JAVASATU.COM- Sebanyak 1.250 pelajar SMA Negeri 1 Sumberpucung, Kabupaten Malang, mendapatkan edukasi keselamatan dan ketertiban berlalu lintas dari Satlantas Polres Malang, Senin (20/7/2026). Kegiatan ini menjadi bagian dari upaya kepolisian menanamkan budaya disiplin berlalu lintas sejak usia sekolah untuk menekan angka pelanggaran dan kecelakaan di jalan raya.

Edukasi yang digelar di Aula SMA Negeri 1 Sumberpucung tersebut membahas berbagai materi, mulai dari pentingnya mematuhi aturan lalu lintas, penggunaan helm berstandar SNI, etika berkendara yang aman, hingga risiko yang ditimbulkan akibat pelanggaran lalu lintas.
“Melalui kegiatan ini kami ingin menanamkan budaya tertib berlalu lintas sejak dini. Pelajar merupakan generasi penerus yang harus memahami bahwa keselamatan di jalan dimulai dari disiplin mematuhi aturan, menggunakan perlengkapan keselamatan, serta menghormati pengguna jalan lainnya,” kata Kasatlantas Polres Malang AKP Muhammad Alif Chelvin Arliska, Senin (20/7/2026).
Selain penyampaian materi, Satlantas Polres Malang juga mengajak para siswa berdiskusi melalui sesi tanya jawab interaktif. Para pelajar tampak antusias membahas berbagai persoalan di jalan raya, termasuk pentingnya penggunaan helm berstandar SNI dan dampak kecelakaan yang sering diawali dari kelalaian pengendara.
AKP Chelvin mengatakan edukasi keselamatan berlalu lintas akan terus dilaksanakan secara berkelanjutan di berbagai sekolah, baik selama pelaksanaan Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) maupun dalam kegiatan pembinaan lainnya.
“Harapannya para pelajar tidak hanya memahami aturan lalu lintas, tetapi juga mampu menjadi pelopor keselamatan di lingkungan keluarga, sekolah, maupun masyarakat,” ujarnya.
Sementara itu, Kasihumas Polres Malang AKP M. Budiono menjelaskan kegiatan edukasi tersebut merupakan bagian dari strategi preventif kepolisian untuk meningkatkan kesadaran masyarakat, khususnya kalangan pelajar, terhadap pentingnya keselamatan berkendara.
Menurutnya, pembinaan sejak dini di lingkungan sekolah diharapkan mampu membentuk generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan menjadikan keselamatan sebagai prioritas saat menggunakan jalan.
“Melalui edukasi yang dilakukan secara rutin di lingkungan sekolah, kami berharap kesadaran tertib berlalu lintas semakin meningkat sehingga para pelajar dapat menjadi generasi yang disiplin, bertanggung jawab, dan mengutamakan keselamatan dalam setiap aktivitas di jalan,” pungkas Budiono. (dop/arf)