Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Analisis Pakar Politik UM Terkait Keterlibatan Rusia dan Tiongkok di Konflik AS-Iran

Julian Sukrisna by Julian Sukrisna
22 Mei 2026

JAVASATU.COM- Fase gencatan senjata antara Amerika Serikat dan Iran dianggap belum menjadi jaminan bahwa konflik kedua negara telah berakhir. Situasi ini justru memperlihatkan perebutan pengaruh geopolitik dunia yang masih terus berlangsung dan berpotensi memicu krisis baru di tatanan global.

Analisis Pakar Politik UM Terkait Keterlibatan Rusia dan Tiongkok di Konflik AS-Iran

Dosen Program Studi S1 Ilmu Komunikasi Universitas Negeri Malang (UM), Dr. Akhirul Aminulloh, menilai pertarungan tersebut tidak sekadar berkaitan dengan kekuatan militer. Isu yang bertumpu di sana menyangkut dominasi politik, kepentingan strategis, hingga perebutan pengaruh negara-negara besar.

“Konflik seperti ini tidak hanya berbicara tentang perang dalam arti fisik, tetapi juga mengenai bagaimana negara mempertahankan pengaruh dan kepentingannya,” ujarnya saat diwawancarai, Jumat (22/05/26).

ADVERTISEMENT

Dalam perspektif geopolitik, gencatan senjata bisa dibaca sebagai peluang deeskalasi menuju jalan damai. Namun di sisi lain, kondisi ini dapat menjadi ruang konsolidasi strategi sebelum masing-masing pihak menentukan langkah politik dan keamanan berikutnya.

Akhirul menjelaskan bahwa kemenangan dalam konflik internasional tidak selalu ditentukan oleh superioritas militer semata. Stabilitas pemerintahan, dukungan publik, serta kemampuan menjaga legitimasi politik turut menjadi faktor penting dalam menentukan posisi suatu negara di mata dunia.

Terlebih lagi, peta kekuatan dunia kini kian dinamis dengan keterlibatan negara besar seperti Rusia dan Tiongkok yang memiliki kepentingan strategis masing-masing. Perubahan fokus dan prioritas negara-negara besar ini dipastikan akan memunculkan dinamika baru.

“Perubahan fokus dan prioritas negara-negara besar dapat memunculkan dinamika baru dalam tatanan global,” katanya memungkasi analisis geopolitik tersebut. (jup)

Tags: Analisis PolitikAS IranGencatan SenjataGeopolitik DuniaRusiaTiongkokUniversitas Negeri Malang
Previous Post

Dugaan Pengondisian Proyek Perencanaan di Pemkab Malang Disorot

Next Post

Kades Banjararum Minta PSU Segera Tuntas Demi Warga Perumahan

Related Posts

Wali Kota Malang Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat
Berita

Wali Kota Malang Dorong Masjid Jadi Pusat Pemberdayaan Umat

25 Oktober 2026
BRI Tegaskan Zero Tolerance Fraud dalam Kasus KUR Fiktif Kepanjen
Berita

BRI Tegaskan Zero Tolerance Fraud dalam Kasus KUR Fiktif Kepanjen

25 Oktober 2026
Haul Ponpes Bumi Aswaja Gresik, JRA Gelar Pengobatan Gratis
Berita

Haul Ponpes Bumi Aswaja Gresik, JRA Gelar Pengobatan Gratis

25 Oktober 2026
Gus Salam Kumpulkan Alumni Ponpes Denanyar di Gresik, Perkuat Silaturahmi
Berita

Gus Salam Kumpulkan Alumni Ponpes Denanyar di Gresik, Perkuat Silaturahmi

25 Oktober 2026
PKL Sumberbrantas Batu Bentuk Paguyuban Berbadan Hukum
Berita

PKL Sumberbrantas Batu Bentuk Paguyuban Berbadan Hukum

25 Oktober 2026
Safari Subuh, Kapolres Gresik Ingatkan Bahaya Judol dan Pinjol
Berita

Safari Subuh, Kapolres Gresik Ingatkan Bahaya Judol dan Pinjol

25 Oktober 2026
Next Post
PSU Perumahan Banjararum, DPRD Ingatkan Pengembang Tak Lepas Tangan

Kades Banjararum Minta PSU Segera Tuntas Demi Warga Perumahan

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com