email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 23 April 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut

by Redaksi Javasatu
9 April 2026

JAVASATU.COM- Sejumlah pelaku budaya Kota Malang menyuarakan penolakan terhadap kebijakan pakaian khas daerah yang ditetapkan melalui Surat Keputusan (SK) Wali Kota. Penolakan itu disampaikan dalam audiensi bersama Komisi D DPRD Kota Malang, Kamis (9/4/2026).

Pelaku Budaya Malang Tolak Baju Khas Daerah, Desak SK Wali Kota Dicabut. (Credit: Javasatu.com)

Mereka menilai kebijakan tersebut tidak melalui proses partisipasi publik yang memadai serta dinilai mencederai nilai budaya lokal yang egaliter.

“Kami hadir bukan untuk menghambat program pemerintah, tetapi memastikan identitas Malang lahir dari proses kebudayaan yang jujur, bukan keputusan sepihak,” ujar Kolik Nuriadi dari Sekolah Budaya Tunggulwulung.

Dalam audiensi tersebut, para pelaku budaya menyoroti lemahnya transparansi dan minimnya pelibatan komunitas akar rumput dalam perumusan desain pakaian khas daerah. Mereka menyebut proses yang dilakukan pemerintah hanya melibatkan segelintir pihak melalui forum terbatas.

“Kami tidak dilibatkan secara luas. Padahal banyak komunitas budaya yang selama ini konsisten merawat tradisi, tapi justru diabaikan,” tegas Ki Demang Polowijen, Pelaku Budaya Kota Malang.

Selain itu, kritik juga diarahkan pada filosofi desain yang dinilai menciptakan sekat sosial. Pembedaan atribut berdasarkan strata dinilai bertentangan dengan karakter masyarakat Malang yang menjunjung tinggi kesetaraan atau semangat Aremanisme.

“Pakaian seharusnya menjadi simbol pemersatu, bukan justru menciptakan jarak antara pemerintah dan masyarakat,” kata Mbah Priyo Sunanto Sidhi, pelaku budaya Kota Malang.

Pelaku budaya juga menilai terdapat kegagalan komunikasi publik dalam sosialisasi kebijakan tersebut. Mereka meminta pemerintah membuka ruang dialog yang lebih luas melalui forum resmi seperti kongres kebudayaan atau seminar terbuka.

BacaJuga :

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kalapas Malang Christo Toar Tancap Gas Benahi SDM, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

“Kalau komunikasi sejak awal terbuka, polemik seperti ini tidak akan terjadi,” ujar Mbah Karjo Pusposariro, selaku Pelaku Budaya.

Tak hanya itu, kritik juga menyasar substansi desain yang dinilai lebih mengarah pada gaya kolonial dan tidak merepresentasikan identitas lokal Malang secara autentik.

“Desainnya tidak mencerminkan karakter budaya Malang yang sesungguhnya. Ini harus dikaji ulang,” kata Patih Maheso Arema, Pelaku Budaya.

Sebagai solusi, pelaku budaya mengusulkan konsep alternatif seperti “Panca Warna” yang merepresentasikan lima kecamatan di Kota Malang, sebagai simbol keberagaman dan pemerataan identitas budaya.

Di akhir audiensi, mereka secara tegas menyampaikan tuntutan utama agar SK Wali Kota tentang pakaian khas daerah dicabut dan proses penetapan identitas budaya dilakukan melalui konsensus bersama.

