JAVASATU.COM- Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto mengingatkan bahwa perang narasi menjadi salah satu ancaman paling berbahaya di era perkembangan teknologi informasi. Karena itu, setiap perwira TNI dituntut memiliki pola pikir strategis, adaptif, dan mampu memahami perubahan karakter ancaman yang terus berkembang.

Pernyataan tersebut disampaikan Panglima TNI saat memberikan pembekalan kepada 152 Perwira Siswa (Pasis) Pendidikan Reguler (Dikreg) LV Sesko TNI di Gedung Serasan, Sesko TNI, Bandung, Jawa Barat, Kamis (23/7/2026). Peserta pembekalan terdiri atas 72 Pasis TNI AD, 38 Pasis TNI AL, 27 Pasis TNI AU, dan 15 Pasis Polri.
“Perang narasi merupakan salah satu ancaman paling berbahaya saat ini,” tegas Panglima TNI Jenderal TNI Agus Subiyanto.
Dalam pembekalannya, Panglima TNI menjelaskan bahwa perubahan lingkungan strategis global telah mengubah karakter peperangan.
Menurutnya, perang modern tidak lagi hanya mengandalkan kekuatan militer konvensional, tetapi juga memanfaatkan berbagai bentuk serangan nonfisik yang dapat memengaruhi opini publik dan stabilitas suatu negara.
“Perang modern tidak lagi hanya mengandalkan invasi militer, tetapi melalui kombinasi perang kinetik dan nonkinetik,” ujarnya.
Menghadapi kondisi tersebut, Panglima TNI meminta para perwira terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan tidak berhenti belajar agar mampu menghadapi tantangan tugas yang semakin kompleks.
“Setiap perwira harus terus meningkatkan kapasitas diri, memperluas wawasan, dan terus belajar sebagai bekal menghadapi tantangan tugas,” kata Agus Subiyanto.
Selain membahas tantangan keamanan, Panglima TNI juga menyoroti potensi besar Indonesia di masa depan. Menurutnya, Indonesia berpeluang menjadi salah satu kekuatan ekonomi dunia apabila mampu mengelola dan menjaga kekayaan sumber daya alam secara optimal.
“Indonesia mempunyai potensi menjadi salah satu kekuatan ekonomi di masa mendatang apabila sumber daya alam dapat dikelola dan dijaga dengan baik,” ungkapnya.
Panglima TNI menegaskan, melalui pembinaan sumber daya manusia yang unggul, TNI berkomitmen mencetak pemimpin yang profesional, adaptif, dan berwawasan strategis guna menjaga kedaulatan negara, mempertahankan keutuhan wilayah, serta melindungi seluruh rakyat Indonesia. (saf)