email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 14 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Prof. Ahmad Barizi Tegaskan PTKI Harus Menjadi “Nur” Moderasi Beragama di Indonesia

by Javasatu
9 Juni 2026

JAVASATU.COM- Guru Besar Ilmu Tasawuf UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Prof. Dr. H. Ahmad Barizi, M.A., menegaskan bahwa Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) harus menjadi “Nur” atau cahaya moderasi beragama di Indonesia. Menurutnya, moderasi beragama merupakan fondasi penting untuk menjaga harmoni kehidupan berbangsa di tengah kemajemukan agama, budaya, suku, dan tradisi yang dimiliki Indonesia.

Prof. Ahmad Barizi saat memberikan paparan amteri. (Foto: Javasatu.com)

Pernyataan itu disampaikan Prof. Ahmad Barizi saat menjadi pembicara dalam forum “Moderasi Beragama di Indonesia: Pemikiran dan Aplikasinya di Perguruan Tinggi Keagamaan Islam (PTKI) Kementerian Agama RI” di Rumah Singgah Pascasarjana UIN Maulana Malik Ibrahim Malang, Selasa (9/6/2026), yang dihadiri peserta dari berbagai PTKI.

“Moderasi beragama adalah perekat antara semangat beragama dan komitmen berbangsa. Di Indonesia, beragama pada hakikatnya adalah ber-Indonesia, dan ber-Indonesia pada hakikatnya adalah beragama,” tegasnya.

Dalam paparannya, Prof. Ahmad Barizi menjelaskan bahwa Indonesia merupakan bangsa religius yang dibangun di atas keberagaman. Meski bukan negara agama, kehidupan masyarakat Indonesia sangat lekat dengan nilai-nilai keagamaan yang dijamin konstitusi. Karena itu, menurutnya, menjaga keseimbangan antara hak beragama dan komitmen kebangsaan menjadi tanggung jawab bersama seluruh warga negara.

Menurut Prof. Ahmad Barizi, moderasi beragama bukan sekadar konsep, melainkan jalan untuk mewujudkan kehidupan yang harmonis, damai, toleran, dan berkeadaban. Karena itu, penguatan nilai-nilai moderasi seperti sikap egaliter, musyawarah, reformasi, mengambil jalan tengah, keseimbangan, ketegasan yang lurus, toleransi, mendahulukan prioritas, dinamis, inovatif, dan berkeadaban menjadi hal yang penting.

“Moderasi beragama bukan sekadar konsep, tetapi jalan menuju kemaslahatan kehidupan yang harmonis, damai, toleran, dan berkeadaban,” ujarnya.

Lebih lanjut, ia menguraikan empat indikator utama moderasi beragama, yakni komitmen kebangsaan, anti-kekerasan, toleransi, serta penerimaan terhadap tradisi dan budaya lokal yang tidak bertentangan dengan prinsip-prinsip agama. Menurutnya, keempat indikator tersebut menjadi pilar penting dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Dalam perspektif yang lebih filosofis, Prof. Ahmad Barizi memosisikan PTKI sebagai “Nur” atau cahaya bagi kehidupan bangsa. Dengan merujuk pada QS. Al-Maidah ayat 15 serta pemikiran para ulama dan filsuf Islam seperti Muhammad Mahmud Hijazi, Thabathaba’i, dan Ibn Sina, ia menegaskan PTKI harus menjadi penerang, penunjuk jalan, sekaligus pembeda antara yang benar dan yang salah dalam kehidupan beragama maupun bernegara.

BacaJuga :

Prof Ahmad Barizi Soroti Tribalisme Digital dan Ancaman Intoleransi di UNUMA Tuban

Guru Besar UIN Malang Prof Ahmad Barizi Gagas Kampus Ekologi, Padukan Sains dan Spiritualitas

“PTKI tidak hanya menjadi pusat transmisi ilmu, tetapi juga pusat pembentukan nalar, kebeningan jiwa, dan peradaban yang membawa kemaslahatan bagi bangsa,” katanya.

(Foto: Javasatu.com)

Pada bagian akhir paparannya, Prof. Ahmad Barizi menyampaikan kaidah penting dalam moderasi beragama, yakni melihat seseorang atau kelompok berdasarkan kebenaran, bukan melihat kebenaran berdasarkan seseorang. Prinsip yang dikenal dalam khazanah Islam sebagai ma’rifah al-rijal bi al-haqq la al-haqq bi al-rijal tersebut, menurutnya, menjadi landasan untuk membangun sikap objektif, adil (al-inshaf), dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan.

“Prinsip ini menjadi landasan penting untuk membangun sikap objektif, adil, dan bijaksana dalam menyikapi perbedaan,” ungkapnya.

Pemikiran yang disampaikan Prof. Ahmad Barizi menunjukkan bahwa moderasi beragama tidak hanya menjadi agenda kebijakan, tetapi juga paradigma peradaban yang mampu memperkuat persatuan, merawat keberagaman, serta mengantarkan Indonesia menuju masa depan yang damai, maju, dan bermartabat. (ery/nuh)

Tags: KemenagpendidikanProf Ahmad BariziUIN Malang

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

BERITA TERBARU

BNPB Dorong Sekolah di Banten Siaga Hadapi Ancaman Gempa Megathrust

OBASINDO Akan Digelar di Malang, Siswa SMP se-Jatim Diajak Dalami Budaya dan Sejarah

Bea Cukai Malang Sita 1,49 Juta Batang Rokok Ilegal dari Tiga Kendaraan

Polres Malang Tangkap Dua Pria di Turen, Sabu 49,56 Gram Disita

Itjen TNI Perkuat Pengawasan Program dan Anggaran Mabes TNI

UMKM Binaan Bea Cukai Malang Ekspor 6 Ton Keripik Buah ke Singapura

Bupati Gresik Dorong Warga Usulkan Penerima Bansos Lewat Portal Digital

Wali Kota Malang Perkuat Pengendalian Emisi Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik

Belanja Pakai Uang Palsu di Malang, Dua Perempuan Diamankan Polisi

Wapang TNI Tekankan Militansi dan Integritas kepada Pasis Seskoad

Prev Next

POPULER HARI INI

MWCNU Dukun Siapkan Lima Kegiatan Sambut Hari Santri Nasional 2026

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

BERITA LAINNYA

BNPB Dorong Sekolah di Banten Siaga Hadapi Ancaman Gempa Megathrust

OBASINDO Akan Digelar di Malang, Siswa SMP se-Jatim Diajak Dalami Budaya dan Sejarah

Bea Cukai Malang Sita 1,49 Juta Batang Rokok Ilegal dari Tiga Kendaraan

Polres Malang Tangkap Dua Pria di Turen, Sabu 49,56 Gram Disita

Itjen TNI Perkuat Pengawasan Program dan Anggaran Mabes TNI

UMKM Binaan Bea Cukai Malang Ekspor 6 Ton Keripik Buah ke Singapura

Bupati Gresik Dorong Warga Usulkan Penerima Bansos Lewat Portal Digital

Wali Kota Malang Perkuat Pengendalian Emisi Lewat Ngalam Seger dan Ngalam Rijik

Belanja Pakai Uang Palsu di Malang, Dua Perempuan Diamankan Polisi

Wapang TNI Tekankan Militansi dan Integritas kepada Pasis Seskoad

Prev Next

POPULER MINGGU INI

GIBM Targetkan Bentuk Pengurus hingga Kecamatan di Blitar Akhir 2026

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved