JAVASATU.COM- Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim Gresik menggelar kegiatan santunan kepada 185 anak yatim-piatu dalam rangka peringatan Tahun Baru Islam 1448 Hijriah.
Kegiatan tersebut berlangsung di Aula Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim, Senin (22/6/2026), dengan dihadiri tokoh masyarakat hingga unsur pemerintah daerah.

Acara ini dihadiri antara lain istri Wakil Bupati Gresik dr Sinta, perwakilan Kecamatan Gresik, Lurah Gapura Sukolilo, serta ratusan jemaah dan anak yatim penerima santunan. Kegiatan juga diisi tausiyah keagamaan oleh penceramah dari Surabaya, Ummi Lailatul Rahmah Hadi, atau yang akrab disapa Ning Ummi Laila.
Ketua panitia, Khodijah, mengatakan santunan ini merupakan agenda rutin tahunan yayasan sebagai bentuk kepedulian sosial, khususnya di bulan Muharram. Tahun ini, jumlah penerima santunan mencapai 185 anak yatim-piatu.
“Terima kasih kepada seluruh panitia dan Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim. Tahun ini kita menyantuni 185 anak yatim-piatu, semoga bermanfaat, berkah, dan mendapat ridho Allah SWT,” ujar Khodijah.
Kata dia, kegiatan santunan ini menjadi wujud kepedulian sosial Yayasan Makam Syekh Maulana Malik Ibrahim Gresik dalam momentum Tahun Baru Islam, sekaligus memperkuat nilai kebersamaan dan kepedulian terhadap anak yatim di Kabupaten Gresik.
Perwakilan pemerintah daerah, dr Sinta, menyampaikan bahwa momentum Tahun Baru Islam menjadi waktu yang tepat untuk meningkatkan kepedulian sosial, terutama kepada anak yatim.
“Ini momentum yang baik di bulan Muharram untuk memperbanyak ibadah dan menyantuni anak yatim. Insyaallah menjadi jalan menuju kebaikan dan surga Allah SWT,” katanya.
Sementara itu, penceramah Ning Ummi Laila, dalam tausiyahnya mengingatkan pentingnya menyayangi anak yatim sebagai bagian dari ajaran Rasulullah SAW.
Ia juga menekankan bahwa lokasi kegiatan yang berada di kawasan makam wali memiliki nilai sejarah dan keberkahan tersendiri.
“Menyayangi anak yatim adalah perintah Nabi Muhammad SAW. Tempat ini juga penuh keberkahan karena sejarah Syekh Maulana Malik Ibrahim sebagai wali pertama penyebar Islam di Gresik,” ujarnya.
Salah satu jemaah, Elna, mengaku senang dapat mengikuti kegiatan tersebut secara langsung. Ia berharap kegiatan santunan dan pengajian seperti ini dapat terus dilaksanakan setiap tahun.
“Senang bisa ikut pengajian langsung. Semoga tahun depan bisa dihadirkan kembali,” kata Elna. (bas/arf)