JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tandjung, menyampaikan apresiasi kepada Kepolisian Negara Republik Indonesia (Polri) pada momentum Hari Bhayangkara ke-80 yang mengusung tema “80 Tahun Mengabdi, Polri untuk Masyarakat”.
Menurut Founder Nasky Milenial Center (NMC) itu, Polri di bawah kepemimpinan Kapolri Jenderal Pol. Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si. terus melakukan refleksi, inovasi, dan transformasi menuju institusi yang profesional, modern, humanis, serta semakin dekat dengan masyarakat.
Pernyataan tersebut disampaikan Nasky saat menjadi pembicara dalam Focus Group Discussion (FGD) bertajuk “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat; Memimpin dengan Keteladanan: Rekam Jejak Jenderal Polisi Drs. Listyo Sigit Prabowo, M.Si bagi NKRI”, yang digelar di Amecca Eatery, Jakarta Timur, Kamis (2/7/2026).

“Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil, kami mengucapkan terima kasih dan apresiasi setinggi-tingginya kepada seluruh jajaran Polri, mulai dari Mabes Polri, Polda, Polres hingga Polsek di seluruh Indonesia atas kerja nyata, dedikasi, dan pengabdian dalam menjaga keamanan dan ketertiban masyarakat. Semoga seluruh Korps Bhayangkara senantiasa diberkahi dan dilindungi Allah SWT. Dirgahayu Bhayangkara ke-80, teruslah mengabdi untuk masyarakat dan NKRI,” kata Nasky.
Alumnus INDEF School of Political Economy Jakarta itu menilai, berdasarkan berbagai data dan fakta, Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo berhasil memberikan kontribusi nyata dalam mendukung program prioritas pemerintahan Presiden Prabowo Subianto, khususnya melalui implementasi Asta Cita.
Program tersebut meliputi penguatan ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis (MBG), pemberantasan narkoba, tindak pidana perdagangan orang (TPPO), judi online, penyelamatan keuangan negara, penguatan supremasi hukum yang berkeadilan, perlindungan hak asasi manusia, serta menjaga stabilitas keamanan nasional selama transisi politik.
Selain itu, tingkat kepercayaan publik terhadap Polri disebut mencapai 82,4 persen.
Menurut Nasky, sejumlah capaian Polri layak diapresiasi. Salah satunya adalah keberhasilan mempertahankan zero accident dalam pelaksanaan Program Makan Bergizi Gratis.
Hingga Juni 2026, Polri telah membangun 1.415 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) atau dapur MBG, dengan 828 unit di antaranya telah beroperasi. Jumlah tersebut ditargetkan meningkat menjadi 1.500 unit pada akhir tahun, dengan potensi melayani sekitar 3,5 juta penerima manfaat, termasuk masyarakat di wilayah tertinggal, terdepan, dan terluar (3T).
Di bidang pemberantasan kejahatan ekonomi, Polri juga berhasil menyelamatkan potensi kerugian negara sebesar Rp756 miliar dari tindak pidana di sektor minyak dan gas.
Sementara dalam pemberantasan narkotika, sepanjang 2026 Polri mengungkap 24.837 perkara, menetapkan 32.792 tersangka, menyelamatkan sekitar 89 juta jiwa dari bahaya narkoba, serta mentransformasi 148 kampung narkoba menjadi kawasan yang bersih dari peredaran narkotika.
Pada sektor pemberantasan judi online, hingga Juni 2026 Polri mengungkap 718 perkara, menetapkan 1.164 tersangka, serta menyita barang bukti senilai Rp1,75 triliun. Polri juga bekerja sama dengan Kementerian Komunikasi dan Digital memblokir sekitar 278 ribu situs dan konten perjudian daring.
Di bidang ketahanan pangan, sejak 2025 hingga kuartal II 2026 Polri turut mendukung program swasembada pangan melalui panen raya jagung dengan total produksi mencapai 5,7 juta ton.
Dukungan tersebut dilakukan melalui pemanfaatan lahan produktif, pengembangan pekarangan pangan bergizi, pengawasan distribusi bantuan pemerintah dan hasil panen, hingga memfasilitasi Kredit Usaha Rakyat (KUR) bagi petani melalui bank-bank Himbara.
Polri juga membangun 29 gudang ketahanan pangan untuk memperkuat distribusi hasil pertanian serta membangun ekosistem rantai pasok yang melibatkan 12.420 UMKM, termasuk kelompok tani, peternak, nelayan, dan koperasi.
Di sektor ketenagakerjaan, melalui Desk Ketenagakerjaan, Polri telah memfasilitasi 4.216 buruh korban pemutusan hubungan kerja (PHK) memperoleh pekerjaan kembali, sekaligus menangani berbagai dugaan tindak pidana ketenagakerjaan.
Atas kontribusi tersebut, Polri menerima penghargaan dari International Trade Union Confederation (ITUC) atas dedikasinya dalam memberikan perlindungan kepada pekerja.
Nasky yang juga penulis buku “Polri Presisi: Visi, Kerja Nyata, dan Dedikasi untuk Masyarakat” menilai kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo bersifat nasionalis, progresif, visioner, dan transformasional.
“Publik harus objektif mengakui bahwa Polri di bawah kepemimpinan Jenderal Listyo Sigit Prabowo menunjukkan kinerja dan dedikasi yang luar biasa. Visi Polri Presisi dan Polri untuk Masyarakat bukan sekadar slogan, tetapi diwujudkan melalui reformasi internal dan transformasi pelayanan publik yang nyata,” ujarnya.
Ia menambahkan, keterlibatan Polri dalam berbagai program yang langsung menyentuh masyarakat, seperti pemberantasan narkoba, TPPO, judi online, ketahanan pangan, Makan Bergizi Gratis, perlindungan pekerja terdampak PHK, hingga bakti kesehatan merupakan bukti nyata kehadiran Polri di berbagai sektor strategis.
“Kami berharap Hari Bhayangkara ke-80 semakin memperkuat komitmen Polri untuk terus berinovasi dan bertransformasi dalam melayani, mengayomi, dan melindungi masyarakat, sekaligus menjunjung tinggi demokrasi, supremasi hukum, keadilan, profesionalisme, dan nilai-nilai kemanusiaan,” katanya.
Nasky juga menyampaikan apresiasi atas berbagai pencapaian Polri yang dinilainya terus berbenah, bertransformasi, dan menunjukkan kinerja positif sebagai pelindung, pengayom, dan pelayan masyarakat.
“Ke depan Polri harus semakin dekat dengan masyarakat, semakin profesional, semakin maksimal, dan semakin Presisi,” tuturnya.
Di akhir paparannya, Nasky menilai kepedulian dan keberpihakan Polri selaras dengan Asta Cita Presiden Prabowo Subianto menuju Indonesia Emas 2045.
“Tagline ‘Polri untuk Masyarakat’ benar-benar diwujudkan di lapangan. Masyarakat merasakan langsung kehadiran Polri dalam menciptakan rasa aman dan nyaman,” pungkasnya.
FGD yang diselenggarakan Nasky Milenial Center (NMC) tersebut juga diisi dengan santunan kepada anak yatim serta doa bersama untuk seluruh personel Polri. Kegiatan dihadiri berbagai elemen masyarakat, mahasiswa, dan organisasi kepemudaan sebagai bagian dari refleksi memperingati Hari Bhayangkara ke-80. (arf)