JAVASATU.COM- Solois asal Malang, Septears, kembali menghadirkan karya terbaru bertajuk “Hitam”. Berbeda dari lagu patah hati pada umumnya, single keempat ini mengajak pendengar berdamai dengan luka masa lalu dan menerima bahwa tidak semua rasa sakit harus dihapus dari kehidupan.

Melalui lagu bergenre ballad jazz yang akan dirilis di berbagai platform musik digital pada 16 Juli 2026, Septears mengangkat pesan bahwa luka bukan sesuatu yang harus dilupakan, melainkan bagian dari perjalanan hidup yang membentuk seseorang menjadi lebih dewasa.
“Ketika seseorang merasa sudah move on, sebenarnya luka itu tidak benar-benar hilang. Luka tetap berada di tempat yang sama, hanya saja dunia kita menjadi lebih luas sehingga rasa sakit itu tidak lagi mendominasi kehidupan,” ujar Septears, Rabu (8/7/2026).
Dalam lagu “Hitam”, Septears menggambarkan bagaimana seseorang sering kali mencari pelarian untuk menghapus rasa sepi setelah kehilangan orang yang dicintai. Namun, pada akhirnya, pelarian tersebut justru membawa kesadaran bahwa menerima luka jauh lebih penting daripada berusaha menghilangkannya.
Bagi Septears, seseorang yang telah berdamai dengan masa lalu bukan berarti melupakan semua kenangan. Justru ketika mengingat kembali momen-momen indah, yang berubah adalah cara memandang kenangan tersebut, bukan kenangannya.
“Ketika teringat momen-momen indah dahulu, perasaan kita sudah jauh berbeda. Di situlah kita mulai benar-benar berdamai dengan luka yang pernah ada,” katanya.
Pesan itu dituangkan melalui penggalan lirik, “Rimbanya sepi pernah ku lalui, walau mungkin ku belum sempat mengakhiri.” Lirik tersebut menjadi inti dari lagu yang menggambarkan bahwa rasa sepi mungkin tetap ada, tetapi tidak lagi menguasai kehidupan seseorang.
Nuansa emosional lagu semakin terasa melalui balutan musik ballad jazz yang sederhana namun mendalam. Aransemen lagu digarap oleh Decky Anugrah sebagai produser dan arranger dengan konsep simple is more, agar setiap instrumen mampu memperkuat makna lirik tanpa berlebihan.
“Tantangan terbesar saat menggarap lagu ini adalah membuat aransemen tetap sederhana, tetapi mampu menghadirkan suasana gelap di tengah pikiran yang ramai. Karena itu, kami membiarkan drum tetap mempertahankan nuansa kelam meski lagu mulai bergerak ke suasana yang lebih terang,” ujar Decky Anugrah.
Proses produksi lagu “Hitam” juga melibatkan Hanung Paraduta yang mengerjakan mixing, mastering, sekaligus mengisi gitar di Paraduta Record, dengan dukungan Ilham Nur Syuhada.
Melalui single ini, Septears berharap pendengarnya tidak lagi memandang luka sebagai sesuatu yang harus disingkirkan. Sebaliknya, luka dapat diterima sebagai bagian dari perjalanan hidup yang mengajarkan banyak hal.
“Saya berharap ‘Hitam’ bisa menemukan pendengarnya, memeluk mereka yang pernah terluka, dan mengingatkan bahwa tidak semua luka harus dilepaskan. Ada luka yang cukup diterima dan dijalani bersama perjalanan hidup,” tutup Septears.
Single “Hitam” akan resmi tersedia di seluruh platform musik digital mulai 16 Juli 2026 dan menjadi karya keempat Septears setelah sebelumnya merilis “Senyumanmu” pada 2025. (nuh)