JAVASATU.COM- Hari Lahir (Harlah) ke-4 Sholawat Janur Aji di Dusun Krajan, Desa Sanankulon, Kecamatan Sanankulon, Kabupaten Blitar, berlangsung meriah, Selasa (28/7/2026). Kegiatan ini menjadi momentum mempererat silaturahmi, persaudaraan, dan kerukunan masyarakat.

Perayaan tersebut dihadiri Kepala Desa Sanankulon Eko Triono, S.Sos., MAP bersama jajaran Pemerintah Desa Sanankulon, Bhabinkamtibmas, Gus Naseh, Gus Abas, tokoh agama, serta masyarakat setempat.
Ketua Sholawat Janur Aji, Gus Saefullah, mengatakan peringatan Harlah menjadi momentum untuk menjaga keberadaan sholawat sebagai wadah silaturahmi sekaligus meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap nilai-nilai keagamaan.
“Kami bersyukur Harlah ke-4 Sholawat Janur Aji dapat terlaksana. Semoga keberadaan Sholawat Janur Aji terus menjadi wadah untuk mempererat tali silaturahmi dan meningkatkan kecintaan masyarakat terhadap sholawat serta nilai-nilai keagamaan,” kata Gus Saefullah.
Rangkaian kegiatan diisi penampilan Gamelan Sholawat Janur Aji. Sebelum acara dimulai, tamu undangan dan masyarakat bersama-sama menyanyikan lagu kebangsaan Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan dengan Ya Lal Wathan.
Nuansa kebangsaan tersebut menjadi bagian dari kegiatan yang memadukan syiar keagamaan dengan semangat persatuan dan kecintaan terhadap tanah air.
Bhabinkamtibmas dalam sambutannya mengajak masyarakat menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Menurutnya, perbedaan pendapat dan persoalan di tengah masyarakat merupakan hal yang bisa terjadi, tetapi harus diselesaikan secara baik agar tidak berkembang menjadi konflik.
“Mari bersama-sama menjaga keamanan dan ketertiban lingkungan. Kalau ada perbedaan pendapat atau persoalan, mari diselesaikan dengan baik dan jangan sampai berlarut-larut,” ujar Bhabinkamtibmas.
Ia juga mengajak warga mempertahankan kehidupan yang guyub dan rukun serta menciptakan lingkungan yang aman dan kondusif. Bhabinkamtibmas turut menyampaikan permohonan maaf jika selama menjalankan tugas terdapat kekurangan dan berkomitmen meningkatkan pelayanan kepada masyarakat.
Dalam tausiyahnya, Gus Abas mengulas filosofi nama Janur Aji. Menurutnya, Janur Aji dimaknai sebagai penerang kehidupan, dari kondisi gelap menuju terang dan menjadi petunjuk melalui lantunan sholawat.
“Janur Aji memiliki makna dan filosofi sebagai penerang. Dari yang gelap menjadi terang dan menjadi petunjuk bagi masyarakat melalui lantunan sholawat,” tutur Gus Abas.
Ia mengingatkan pentingnya keikhlasan dalam setiap ibadah dan amal kebaikan. Menurutnya, bersholawat menjadi salah satu amalan yang mudah dilakukan untuk mendekatkan diri kepada Allah SWT sekaligus menumbuhkan kecintaan kepada Rasulullah SAW.
“Dalam setiap ibadah dan amal kebaikan, yang paling penting adalah keikhlasan karena Allah SWT. Salah satu amalan yang mudah dilakukan adalah bersholawat,” katanya.
Gus Abas berharap Harlah ke-4 Sholawat Janur Aji tidak berhenti sebagai kegiatan seremonial. Momentum tersebut diharapkan mendorong masyarakat memperbanyak sholawat, meningkatkan kecintaan kepada Rasulullah SAW, dan memperkuat kepedulian sosial.
Ia juga berpesan agar warga menjaga hubungan baik dengan sesama melalui sikap saling menghormati, membantu dan berbagi. Menurutnya, kehidupan bermasyarakat akan lebih baik jika setiap orang mampu memberikan manfaat bagi lingkungan sekitarnya.
“Mari hidup rukun, saling menghormati, saling membantu dan menjadi pribadi yang dermawan. Kehidupan akan menjadi lebih baik ketika kita bisa saling berbagi dan memberikan manfaat kepada sesama,” ujar Gus Abas.
Kepala Desa Sanankulon Eko Triono mengatakan kegiatan tersebut memberikan manfaat bagi masyarakat, terutama dalam memperkuat silaturahmi, persaudaraan, kebersamaan, dan kerukunan warga.
“Kami berharap Harlah Sholawat Janur Aji ini memberikan manfaat bagi masyarakat dan menjadi sarana untuk mempererat tali silaturahmi, memperkuat persaudaraan, serta menjaga kebersamaan dan kerukunan warga,” kata Eko. (ich/arf)