JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menyiapkan Kader Penggerak (KP) MUI Desa sebagai ujung tombak dakwah di tengah masyarakat.
Langkah tersebut diwujudkan melalui program Pelatihan dan Upgrading Calon Khotib dan Da’i yang akan digelar pada 15–30 Agustus 2026.

“Hari ini kita sengaja mengangkat tema revitalisasi. Kita menganggap penting bahwa KP MUI Desa menjadi ujung tombak dakwah di semua wilayah Gresik,” ujar Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag., saat Konsolidasi Organisasi MUI Kecamatan se-Kabupaten Gresik di Auditorium MUI Gresik, Jumat (26/6/2026).
Konsolidasi bertema “Revitalisasi Peran Ulama sebagai Ujung Tombak Dakwah” itu menjadi forum untuk memperkuat peran ulama sekaligus membahas strategi pemberdayaan kader MUI di tingkat desa agar semakin dekat dengan masyarakat.
Prof. Abdul Chalik menegaskan, MUI hadir sebagai lembaga yang berorientasi pada pelayanan umat. Karena itu, keberadaan Kader Penggerak MUI Desa dinilai sangat strategis dalam memperluas jangkauan dakwah dan menjawab berbagai persoalan keagamaan di tingkat akar rumput.
“MUI hadir di tengah masyarakat dengan esensi pelayanan. Karena itu, kader di tingkat desa harus diperkuat agar mampu menjalankan fungsi dakwah secara maksimal,” katanya.
Sementara itu, Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun, M.Ag., menjelaskan bahwa konsolidasi organisasi juga difokuskan pada penguatan tata kelola organisasi berbasis Asset-Based Driven Governance (ABDG), yakni memaksimalkan seluruh potensi dan aset yang dimiliki MUI.
“MUI Gresik dalam menjalankan organisasi menerapkan tata kelola berbasis Asset-Based Driven Governance (ABDG), yaitu memaksimalkan seluruh aset yang dimiliki internal organisasi,” ujar Makmun.
Ia menambahkan, program pelatihan calon khotib dan da’i bertujuan meningkatkan kapasitas kader dakwah agar mampu menyampaikan pesan-pesan keislaman yang moderat, berlandaskan nilai keislaman dan kebangsaan.
“Program ini bertujuan meningkatkan kapasitas calon khotib dan da’i, memperkuat posisi MUI sebagai sarana dakwah moderat, sekaligus menyiapkan kader yang siap menjadi corong ulama di tengah masyarakat,” jelasnya.
Selain membahas penguatan dakwah, forum tersebut juga menekankan pentingnya tata kelola organisasi yang baik. Bendahara Umum MUI Kabupaten Gresik, H. Khoirul Anwar, S.H., mengingatkan seluruh MUI Kecamatan agar tetap tertib dalam administrasi meski menghadapi keterbatasan anggaran.
“Meskipun ada efisiensi anggaran yang berimbas ke MUI, kita harus tetap bersyukur dengan terus melakukan inovasi dalam menjalankan pelayanan umat dan berbagai kegiatan organisasi,” kata Khoirul.
Ia juga meminta anggaran yang dialokasikan MUI Kabupaten dimanfaatkan secara optimal untuk mendukung pemberdayaan Kader Penggerak MUI Desa melalui pelatihan khotib dan da’i.
Kegiatan konsolidasi tersebut turut dirangkaikan dengan agenda reses atau serap aspirasi Anggota DPRD Kabupaten Gresik Fraksi PKB, H. Dimas Setio Wicaksono, S.H., M.Kn., yang juga merupakan Anggota Komisi Dakwah, Penelitian dan Pengembangan Masyarakat MUI Kabupaten Gresik. (bas/arf)