JAVASATU.COM- Penyanyi bertopeng Uty kembali meramaikan industri musik Tanah Air dengan merilis single terbaru berjudul Pacar Virtual. Lagu yang diluncurkan bersamaan dengan EP perdananya itu mengangkat fenomena percintaan di era digital, ketika banyak orang memulai hubungan melalui media sosial, aplikasi kencan, hingga layanan percakapan daring.

Single Pacar Virtual menjadi lagu utama dalam EP yang memuat empat lagu, terdiri dari tiga karya baru dan satu lagu yang pernah dirilis sebelumnya dalam aransemen baru.
“Lagu ini tentang sepasang kekasih yang dipertemukan lewat gawai dan ini rasanya relate dengan kondisi perkembangan zaman digital saat ini. Di era sekarang banyak orang mencari pasangan hidupnya melalui chat, sosial media, aplikasi kencan dan sejenisnya,” ujar Uty, Senin (13/7/2026).
Di bawah naungan WYG Production, lagu Pacar Virtual diciptakan oleh Lilik Astuti, pemilik label tersebut, dan diaransemen oleh musisi muda Raditya Ibrahim.
Lagu bergenre pop ini dipadukan dengan sentuhan musik Amerika Latin serta petikan gitar bernuansa Spanyol yang membuatnya terdengar ringan, ceria, dan mudah dinikmati.
Selain mengusung tema yang dekat dengan kehidupan masyarakat modern, Uty juga tetap mempertahankan identitas panggungnya sebagai penyanyi bertopeng. Baginya, topeng bukan sekadar gaya visual, melainkan simbol kebebasan berekspresi agar publik lebih mengenal karya dibanding sosok di baliknya.
“Saya menggunakan topeng bukan untuk menyembunyikan siapa saya, tapi untuk membiarkan musik saya berbicara lebih jujur. Saya ingin orang-orang lebih fokus untuk mengenal karya-karya saya,” katanya.
Sebelum merilis EP ini, Uty telah memperkenalkan diri lewat dua single pop, yakni Panggil Namaku dan Berserah. Melalui EP Pacar Virtual, ia ingin menghadirkan warna musik yang lebih beragam sekaligus menunjukkan perkembangan musikalitasnya.
“Saya ingin pendengar musik Indonesia ikut merasakan pesan cinta yang saya sampaikan, yang tersembunyi di balik lagu-lagu dan topeng misteri saya. Semoga karya saya ini bisa memberikan kesan tersendiri di kuping dan hati penikmat musik Indonesia,” tuturnya.
Uty mengakui proses produksi Pacar Virtual menjadi tantangan tersendiri karena berbeda dari lagu-lagu sebelumnya yang lebih bernuansa ballad. Pengerjaan lagu mulai dari aransemen hingga proses rekaman vokal memakan waktu sekitar dua pekan.
“Pengerjaan lagu ini butuh waktu dua minggu dari musik digarap hingga take vocal. Kesulitannya karena ini berbeda dari lagu-lagu saya sebelumnya yang lebih ballad. Saya belum terbiasa dengan lagu bertempo cepat, ini jadi tantangan baru buat saya,” ungkapnya.
Selain Pacar Virtual, EP perdana Uty juga menghadirkan tiga lagu lainnya, yakni Entah Kapan yang mengusung nuansa dream pop, ambient, dan slowcore, Berat Yang Indah dengan warna pop ballad, serta Panggil Namaku yang diaransemen ulang dalam format live session akustik.
Kini, EP Pacar Virtual beserta single utamanya telah tersedia di berbagai platform musik digital dan kanal YouTube Uty Official Music/WYG Production. Lewat karya tersebut, Uty berharap musiknya dapat diterima masyarakat sekaligus memberi warna baru bagi industri musik Indonesia. (dic)