JAVASATU.COM- Analis kebijakan publik dan sosial-politik nasional, Nasky Putra Tanjung, menilai percepatan transformasi digital yang dilakukan PT PLN (Persero) di bawah kepemimpinan Direktur Utama PLN Darmawan Prasodjo melalui penerapan Advanced Metering Infrastructure (AMI) atau Smart Meter merupakan langkah strategis dalam meningkatkan kualitas layanan ketenagalistrikan nasional.

Menurut Nasky, implementasi Smart Meter AMI yang terus diperluas di berbagai Unit Induk Distribusi (UID) PLN menunjukkan komitmen perusahaan dalam menghadirkan layanan yang semakin akurat, transparan, efisien, dan responsif terhadap kebutuhan pelanggan.
“Inovasi ini bukan sekadar modernisasi teknologi, tetapi menjadi lompatan besar dalam membangun sistem kelistrikan nasional yang lebih transparan, efisien, dan berorientasi pada pelayanan masyarakat,” ujar Nasky kepada awak media di Jakarta, Rabu (8/7/2026).
Smart Meter AMI Tingkatkan Transparansi Layanan
Nasky yang juga alumnus INDEF School of Political Economy mengatakan transformasi digital yang dijalankan PLN telah menjawab kebutuhan masyarakat terhadap layanan kelistrikan yang semakin mudah, cepat, dan berbasis teknologi.
Sejak mulai diterapkan pada 2023, Smart Meter AMI telah digunakan sekitar 1,2 juta pelanggan di sejumlah wilayah operasional PLN. Teknologi tersebut memungkinkan pencatatan konsumsi listrik dilakukan secara otomatis, meningkatkan akurasi pengukuran, serta memudahkan pelanggan memantau penggunaan listrik dan tagihan yang sedang berjalan.
“Kebijakan PLN saat ini semakin menjawab kebutuhan masyarakat. Dengan Smart Meter AMI, pelanggan memperoleh layanan yang lebih cepat, transparan, dan berbasis digital. Ini merupakan langkah positif yang menempatkan masyarakat sebagai fokus utama transformasi pelayanan,” katanya.
Sebagai bagian dari elemen masyarakat sipil (civil society), Nasky menyampaikan apresiasi atas konsistensi dan kontribusi nyata PLN dalam menghadirkan inovasi yang memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pelayanan publik. Ia optimistis implementasi Smart Meter AMI akan mendorong pengelolaan sistem kelistrikan yang semakin efisien sekaligus meningkatkan kepercayaan pelanggan melalui transparansi data penggunaan listrik.
“Kami mengapresiasi konsistensi PLN dalam menghadirkan inovasi yang berdampak langsung bagi peningkatan kualitas pelayanan publik. Smart Meter AMI menjadi salah satu wujud transformasi yang memberikan manfaat nyata bagi masyarakat,” ujarnya.
Dorong Edukasi dan Perluasan Implementasi
Nasky menambahkan, Indonesia saat ini tengah bergerak menuju konsep digital welfare state, di mana pelayanan publik dituntut semakin proaktif, cepat, dan efisien. Menurutnya, digitalisasi membuat pelayanan publik tidak lagi bersifat reaktif, tetapi mampu memberikan solusi secara cepat dan tepat.
“Dalam konteks ini, implementasi Smart Meter AMI merupakan bagian penting dari arah besar transformasi digital nasional,” terangnya.
Meski demikian, ia mendorong PLN terus memperluas implementasi Smart Meter AMI yang diiringi sosialisasi dan edukasi secara masif kepada masyarakat, mulai dari cara kerja perangkat, perlindungan data pelanggan, hingga mekanisme layanan apabila terjadi kendala.
“Transformasi digital akan semakin berhasil apabila masyarakat memahami manfaat teknologi yang digunakan. Karena itu, edukasi harus berjalan seiring dengan perluasan implementasi Smart Meter,” tambahnya.
Di akhir keterangannya, Founder Nasky Milenial Center (NMC) itu berharap PLN menjaga konsistensi transformasi digital agar mampu menghadirkan sistem kelistrikan yang semakin modern, andal, serta mendukung pertumbuhan ekonomi nasional.
“Masyarakat menaruh harapan besar terhadap inovasi dan kerja nyata PLN. Smart Meter AMI diharapkan menjadi penguat transformasi pelayanan sehingga hubungan antara pelanggan dan PLN semakin mudah, cepat, dan tanpa hambatan birokrasi,” tutupnya. (arf)