“Kami menuntut pencabutan SK tersebut dan meminta penentuan identitas daerah dilakukan secara kolektif dengan melibatkan seluruh pemangku kepentingan,” pungkas mereka. (saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: budayaKebudayaanKota MalangPelaku Budaya

Comments 3

  1. KrisTiVi Channel says:
    2 minggu ago

    BIKIN BAJU KHAS MALANG AJA SAMPAI NELAN ANGGARAN 20 MILYAR LEBIH,JELAS SUDAH PENGHUNI BALAI KOTA MALANG BAGI BAGI DUIT KORUPSI DARI PENGADAAN SERAGAM KHAS MALANG

    Balas
  2. Jamaluddin says:
    2 minggu ago

    Sangat mengecewakan,, padahal malang atau disebut malangkucecwaratempat berdirinya Kerajaan tertua di Indonesia, kebudayaan malang sudah maju sejak jaman ken Arok,,, sikal bakal melahirkan Kerajaan besar diseantero nusantara saya warga pribumi arema asli sangat malu karena pakaiannya kok mirip pakaian kolonial
    Hasil jiblakan pakaian belanda,,

    Balas
  3. Jamaluddin says:
    2 minggu ago

    Sangat mengecewakan,, padahal malang atau disebut malangkucecwaratempat berdirinya Kerajaan tertua di Indonesia, kebudayaan malang sudah maju sejak jaman ken Arok,,, sikal bakal melahirkan Kerajaan besar diseantero nusantara saya warga pribumi arema asli sangat malu karena pakaiannya kok mirip pakaian kolonial
    Hasil jiblakan pakaian belanda,,

    Balas

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kalapas Malang Christo Toar Tancap Gas Benahi SDM, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

MUI, BAZNAS dan Rutan Gresik Perkuat Pesantren At-Taubah untuk Warga Binaan

Haji Sulaiman Sayap Mas Rutin Berbagi, dari Sedekah Subuh hingga Bedah Rumah

Bocil Dukun Gresik Dikenalkan Sosok Kartini Lewat Lomba Mewarnai

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Pemkab Gresik Siapkan Obat dan Kursi Roda untuk Jemaah Haji Lansia

Seluruh SPPG di Kota Malang Disidak, Hanya 1 Berizin Lengkap

Pemohon SIM Perempuan di Gresik Dapat Mawar dan Helm di Hari Kartini

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Enggak Usah ke Singapura, Cukup ke RS Saiful Anwar Saja

Maling Emas Ngantang Dibekuk, Polisi Sita 16 Keping dan Uang Tunai

Seluruh SPPG di Kota Malang Disidak, Hanya 1 Berizin Lengkap

Kalapas Malang Christo Toar Tancap Gas Benahi SDM, Perangi Narkoba dan HP Ilegal

BERITA LAINNYA

ASN Yahukimo Tewas Ditembak OPM di Dekai, TNI-Polri Buru Pelaku

Kasum TNI Diapresiasi Pemerintah Selandia Baru atas Pembebasan Pilot KKB

Perwira TNI Jadi Lulusan Terbaik SLC 2026 di Brunei Darussalam

Atlet Muda Taekwondo Indonesia Kalahkan Eropa di Uzbekistan

Analis Apresiasi Gercep Kapolda Banten Tanam Ribuan Pohon Dukung Asta Cita

Wabup Gresik Pimpin IKA Universitas Hang Tuah Surabaya, Perkuat Jejaring Alumni

Perayaan Hari Keris 2026 Trenggalek Meriah, 500 Rampag Barong Pukau Warga

NasDem Kota Malang Ikuti Bimtek Jatim, Perkuat Soliditas dan Kinerja Kader

Hari Jadi ke-27, Lanud Sjamsudin Noor Perkuat Sinergi Dukung Banjarbaru Emas

Polri Bongkar 23 Ton Bawang Ilegal di Pontianak, Analis Apresiasi Satgas Penyelundupan

Prev Next

POPULER MINGGU INI

DPRD Kabupaten Gresik Awasi Ketat Pembangunan Proyek Jalan

Tiga Desa di Kecamatan Manyar Jadi Pilot Project Desa Cantik Gresik 2026

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Keris Presiden Prabowo Dipamerkan di Bakorwil Malang

Kementerian Kebudayaan RI Dorong Digitalisasi Keris untuk Generasi Muda

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d