JAVASATU.COM- Program Magang Nasional yang dijalankan Kementerian Ketenagakerjaan mencatat capaian signifikan. Sebanyak lebih dari 14 ribu peserta telah mengikuti batch pertama program tersebut dan kini memasuki tahap evaluasi serta sertifikasi kompetensi.
Hal itu dilaporkan Menteri Ketenagakerjaan (Menaker) Yassierli kepada Presiden RI Prabowo Subianto dalam pertemuan di Istana Merdeka, Jakarta, Senin (27/4/2026). Pertemuan tersebut membahas perkembangan program strategis ketenagakerjaan, khususnya peningkatan kompetensi tenaga kerja nasional melalui pelatihan vokasi dan magang.

Menaker Yassierli menjelaskan bahwa seluruh peserta magang batch pertama telah menyelesaikan program dan saat ini tengah dipersiapkan untuk mengikuti sertifikasi profesi melalui Badan Nasional Sertifikasi Profesi (BNSP).
“Pertama kan Magang Nasional itu sudah selesai batch satu sebanyak 14 ribu sekian orang. Tadi saya laporkan, termasuk hasil evaluasi,” ujar Yassierli, dalam keterangan pers, dikutip dari channel YouTube Sekretariat Presiden.
Ia menambahkan, sertifikasi tersebut diberikan secara gratis melalui balai pelatihan Kementerian Ketenagakerjaan sebagai bagian dari peningkatan kompetensi peserta.
“Jadi peserta magang batch satu sekarang sedang menyiapkan diri untuk melakukan sertifikasi untuk mendapatkan sertifikat BNSP (Badan Nasional Sertifikasi Profesi). Itu saya sampaikan, alhamdulillah respons beliau baik,” katanya.
Selain evaluasi batch pertama, pemerintah juga mulai membahas rencana pengembangan kuota program Magang Nasional pada periode berikutnya. Hasil evaluasi akan ditindaklanjuti bersama kementerian terkait.
“Nanti akan tentu di-follow up dengan kementerian teknis yang lainnya, Kementerian Keuangan, Menko Perekonomian, dan seterusnya,” jelasnya.
Menurut Yassierli, program magang ini menjadi salah satu instrumen penting dalam meningkatkan daya saing tenaga kerja Indonesia, terutama bagi lulusan baru.
Pemerintah juga menyiapkan integrasi program dengan pelatihan vokasi nasional yang menyasar lulusan perguruan tinggi, SMA, dan SMK dengan total 10.500 peserta pada batch pertama.
“Jadi kita punya program untuk lulusan perguruan tinggi dan kita juga punya program untuk lulusan SMA dan SMK. Jumlahnya 10.500 orang, tadi saya juga laporkan,” ujarnya.
Yassierli menegaskan, pelatihan vokasi dan magang nasional akan menjadi prioritas pemerintah pada 2026 sebagai upaya memperkuat kualitas sumber daya manusia dan memperluas kesempatan kerja.
“Kita sudah punya sekian skema dan seterusnya, dan alhamdulillah beliau dukung. Dan ini akan menjadi salah satu program prioritas kita di tahun 2026 ini,” tandasnya.
Pemerintah menilai program ini sebagai bagian dari strategi besar dalam meningkatkan kompetensi tenaga kerja sekaligus mempercepat penciptaan lapangan kerja yang lebih berkualitas di Indonesia. (saf)