Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

Bakorwil Malang Pacu Selatan Jatim Jadi Motor Ekonomi Baru

Wahyu Eko Setiawan by Wahyu Eko Setiawan
18 Juni 2026

JAVASATU.COM- Badan Koordinasi Wilayah (Bakorwil) III Malang Pemerintah Provinsi Jawa Timur (Pemprov Jatim) menegaskan transformasi perannya dari sekadar lembaga koordinasi menjadi katalisator pembangunan dan penggerak ekonomi kawasan selatan Jawa Timur. Wilayah selatan yang selama ini kerap dipandang sebagai daerah pinggiran kini diposisikan sebagai beranda masa depan pertumbuhan ekonomi Jatim.

Dok: Bakorwil Malang

Komitmen tersebut disampaikan Kepala Bakorwil III Malang, Asep Kusdinar, dalam Podcast Ruang Informasi Episode ke-100 yang digelar Dinas Komunikasi dan Informatika Provinsi Jawa Timur, Rabu (17/6/2026).

“Bakorwil tidak lagi cukup hanya menjalankan fungsi koordinasi administratif. Kami ingin hadir sebagai katalisator pembangunan yang mampu menyatukan berbagai kekuatan dan sumber daya untuk mempercepat penyelesaian persoalan pembangunan di wilayah,” kata Asep.

Menurutnya, kompleksitas persoalan pembangunan saat ini membutuhkan pendekatan baru yang lebih kolaboratif dan berorientasi pada solusi. Karena itu, Bakorwil Malang mengusung DNA baru yang bertumpu pada kolaborasi, gotong royong, dan solusi pembangunan inklusif.

ADVERTISEMENT

Asep menjelaskan, Bakorwil berperan sebagai jembatan strategis antara Pemerintah Provinsi Jawa Timur dengan pemerintah kabupaten/kota. Fungsi tersebut tidak hanya memastikan program prioritas berjalan selaras, tetapi juga membawa aspirasi masyarakat daerah dalam proses perumusan kebijakan.

“Pembangunan yang efektif adalah pembangunan yang mampu menghubungkan visi besar pemerintah dengan kebutuhan nyata masyarakat di lapangan. Karena itu, komunikasi dua arah antara pemerintah provinsi dan daerah harus terus diperkuat,” ujarnya.

Wilayah kerja Bakorwil Malang yang mencakup kawasan perkotaan, pertanian, pegunungan, pesisir hingga wilayah selatan dinilai menjadi kekuatan untuk membangun sinergi lintas sektor. Pendekatan yang dilakukan tidak lagi sebatas koordinasi program, melainkan membangun ruang dialog dan mengikis ego sektoral.

“Ketika semua pihak memiliki tujuan yang sama, yaitu meningkatkan kesejahteraan masyarakat, maka sekat-sekat sektoral akan semakin berkurang. Yang muncul adalah semangat gotong royong untuk menghadirkan solusi,” tegasnya.

Bakorwil Malang juga menempatkan kawasan selatan Jawa Timur sebagai fokus pembangunan ke depan. Potensi sektor pertanian, perikanan, perkebunan, peternakan, pariwisata hingga ekonomi kreatif dinilai belum sepenuhnya memberikan nilai tambah optimal bagi masyarakat.

Untuk itu, pengembangan kawasan selatan akan dilakukan melalui penguatan konektivitas wilayah, hilirisasi komoditas unggulan, pengembangan pariwisata berkelanjutan, peningkatan kualitas sumber daya manusia, serta penciptaan iklim investasi yang inklusif.

“Kami memandang kawasan selatan bukan lagi sebagai wilayah pinggiran pembangunan, tetapi sebagai beranda masa depan pertumbuhan ekonomi Jawa Timur. Potensi yang dimiliki sangat besar dan harus dikelola secara terintegrasi agar mampu menciptakan kesejahteraan bagi masyarakat,” ungkap Asep.

Keberadaan Jalur Lintas Selatan (JLS) dan sejumlah infrastruktur strategis lainnya, lanjut Asep, menjadi momentum penting untuk membuka akses ekonomi baru dan menarik investasi berkualitas.

“Semangat yang kami bangun adalah membangun Selatan Jawa Timur dengan memberdayakan potensi, mempercepat konektivitas, dan mengakselerasi kesejahteraan. Inilah wujud nyata transformasi Bakorwil Malang sebagai katalisator pembangunan dan penggerak ekonomi kawasan selatan,” pungkasnya. (wes/nuh)

Tags: Bakorwil MalangJawa TimurPemerintahpemerintahanPemprov Jatim
Previous Post

Jatim Kenalkan Empat Varietas Tebu Unggul Baru

Next Post

PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Baru dari Pemkab Gresik

Related Posts

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren
Pemerintahan

Wabup Gresik Gandeng FKPP Permudah Perizinan Pondok Pesantren

7 November 2026
DPRD Kota Malang Minta PAD Naik Tanpa Tambah Beban Pajak Warga
Pemerintahan

DPRD Kota Malang Minta PAD Naik Tanpa Tambah Beban Pajak Warga

6 November 2026
Wabup Gresik Minta Perubahan Data SIPD APBD 2027 Diawasi Ketat
Pemerintahan

Wabup Gresik Minta Perubahan Data SIPD APBD 2027 Diawasi Ketat

6 November 2026
Pemkot Malang Terapkan e-BMD, Perketat Pengawasan Aset Daerah
Pemerintahan

Pemkot Malang Terapkan e-BMD, Perketat Pengawasan Aset Daerah

4 November 2026
Pemkab Kediri Prioritaskan Pelayanan Publik dalam APBD 2027
Pemerintahan

Pemkab Kediri Prioritaskan Pelayanan Publik dalam APBD 2027

3 November 2026
Pemkab Kediri Ajukan APBD 2027 Rp 3,147 Triliun, Fokus Ekonomi Kerakyatan
Pemerintahan

Pemkab Kediri Ajukan APBD 2027 Rp 3,147 Triliun, Fokus Ekonomi Kerakyatan

2 November 2026
Next Post
PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Baru dari Pemkab Gresik

PKL Semambung Dapat Modal Rp215 Juta dan Lahan Baru dari Pemkab Gresik

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com