JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten Gresik memperkuat sektor peternakan dengan mendorong terciptanya ekosistem usaha yang terintegrasi, melalui pelatihan “Balai Ternak Gresik Krawu Enak” bagi para peternak kambing. Kegiatan ini berlangsung di Lentera Farm, Desa Sidoraharjo, Gresik, Kamis (9/4/2026).

Wakil Bupati Gresik, Asluchul Alif, menekankan bahwa pendekatan pemerintah kini bukan sekadar memberi bantuan, melainkan membangun sistem usaha dari hulu hingga hilir, agar peternak menjadi wirausahawan mandiri.
“Kita tidak ingin hanya memberi ‘ikan’. Kami siapkan sistem dari pelatihan, produksi, hingga pemasaran. Harus ada blueprint yang jelas, dari A sampai Z,” ujar Wabup Alif.
Ia menambahkan, peluang usaha di sektor peternakan sangat besar, terutama di tengah pesatnya industrialisasi Gresik yang mengurangi peluang kerja berbasis tenaga manusia. Menurutnya, kunci keberhasilan adalah menjaga kualitas dan konsistensi pasokan ternak.
“Pasar itu ada. Yang dibutuhkan adalah komitmen menjaga kualitas dan kuantitas. Kalau diminta satu kuintal, harus terpenuhi. Ini yang perlu dilatih,” lanjut Wabup Alif.
Program ini juga mendorong lahirnya usaha kolektif berbasis komunitas. Peternak kecil dapat bersinergi untuk membangun kekuatan produksi tanpa modal besar secara individu.
“Kalau satu orang punya dua kambing, lalu satu lingkungan melakukan hal sama, terbentuk kekuatan produksi. Kuncinya ada pada jejaring dan pola pikir wirausaha,” imbuh Wabup Alif.
Kepala Dinas Pertanian Kabupaten Gresik, Eko Anindhito, menambahkan bahwa pelatihan ini membekali peternak tidak hanya secara teknis, tapi juga praktik usaha, manajemen kesehatan ternak, efisiensi pakan, pengelolaan limbah, hingga peluang magang. Kolaborasi dengan BAZNAS dan mitra swasta mendukung penyediaan ternak sebagai modal awal usaha.
“Kami ingin peserta setelah pelatihan langsung action, berlanjut ke praktik, magang, hingga benar-benar menjadi wirausaha peternakan,” tegas Eko.
Program Krawu Enak diharapkan menjadi stimulan bagi terciptanya ekosistem peternakan terintegrasi di Gresik, mencetak peternak milenial yang produktif dan berkelanjutan. (bas/nuh)