email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 9 Juni 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

by Javasatu
9 Juni 2026

JAVASATU.COM- Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus menjadi “Nur” atau cahaya moderasi beragama di Indonesia. Menurutnya, moderasi beragama merupakan fondasi penting untuk menjaga harmoni kehidupan berbangsa di tengah kemajemukan agama, budaya, suku, dan tradisi yang dimiliki Indonesia.

Prof. Ahmad Barizi saat memberikan paparan amteri. (Foto: Javasatu.com)

Pernyataan itu disampaikan Prof. Ahmad Barizi saat menjadi pembicara dalam forum “Moderasi Beragama di Indonesia: Pemikiran dan Aplikasinya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI” di Rumah Singgah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (9/6/2026), yang dihadiri peserta dari berbagai PTKI.

“Moderasi beragama adalah perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Di Indonesia, beragama pada hakikatnya adalah ber-Indonesia, dan ber-Indonesia pada hakikatnya adalah beragama,” tegasnya.

Dalam paparannya, Prof. Ahmad Barizi menjelaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa religius yang dibangun di atas keberagaman. Meski bukan negara agama, kehidupan masyarakat Indonesia sangat lekat dengan nilai-nilai keagamaan yang dijamin konstitusi. Karena itu, menurutnya, menjaga keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga negara.

Menurut Prof. Ahmad Barizi, moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan jalan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, damai, toleran, dan berkeadaban. Karena itu, penguatan nilai-nilai moderasi seperti sikap egaliter, musyawarah, reformasi, mengambil jalan tengah, keseimbangan, ketegasan yang lurus, toleransi, mendahulukan prioritas, dinamis, inovatif, dan berkeadaban menjadi hal yang penting.

“Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi jalan menuju kemaslahatan kehidupan yang harmonis, damai, toleran, dan berkeadaban,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan empat indikator utama moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, toleransi, serta penerimaan terhadap tradisi dan budaya lokal yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama. Menurutnya, keempat indikator tersebut menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam perspektif yang lebih filosofis, Prof. Ahmad Barizi memosisikan PTKI sebagai “Nur” atau cahaya bagi kehidupan bangsa. Dengan merujuk pada QS. Al-Maidah ayat 15 serta pemikiran para ulama dan filsuf Islam seperti Muhammad Mahmud Hijazi, Thabathaba’i, dan Ibn Sina, ia menegaskan PTKI harus menjadi penerang, penunjuk jalan, sekaligus pembeda antara yang benar dan yang salah dalam kehidupan beragama maupun bernegara.

BacaJuga :

Presiden Prabowo Minta Sekolah Rakyat di Bali Ditambah, Peminat Membludak

SMP Negeri 1 Gresik Lahirkan Puluhan Hafiz dan Hafizah

“PTKI tidak hanya menjadi pusat transmisi ilmu, tetapi juga pusat pembentukan nalar, kebeningan jiwa, dan peradaban yang membawa kemaslahatan bagi bangsa,” katanya.

(Foto: Javasatu.com)

Pada bagian akhir paparannya, Prof. Ahmad Barizi menyampaikan kaidah penting dalam moderasi beragama, yakni melihat seseorang atau kelompok berdasarkan kebenaran, bukan melihat kebenaran berdasarkan seseorang. Prinsip yang dikenal dalam khazanah Islam sebagai ma’rifah al-rijal bi al-haqq la al-haqq bi al-rijal tersebut, menurutnya, menjadi landasan untuk membangun sikap objektif, adil (al-inshaf), dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan.

“Prinsip ini menjadi landasan penting untuk membangun sikap objektif, adil, dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan,” ungkapnya.

Pemikiran yang disampaikan Prof. Ahmad Barizi menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya menjadi agenda kebijakan, tetapi juga paradigma peradaban yang mampu memperkuat persatuan, merawat keberagaman, serta mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat. (ery/nuh)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: KemenagpendidikanProf Ahmad BariziUIN Malang

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

50 CPNS Jadi PNS, Wali Kota Malang Minta ASN Baru Bergerak Cepat

Bakorwil Malang Siapkan Selatan Jatim Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Kunci Tertinggal, Teman di Gresik Gasak Vario, Dibekuk Hitungan Jam

Top Tiga Band Gelombang Lokal Malang 2026: Merah, Monkey Rude dan Silly Fragments

OPINI: Birokrasi Lokal, Wawasan Global

15 Taruna Akpol Ditempa di Wilayah Hukum Polres Gresik

MBG di Gresik Harus Sehatkan Anak dan Lingkungan

Pemkab Gresik Siap Subsidi Distribusi Buah untuk MBG

Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

Prev Next

POPULER HARI INI

Top Tiga Band Gelombang Lokal Malang 2026: Merah, Monkey Rude dan Silly Fragments

Bakorwil Malang Siapkan Selatan Jatim Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

15 Taruna Akpol Ditempa di Wilayah Hukum Polres Gresik

Pemkab Gresik Siap Subsidi Distribusi Buah untuk MBG

Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

BERITA LAINNYA

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

50 CPNS Jadi PNS, Wali Kota Malang Minta ASN Baru Bergerak Cepat

Bakorwil Malang Siapkan Selatan Jatim Jadi Mesin Pertumbuhan Baru

Kunci Tertinggal, Teman di Gresik Gasak Vario, Dibekuk Hitungan Jam

Top Tiga Band Gelombang Lokal Malang 2026: Merah, Monkey Rude dan Silly Fragments

OPINI: Birokrasi Lokal, Wawasan Global

15 Taruna Akpol Ditempa di Wilayah Hukum Polres Gresik

MBG di Gresik Harus Sehatkan Anak dan Lingkungan

Pemkab Gresik Siap Subsidi Distribusi Buah untuk MBG

Pemkab Gresik Perketat Standar Dapur MBG

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Bangunan Tutup Sungai Kadalpang Disetop Pemkot Malang

Titans Tennis Tournament, Bukan Sekadar Adu Skill tapi Tempa Mental Juara

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pembangunan Jembatan Aramco Blora Masuk Tahap Akhir

Kasus Eks Kepala BGN Menjalar, DPRD Kabupaten Malang Soroti Potensi Jual Beli Titik SPPG

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved