JAVASATU.COM- Pengurus Besar Taekwondo Indonesia (PBTI) mencatat capaian penting di bawah kepemimpinan Ketua Umum Letjen TNI Richard Tampubolon. Untuk pertama kalinya, Indonesia dipercaya menjadi tuan rumah 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 berstatus World Taekwondo G2, yang akan digelar di Tennis Indoor Gelora Bung Karno (GBK), Jakarta, pada 1-5 Agustus 2026.

Kepercayaan dari federasi taekwondo dunia tersebut dinilai menjadi bukti meningkatnya reputasi Indonesia dalam penyelenggaraan ajang olahraga internasional sekaligus memperkuat posisi PBTI di tingkat Asia.
“Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships (G2) menjadi ajang strategis bagi atlet Indonesia untuk meningkatkan prestasi dan daya saing internasional,” tegas Ketua Umum PBTI, Letjen TNI Richard Tampubolon, Rabu (22/7/2026).
Selain menjadi tuan rumah, PBTI juga memanggil 31 atlet terbaik hasil Kejuaraan International Ksatria Nusantara Series Bandung Utama 2026 untuk dipersiapkan menghadapi kejuaraan tersebut. Dari jumlah itu, tujuh atlet merupakan penghuni Pelatnas Taekwondo Indonesia, sedangkan sisanya merupakan atlet hasil pembinaan daerah.
Langkah tersebut menunjukkan komitmen PBTI dalam membuka kesempatan bagi atlet-atlet potensial dari berbagai daerah untuk merasakan atmosfer kompetisi level Asia sekaligus meningkatkan daya saing mereka di kancah internasional.
“Kejuaraan ini menjadi ajang strategis bagi atlet Indonesia untuk mendapatkan pengalaman bertanding melawan atlet-atlet elite dunia, meningkatkan peringkat dunia, sekaligus menjadi bahan evaluasi pembinaan menuju kejuaraan internasional berikutnya,” ujar Richard.
PBTI menargetkan kejuaraan berstatus World Taekwondo G2 ini tidak hanya menjadi ajang berburu prestasi, tetapi juga kesempatan bagi atlet Indonesia mengumpulkan poin ranking dunia. Selain itu, hasil pertandingan akan menjadi bahan evaluasi aspek teknis, fisik, mental, dan strategi atlet menuju agenda internasional berikutnya.
Sementara itu, Sekretaris Jenderal PBTI Rafael Hotasi Siagian menilai penyelenggaraan kejuaraan tersebut menjadi momentum bagi Indonesia untuk menunjukkan kapasitas sebagai penyelenggara event olahraga internasional.
“Ini menjadi momentum bagi Indonesia untuk kembali menunjukkan kapasitasnya sebagai penyelenggara event internasional,” kata Rafael.
Menurut Rafael, PBTI telah menyiapkan seluruh kebutuhan penyelenggaraan secara matang, mulai dari perangkat pertandingan, wasit bersertifikat internasional, pelatih, manajer pertandingan, hingga tenaga teknis. Program penyegaran wasit internasional dan technical meeting juga telah dijadwalkan sebelum pertandingan berlangsung.
Kejuaraan 8th Asian Taekwondo Indonesia Open Championships 2026 akan mempertandingkan nomor Poomsae Recognized dan Poomsae Freestyle pada 1-2 Agustus 2026. Selanjutnya, nomor Kyorugi Senior Putra dan Kyorugi Senior Putri akan berlangsung pada 3-5 Agustus 2026.
PBTI menilai keberhasilan menghadirkan ajang berstatus World Taekwondo G2 ke Jakarta menjadi tonggak penting dalam perjalanan organisasi. Selain membuka peluang peningkatan prestasi atlet nasional, capaian tersebut juga memperkuat kepercayaan internasional terhadap Indonesia sebagai tuan rumah kejuaraan taekwondo bergengsi di tingkat Asia. (kur)