai bermasalah.
“Kalau tidak jelas, cabut semua IUP. Kita tidak ada waktu untuk kompromi, yang kita bela adalah kepentingan rakyat,” tegasnya.
Di sisi lain, Presiden Prabowo mengingatkan ancaman disinformasi di era digital yang dinilai dapat mengganggu stabilitas nasional. Ia meminta seluruh pihak tetap waspada terhadap penyebaran hoaks dan manipulasi informasi berbasis teknologi.
“Dengan teknologi sekarang, satu orang bisa seolah-olah jadi ribuan suara. Ini yang harus kita waspadai,” ujarnya.
Menutup arahannya, Presiden Prabowo menegaskan optimisme terhadap masa depan Indonesia. Ia menilai potensi besar sumber daya alam dan posisi strategis Indonesia menjadi modal kuat menghadapi tantangan global.
“Tidak ada Indonesia gelap. Indonesia cerah. Kita harus percaya pada kekuatan kita sendiri,” pungkasnya. (saf)