JAVASATU.COM- Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo) Jawa Timur mengajak Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Jawa Timur memperkuat sinergi dalam memerangi hoaks, disinformasi, dan ujaran kebencian yang masih marak di ruang digital.

Ajakan tersebut disampaikan Kepala Diskominfo Jatim Sherlita Ratna Dewi Agustin saat menerima kunjungan panitia Pelantikan Pengurus JMSI Jatim Periode 2025-2030 dan Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Media Pers Profesional Melindungi Kepentingan Publik” di kantornya, Selasa (2/6/2026).
Sherlita menilai kolaborasi antara pemerintah dan media siber profesional menjadi langkah penting untuk meningkatkan literasi digital masyarakat sekaligus menangkal penyebaran informasi palsu yang berpotensi meresahkan publik.
“Di sini ada Klinik Hoaks Jawa Timur, silakan JMSI bersinergi memanfaatkan dalam segala bentuk seperti seminar, FGD, pemanfaatan langsung dan sebagainya,” ujar Sherlita.
Menurutnya, Klinik Hoaks Jawa Timur yang dikelola Diskominfo Jatim menjadi salah satu instrumen penting dalam membantu masyarakat memverifikasi informasi yang beredar di media sosial maupun platform digital lainnya.
“Kita membantu masyarakat dalam menghadapi hoaks, disinformasi, hingga ujaran kebencian di ruang digital,” tegasnya.
Ketua JMSI Jawa Timur Syaiful Anam menyambut baik ajakan tersebut. Menurutnya, media siber memiliki tanggung jawab besar dalam menghadirkan informasi yang akurat, berimbang, dan dapat dipercaya masyarakat.
“Kita siap sinergi dengan Diskominfo Jatim. Pada berbagai kegiatan sebelumnya, JMSI juga telah melibatkan Diskominfo,” kata Syaiful.
Ia menegaskan, upaya memerangi hoaks tidak bisa dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan kolaborasi antara pemerintah, media, akademisi, dan masyarakat agar ruang digital tetap sehat serta mampu melindungi kepentingan publik.
“FGD ini bukan sekadar pelengkap pelantikan organisasi, tetapi menjadi ruang diskusi untuk membahas tantangan media siber, termasuk bagaimana pers profesional dapat terus melindungi kepentingan publik di tengah derasnya arus informasi digital,” ujarnya.
Sementara itu, persiapan Pelantikan Pengurus JMSI Jawa Timur periode 2025-2030 dan FGD bertajuk “Media Pers Profesional Melindungi Kepentingan Publik” telah rampung. Kegiatan tersebut dijadwalkan berlangsung di Grand Mercure Hotel Surabaya pada 10 Juni 2026.
Ketua Panitia Pelaksana H. Supardi Hardy mengatakan seluruh kebutuhan acara telah disiapkan. Panitia juga telah mengundang sejumlah tokoh penting, termasuk Gubernur Jawa Timur Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi keynote speaker.
“Kami juga mengajukan audiensi sekaligus mengundang Gubernur Jatim Khofifah Indar Parawansa untuk menjadi keynote speaker. Mudah-mudahan tidak ada halangan,” ujar Supardi Hardy didampingi Sekretaris Panitia Fiqih Arfani.
Selain Gubernur Jawa Timur, panitia juga mengundang jajaran Dewan Pers, Ketua JMSI Pusat, serta pakar komunikasi media digital dari Universitas Trunojoyo Madura (UTM) sebagai pembicara dalam forum diskusi.
“Alhamdulillah semua konfirmasi hadir,” katanya.
Menurut Supardi, kehadiran Dewan Pers, JMSI Pusat, akademisi, dan berbagai pemangku kepentingan di bidang media dan komunikasi diharapkan mampu memperkaya pembahasan mengenai profesionalisme pers di era digital sekaligus memperkuat peran media siber dalam menjaga kepentingan publik.
Pelaksanaan pelantikan dan FGD JMSI Jatim juga mendapat dukungan dari berbagai perusahaan BUMN dan sektor swasta. Di antaranya PT AKR Corporindo Tbk, SKK Migas, ExxonMobil Cepu Limited, Pertamina EP Field Poleng, Husky-CNOOC Madura Ltd., Kangean Energy Indonesia, Petronas Carigali Ketapang II Ltd., PT Petrokimia Gresik, PT Pelabuhan Indonesia (Persero), PT PLN UID Jawa Timur, PT PLN Nusantara Power, PT Telkomsel, serta PT Bank Pembangunan Daerah Jawa Timur Tbk.
Dalam rangkaian kegiatan tersebut, JMSI Jawa Timur juga akan memberikan JMSI Award kepada sejumlah tokoh yang dinilai memiliki kontribusi besar terhadap pembangunan Jawa Timur serta kemajuan industri media siber di Indonesia. (sir/nuh)