JAVASATU.COM- SMPN 6 Kota Blitar menerapkan konsep Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) Ramah pada Tahun Ajaran 2026/2027 dengan menegaskan komitmen menciptakan lingkungan sekolah yang bebas dari perundungan, perpeloncoan, diskriminasi, maupun segala bentuk kekerasan.
Program yang berlangsung selama lima hari mulai Senin (13/7/2026) itu menjadi langkah awal membangun budaya sekolah yang aman dan nyaman bagi murid baru.

Melalui MPLS Ramah, sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan belajar, tetapi juga menanamkan nilai-nilai karakter, kedisiplinan, serta rasa saling menghormati agar peserta didik dapat beradaptasi dengan baik sejak hari pertama masuk sekolah.
“Pada tahun 2026, pelaksanaan MPLS di SMPN 6 Kota Blitar mengusung semangat MPLS Ramah, yaitu pendekatan pengenalan lingkungan sekolah yang berpusat pada murid dengan menghadirkan pengalaman belajar yang berkesadaran, bermakna, dan menggembirakan,” ujar Kepala SMPN 6 Kota Blitar, Juli Setyanto, Rabu (15/7/2026).
Juli menjelaskan, konsep MPLS Ramah menempatkan setiap murid sebagai individu yang harus dihormati, dimuliakan, serta dipenuhi hak-haknya. Karena itu, seluruh rangkaian kegiatan dirancang agar peserta didik merasa diterima dan nyaman berada di lingkungan sekolah.
Menurutnya, tujuan utama MPLS Ramah bukan sekadar mengenalkan fasilitas sekolah, kurikulum, tata tertib, maupun warga sekolah, tetapi juga membantu murid mengenali potensi diri dan membangun karakter positif sebagai bekal selama menempuh pendidikan.
“MPLS Ramah juga bertujuan menciptakan suasana sekolah yang bebas dari perundungan, perpeloncoan, diskriminasi, maupun bentuk kekerasan lainnya. Seluruh kegiatan dirancang agar peserta didik merasa diterima, dihargai, percaya diri, dan termotivasi untuk berkembang sesuai bakat dan minatnya,” katanya.
Selama pelaksanaan MPLS, murid baru diperkenalkan dengan budaya sekolah, program pembelajaran, serta berbagai kegiatan yang akan mereka jalani selama belajar di SMPN 6 Kota Blitar. Kegiatan juga menanamkan nilai gotong royong, kepedulian, inklusivitas, dan kolaborasi antara peserta didik, guru, tenaga kependidikan, serta orang tua.
Sekolah berharap pengalaman pada hari-hari pertama masuk sekolah menjadi fondasi terciptanya lingkungan pendidikan yang sehat sekaligus melahirkan generasi yang berprestasi dan berakhlak mulia.
“Melalui MPLS Ramah 2026, sekolah tidak hanya memperkenalkan lingkungan fisik, tetapi juga membangun budaya positif yang dilandasi semangat gotong royong, saling menghormati, kepedulian, dan kolaborasi. Setiap murid berhak memulai perjalanan pendidikannya dengan rasa aman, nyaman, diterima, dan bahagia,” pungkas Juli. (ich/arf)