JAVASATU.COM- Pelatihan dan Uji Kompetensi Juru Masak Program Makan Bergizi Gratis (MBG) Batch 3 kembali digelar di Hotel Patria Plaza, Kota Blitar, pada 18–19 April 2026. Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM) dapur guna mendukung standar keamanan pangan dan gizi nasional.

“Program MBG merupakan program besar pemerintah yang menargetkan jutaan penerima manfaat, sehingga pengolahan makanan harus dilakukan tenaga yang kompeten dan bersertifikat,” ujar Ketua KJS Blitar, Alex M, Minggu (19/4/2026).
Pelatihan ini diselenggarakan oleh KJS Organizer/Koperasi Kelud Jaya Sentosa bekerja sama dengan LSP Pariwisata Wijaya Indonesia di bawah lisensi Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP). Kegiatan menyasar para penjamah makanan di dapur SPPG (Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi) maupun calon pengelola dapur baru.
“Melalui pelatihan ini, peserta dibekali pemahaman standar profesi juru masak, keamanan pangan, hingga tata kelola dapur sesuai regulasi MBG,” lanjutnya.
Sertifikasi profesi ini menjadi bukti formal kompetensi juru masak sesuai Standar Kompetensi Kerja Nasional Indonesia (SKKNI) di bidang tata boga. Keberadaan tenaga bersertifikat dinilai penting untuk meningkatkan kepercayaan publik sekaligus menjamin operasional dapur berjalan profesional.
“Dengan tenaga bersertifikat, dapur SPPG tidak hanya lebih terpercaya, tetapi juga memenuhi standar nasional MBG,” tambah dia.
Pada hari pertama, peserta mendapatkan materi keamanan pangan yang mencakup prinsip hygiene dan sanitasi, penanganan serta penyimpanan makanan untuk mencegah kontaminasi.
“Keamanan pangan adalah upaya menjaga makanan dari cemaran biologis, kimia, maupun fisika, dengan lima kunci utama seperti menjaga kebersihan, memisahkan bahan mentah dan matang, hingga memastikan suhu penyimpanan aman,” jelas pemateri dari AKN Putra Sang Fajar, Tyas.
Memasuki hari kedua, peserta menjalani uji kompetensi langsung melalui praktik memasak hidangan Indonesia di hadapan asesor BNSP. Ujian ini menjadi bagian dari sertifikasi skema pengolahan masakan Indonesia.
“Peserta diuji langsung melalui praktik memasak untuk memastikan kompetensi mereka sesuai standar nasional,” kata asesor BNSP, Chef Joko.
Pelatihan akan dilanjutkan pada batch berikutnya dalam waktu mendatang guna memperluas jangkauan peningkatan SDM di sektor penyediaan makanan bergizi. (ich/arf)