JAVASATU.COM- Puluhan bus yang mengangkut Aremania diberangkatkan ke Bandung untuk mendukung Arema FC menghadapi Persib Bandung dalam lanjutan Liga 1 2025/2026, Jumat (24/4/2026). Total lebih dari 40 armada bus dan kendaraan pribadi bergerak bertahap sejak Kamis (23/4/2026) malam dari berbagai titik di Malang Raya.

Keberangkatan suporter ini tak sekadar untuk mendukung tim di lapangan. Aremania menegaskan membawa misi damai dan silaturahmi di tengah rivalitas panas kedua tim. Rombongan terbesar diberangkatkan dari markas Curvasud Arema yang dipadati suporter sejak sore hari.
Capo Curvasud Arema, Ayah Supri, mengatakan koordinasi dengan suporter Persib Bandung telah dilakukan guna memastikan perjalanan berjalan aman dan kondusif.
“Yang paling penting itu silaturahmi. Kita datang sebagai saudara. Soal keamanan, kita jaga bersama. Sebelum masuk stadion, semua rombongan wajib di-sweeping. Tidak boleh ada yang bawa miras,” ujar Ayah Supri, Kamis (23/6/2026).
Menariknya, dalam rombongan tersebut juga terlihat sejumlah Aremania yang membawa anggota keluarga, termasuk anak-anak. Hal ini menunjukkan keberangkatan ke Bandung tak hanya soal sepak bola, tetapi juga membawa pesan edukasi tentang persaudaraan antar suporter.
Sesepuh Curvasud, Sam Ari “Ambon” Susanto, menegaskan pentingnya menjaga hubungan baik antar suporter. Ia mengingatkan pengalaman saat Bobotoh datang ke Malang yang disambut dengan baik oleh Aremania.
“Ya ini adalah silaturahmi, kata itu sudah mewakili keberangkatan kita. Kita dibalas baik di Malang, kita juga harus berbuat baik di Bandung. Sepak bola itu 90 menit, tapi persaudaraan selamanya,” kata Sam Ari.
Pesan serupa disampaikan sesepuh Aremania, Pak Eko, yang mengingatkan seluruh suporter menjaga sikap selama berada di Bandung.
“Untuk nawak Aremania, jaga kehormatan Arema. Kita sebagai tamu harus menjunjung tinggi nilai-nilai kesopanan di Bandung. Tunjukkan bahwa kita suporter dewasa. Salam Satu Jiwa! Arema,” tegasnya.
Sementara itu, Ndan Nawi menekankan pentingnya etika sebagai tamu. Ia menyebut, sikap suporter di luar lapangan akan lebih diingat dibanding hasil pertandingan.
“Kita berangkat bawa nama Arema, bawa nama Malang. Utamanya adalah kesopanan. Kalah menang itu urusan kedua. Yang pertama, jangan sampai mencoreng nama baik kita sendiri,” ujarnya.
Rombongan Aremania diperkirakan tiba di Bandung pada Jumat pagi hingga siang. Selain menyaksikan pertandingan, sejumlah agenda silaturahmi dengan komunitas Bobotoh juga telah disiapkan sebelum laga dimulai.
Pertandingan Persib Bandung melawan Arema FC diprediksi berlangsung sengit. Namun, pesan damai yang dibawa Aremania diharapkan mampu meredam tensi rivalitas dan menciptakan suasana pertandingan yang aman dan kondusif. (saf)