JAVASATU.COM- Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) akan menggelar Grebeg Suro IKG 2026 pada Senin (15/6/2026) di Mall Ciputra Citra Raya, Tangerang. Kegiatan ini menjadi agenda budaya dan spiritual tahunan warga Gunungkidul di perantauan dalam rangka menyambut Tahun Baru Islam 1 Muharram 1448 Hijriah atau malam 1 Suro.

Acara tersebut akan dihadiri jajaran pengurus IKG, warga Gunungkidul di Jabodetabek, serta sejumlah tokoh dan pejabat daerah, di antaranya Gubernur Banten, Bupati Tangerang, Bupati Gunungkidul, hingga perwakilan DPRD DIY dan DPRD Gunungkidul.
Ketua Panitia Grebeg Suro IKG, Riyadi, mengatakan kegiatan akan dibagi menjadi dua sesi, yakni pagi dan malam dengan rangkaian acara budaya yang telah dipersiapkan.
“Sesi pagi akan diisi dengan pameran pusaka, pertunjukan jaranan kreasi, serta hiburan campursari oleh Paguyuban Seni (PS) IKG,” ujar Riyadi, Minggu (14/6/2026) dalam keterangan tertulis.
Pada sesi malam, acara akan diawali prosesi arak-arakan gunungan polowijo yang melibatkan jajaran pengurus IKG, mulai dari dewan pembina hingga perwakilan 18 koordinator kapanewon dan 7 koordinator wilayah. Prosesi juga diiringi cucuk lampah, pembawa dupa ratus, punakawan, serta gunungan hasil bumi.
Arak-arakan gunungan tersebut menjadi simbol rasa syukur atas rezeki dan hasil bumi sekaligus wujud harmoni antara manusia, alam, dan Sang Pencipta. Tradisi ini juga dimaknai sebagai bentuk berbagi berkah kepada masyarakat luas.
Setelah arak-arakan, rangkaian acara dilanjutkan dengan pemotongan tumpeng IKG, penyerahan tokoh wayang dan cempolo, doa malam 1 Suro, serta ditutup pagelaran wayang kulit semalam suntuk oleh Ki M. Yusuf Anshor K dengan lakon “Gondomono Sayemboro”.
Lakon tersebut mengangkat kisah Patih Gandamana dari Pancala yang dikenal sebagai simbol kesetiaan, pengabdian, dan keteguhan dalam menghadapi fitnah dan intrik politik.
Sekretaris Jenderal IKG, Sulardi, mengatakan Grebeg Suro menjadi momentum penting yang menggabungkan nilai keagamaan dan budaya Jawa.
“Grebeg Suro menjadi wujud rasa syukur kepada Tuhan Yang Maha Esa atas nikmat, rezeki, dan keselamatan, sekaligus momentum refleksi diri untuk memperbaiki kehidupan di tahun baru. Tradisi ini mencerminkan harmonisasi Islam dan budaya Jawa,” ujarnya.
Ia menambahkan, kegiatan ini juga bertujuan memperkuat silaturahmi, gotong royong, serta menjadi sarana pelestarian budaya sekaligus promosi potensi daerah.
Ketua Umum IKG, Ipda Purn Saimo, berharap kegiatan ini mampu mempererat kebersamaan warga Gunungkidul di perantauan serta mendukung visi organisasi melalui Sapta Cita IKG.
Sementara itu, Humas IKG, Tarsih Ekaputra, menyebut IKG kini berkembang menjadi organisasi besar dengan jaringan yang luas di berbagai daerah.
“IGK telah memiliki sekitar 1.600 organ organisasi yang terdiri dari 18 koordinator kapanewon, 7 koordinator wilayah, 144 koordinator kelurahan, dan 1.431 koordinator dusun. Harapannya IKG terus menjadi wadah pemersatu warga Gunungkidul di perantauan,” katanya.
Melalui Grebeg Suro 2026, IKG menegaskan komitmennya dalam menjaga budaya Jawa, memperkuat solidaritas warga perantauan, serta berkontribusi bagi pelestarian budaya dan pembangunan daerah. (arf)