JAVASATU.COM- Puncak Haul Masyayikh Pondok Pesantren (Ponpes) Zainal Abidin di Desa Bungah, Kecamatan Bungah, Kabupaten Gresik, menjadi momentum untuk menghidupkan kembali semangat dakwah dan perjuangan para ulama yang telah meletakkan fondasi pendidikan Islam di wilayah Gresik Utara. Ratusan jemaah, santri, alumni, kiai, hingga tokoh masyarakat memadati lokasi haul yang digelar pada Jumat (26/6/2026).

“Haul ke-86 KH Zainal Abidin ini menjadi momentum untuk meneladani sejarah perjuangan dakwah beliau dahulu. Sehingga nilai perjuangan itu terus hidup dan diamalkan dari generasi ke generasi,” ujar alumni Ponpes Zainal Abidin Bungah, Agus Abdul Muiz.
Haul Masyayikh yang berlangsung selama dua hari, 25-26 Juni 2026, tidak hanya diisi doa bersama untuk para pendiri dan pengasuh pesantren, tetapi juga menjadi ruang refleksi atas warisan keilmuan dan nilai-nilai perjuangan yang ditanamkan para ulama kepada masyarakat.
Muiz menjelaskan, KH Zainal Abidin merupakan ulama kharismatik yang memiliki peran besar dalam menyebarkan dakwah Islam dan membangun tradisi pendidikan pesantren di Kecamatan Bungah. Perjuangan tersebut kemudian dilanjutkan oleh KH As’ad Thohir dan kini diteruskan oleh KH Muhammad Ali Musthofa.
“Beliau KH Zainal Abidin merupakan sosok ulama kharismatik. Bahkan menurut cerita, saat adzan suara beliau terdengar hingga Ngawen. Beliau juga memiliki banyak murid yang kemudian menjadi tokoh agama di berbagai daerah,” katanya.
Menurutnya, semangat perjuangan para muassis pesantren harus terus diwariskan kepada generasi muda agar nilai keikhlasan, pengabdian, dan dakwah tetap menjadi fondasi dalam membangun kehidupan bermasyarakat.
Sementara itu, Kepala Desa Bungah, Subakir, menilai keberadaan pondok pesantren telah memberikan kontribusi besar dalam membentuk karakter religius masyarakat Desa Bungah.
Ia berharap tradisi haul mampu mempererat hubungan antara ulama, santri, alumni, dan masyarakat sekaligus menjaga keberlanjutan nilai-nilai Islam di tengah perkembangan zaman.
“Alhamdulillah, di Desa Bungah banyak berdiri pondok pesantren yang selama ini memiliki peran penting dalam memperkuat keilmuan serta nilai-nilai spiritual masyarakat. Karena itu, kehidupan masyarakat tetap religius dan kondusif,” ujarnya.
Haul Masyayikh Ponpes Zainal Abidin juga menjadi ajang silaturahmi lintas generasi. Para alumni yang datang dari berbagai daerah berkumpul kembali bersama santri dan masyarakat untuk mengenang jasa para pendiri pesantren sekaligus memperkuat komitmen menjaga tradisi keilmuan Islam.
Kegiatan tersebut turut dihadiri para pengasuh pondok pesantren di wilayah Kecamatan Bungah, tokoh masyarakat, anggota DPRD Gresik Husnul Fiqhan, kepala desa, serta ratusan jemaah dari berbagai wilayah di Kabupaten Gresik. (bas/nuh)