JAVASATU.COM- Kelurahan Kebungson, Kecamatan/ Kabupaten Gresik, memperkuat layanan pendidikan bagi masyarakat melalui implementasi Standar Pelayanan Minimal (SPM) Posyandu. Upaya tersebut dilakukan dengan menyinkronkan enam bidang pelayanan dasar bersama Tim Penggerak (TP) PKK, kader Posyandu, dan mahasiswa BBK 8 KKN Universitas Airlangga (Unair) Tahun 2026.

Kegiatan yang digelar di Ruang Serbaguna Kantor Kelurahan Kebungson, Senin (20/7/2026), tidak hanya membahas sinkronisasi pendataan enam bidang SPM, tetapi juga meningkatkan pemahaman kader mengenai keterkaitan layanan pendidikan dengan pengasuhan dan tumbuh kembang anak usia dini.
“Dengan data yang sinkron di seluruh bidang SPM, kita dapat lebih cepat mengidentifikasi wilayah yang membutuhkan perhatian khusus sehingga pemenuhan pelayanan minimal di Kebungson, termasuk bidang pendidikan, dapat terlaksana secara optimal,” kata Kepala Kelurahan Kebungson, M. Fither Kuntajaya, ST., MM., C.LMP.
Enam bidang SPM yang diselaraskan meliputi pendidikan, kesehatan, pekerjaan umum, perumahan rakyat, ketenteraman dan ketertiban umum serta perlindungan masyarakat, hingga sosial. Sinkronisasi data tersebut diharapkan membuat pelayanan dasar lebih tepat sasaran, khususnya bagi ibu, anak, dan kelompok rentan.
Selain memperkuat sistem pendataan, kegiatan ini juga menjadi sarana edukasi bagi kader Posyandu dan pengurus TP PKK agar mampu memberikan pendampingan yang lebih baik kepada masyarakat terkait akses layanan pendidikan dan pengasuhan anak.
“Keterlibatan mahasiswa merupakan wujud dukungan perguruan tinggi terhadap peningkatan pelayanan publik sekaligus edukasi masyarakat. Pendampingan ini diharapkan membantu kader membangun sistem pencatatan yang lebih tertib dan akurat, sekaligus menjadi sarana transfer pengetahuan di tingkat akar rumput,” ujar Ketua BBK 8 KKN Universitas Airlangga, M. Anwar Asyadi.
Kolaborasi antara Pemerintah Kelurahan Kebungson, TP PKK, kader Posyandu, dan mahasiswa KKN Universitas Airlangga diharapkan mampu memperkuat implementasi enam bidang SPM Posyandu, khususnya pada sektor pendidikan. Melalui sinergi tersebut, kualitas pelayanan dasar bagi masyarakat diharapkan semakin meningkat.
“Implementasi enam bidang SPM, khususnya bidang pendidikan, diharapkan semakin efektif demi peningkatan kualitas pelayanan dasar bagi ibu, anak, dan kelompok rentan lainnya,” harapnya. (bas/arf)