JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, mengapresiasi langkah Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo beserta jajaran Mabes Polri yang melakukan silaturahmi dengan Jaksa Agung ST Burhanuddin dan Panglima TNI Jenderal Agus Subianto beserta jajarannya.
Menurutnya, langkah tersebut merupakan keputusan yang tepat dan objektif untuk memperkuat soliditas antarlembaga penegak hukum, sekaligus menjaga stabilitas keamanan nasional melalui penguatan sinergi kebangsaan.

Founder Nasky Milenial Center (NMC) itu menilai pertemuan dan komunikasi yang terjalin antara Kapolri, Jaksa Agung, dan Panglima TNI menjadi sinyal positif bagi penguatan koordinasi antarlembaga negara.
Selain menjaga kepercayaan publik terhadap institusi penegak hukum, kata Nasky, pertemuan tersebut juga dinilai bukan sekadar berfungsi sebagai “pendingin”, melainkan wujud nyata persatuan antarinstitusi negara dalam menegakkan hukum secara adil dan beradab.
“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), kami menyampaikan apresiasi atas kunjungan silaturahmi Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Markas Besar TNI dan Kejaksaan Agung. Langkah tersebut merupakan sinyal positif yang menunjukkan komitmen penguatan koordinasi antarlembaga negara dalam menghadapi tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, khususnya pemberantasan korupsi yang memerlukan sinergi dan kolaborasi lintas institusi secara kolektif,” kata Nasky dalam keterangan tertulisnya di Jakarta, Selasa (14/7/2026).
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menambahkan, perbedaan pandangan merupakan hal yang wajar dalam organisasi negara yang besar. Namun, menurutnya, yang lebih penting adalah bagaimana para pemimpin mampu menunjukkan keteladanan melalui dialog, komunikasi, dan semangat kebersamaan.
Ia menilai kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo kepada Panglima TNI dan Jaksa Agung bukan sekadar agenda seremonial, melainkan mencerminkan sikap seorang negarawan yang mengedepankan kolaborasi antarlembaga.
“Perbedaan pandangan adalah sesuatu yang wajar dalam organisasi negara yang besar. Namun, yang jauh lebih penting adalah bagaimana para pemimpin mampu menunjukkan keteladanan dengan mengedepankan dialog, komunikasi, dan semangat kebersamaan. Karena itu, kunjungan Kapolri Jenderal Polisi Listyo Sigit Prabowo ke Panglima TNI dan Kejaksaan Agung RI bukan sekadar agenda seremonial, melainkan mencerminkan sikap seorang negarawan yang mengedepankan kolaborasi antarlembaga. Sikap seperti inilah yang memberikan rasa tenang kepada masyarakat,” ujarnya.
Penulis buku Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat itu juga menegaskan bahwa di tengah tantangan penegakan hukum yang semakin kompleks, penguatan sinergi antarlembaga menjadi modal penting dan strategis untuk meningkatkan efektivitas pemberantasan korupsi, memperkuat kepastian hukum, serta menjaga kepercayaan masyarakat terhadap institusi negara.
“Publik tentu menginginkan hubungan kerja yang harmonis antara Polri, TNI, dan Kejaksaan. Harmoni tersebut penting agar seluruh institusi dapat menjalankan tugas konstitusionalnya secara efektif dalam menjaga keamanan, menegakkan hukum, dan melindungi kepentingan masyarakat.”
Ia menambahkan, kepercayaan publik tidak dibangun hanya melalui pernyataan atau simbol kebersamaan, melainkan harus diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Kepercayaan publik tidak hanya dibangun melalui pernyataan ataupun simbol-simbol kebersamaan, tetapi melalui konsistensi tindakan. Sinergi yang dibangun hari ini harus diterjemahkan dalam pelayanan kepada masyarakat, penegakan hukum yang berkeadilan, serta penghormatan terhadap supremasi hukum,” tutupnya. (arf)