email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 27 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Anak-anak Makin Bergantung pada Gadget, JMSI Bondowoso Hidupkan Permainan Tradisional

by Yondi Ari
24 Juli 2026

JAVASATU.COM- Ketergantungan anak terhadap gadget menjadi perhatian berbagai kalangan. Untuk mengurangi kebiasaan tersebut sekaligus mengenalkan kembali permainan tradisional, Jaringan Media Siber Indonesia (JMSI) Cabang Bondowoso mengajak 100 anak taman kanak-kanak bermain lompat tali, engklek, dan dakon dalam peringatan Hari Anak Nasional (HAN) 2026.

Dok: JMSI Bondowoso

Kegiatan bertema “Sayangi Anak, Lindungi dan Bangun Masa Depan” dengan subtema “Ayo Bermain Tanpa Gadget” itu digelar di halaman TK Pembina Kecamatan/Kabupaten Bondowoso, Kamis (23/7/2026), bekerja sama dengan Pemerintah Kabupaten Bondowoso dan DPRD Bondowoso.

“Perkembangan teknologi memang tidak bisa kita nafikan. Namun, banyak cara mengasuh anak yang tidak bergantung pada gadget. Sekarang anak menangis sedikit langsung diberikan HP. Padahal, kita bisa mengajak mereka bermain permainan tradisional seperti lompat tali, engklek, maupun dakon,” kata Ketua JMSI Cabang Bondowoso, Bahrullah.

Menurut Bahrullah, permainan tradisional tidak hanya menjadi sarana hiburan, tetapi juga mampu melatih interaksi sosial, kerja sama, serta kemampuan motorik anak. Karena itu, orang tua diharapkan tidak menjadikan gadget sebagai solusi instan saat anak rewel.

“Kami selaku insan pers berkewajiban menyajikan pemberitaan yang positif, edukatif, dan ramah anak. Kami berharap Hari Anak Nasional menjadi refleksi bagi kita semua sebagai orang tua untuk terus memperbaiki pola pengasuhan anak,” ujarnya.

Dalam kegiatan tersebut, anak-anak diajak meninggalkan layar gawai dan menikmati permainan tradisional yang dulu akrab dimainkan, seperti lompat tali, engklek, dan dakon. Setiap peserta yang mengikuti permainan mendapatkan hadiah berupa perlengkapan sekolah.

Keceriaan terlihat dari wajah Tiara, siswi TK Alifiyah, yang mengaku senang bisa bermain bersama teman-temannya.

“Tadi main lompat tali dan dapat hadiah. Senang main sama teman-teman dan dapat hadiah,” katanya.

Tak hanya anak-anak, para orang tua juga mendapatkan edukasi melalui sesi parenting yang disampaikan Dinas Sosial P3AKB Bondowoso. Salah seorang wali murid, Kamalia, menilai kegiatan tersebut menjadi pengingat pentingnya kehadiran orang tua dalam mendampingi tumbuh kembang anak.

“Banyak sekali ilmu yang didapat. Kita harus lebih dekat dengan anak karena keberadaan orang tua itu sangat dibutuhkan. Daripada anak-anak dibiarkan main gadget, lebih baik kita ajak bermain permainan jadul dan tradisional,” tuturnya.

Koordinator Komisi IV DPRD Bondowoso, Sinung Sudrajad, mengapresiasi langkah JMSI Bondowoso yang mengangkat permainan tradisional sebagai media edukasi bagi anak-anak. Menurutnya, permainan warisan leluhur mengandung nilai kebersamaan, sportivitas, dan pendidikan karakter yang mulai terkikis akibat derasnya perkembangan teknologi.

“Permainan anak-anak tradisional memiliki filosofi yang sangat luar biasa dan sekarang mulai ditinggalkan karena kemajuan teknologi. Kita akui anak-anak sudah bergantung pada HP. Ketika menjadi kebiasaan, itu tidak baik bagi masa depan mereka,” ujarnya.

BacaJuga :

Kasus SMPN 18 Kota Malang, Ginanjar Ungkap Rantai Tanggung Jawab Pendidikan

Hari Tani Nasional, Anak TK di Depok Belajar Jadi Petani dari Kebun Sekolah

Sinung menambahkan, melestarikan permainan tradisional juga berarti menjaga sejarah dan identitas budaya bangsa agar tidak hilang di tengah era digital.

“Selalu ingat sejarah. Kita tidak bisa meninggalkan sejarah karena sejarah adalah akar terbentuknya masa depan yang lebih baik,” tegasnya.

Sementara itu, Perwakilan Bunda PAUD Kabupaten Bondowoso, Zakiyatul Fakhiroh As’ad, berharap kegiatan serupa terus dilakukan sehingga anak-anak memiliki lebih banyak ruang bermain yang sehat tanpa bergantung pada gadget.

“Alhamdulillah kegiatan hari ini berjalan dengan lancar. Harapan ke depan semoga anak didik kita dapat tumbuh sesuai dengan cita-cita yang mereka impikan,” katanya.

Melalui momentum Hari Anak Nasional 2026, JMSI Bondowoso ingin mengingatkan bahwa permainan tradisional bukan sekadar warisan budaya, tetapi juga menjadi salah satu cara membangun kedekatan antara anak dan orang tua, sekaligus mengurangi ketergantungan anak terhadap gadget. (dop/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Hari Anak NasionalJMSIKabupaten BondowosoOrganisasiPermainan Tradisional

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

KSPPS NU Dukun Rutin Santuni Anak Yatim, Juga Jalankan Beasiswa

Pameran Tunggal Malya Sasmaya Angkat Dialog Batik Madura di Surabaya

Kapolresta dan Wali Kota Malang Matangkan Deklarasi Ngalam Hebak

Cium Merah Putih, Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Kembali ke Ibu Pertiwi

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Revitalisasi Sekolah di Blitar Disorot, LKGSAI Minta Pengawasan Diperketat

Kasus SMPN 18 Kota Malang, Ginanjar Ungkap Rantai Tanggung Jawab Pendidikan

Ngalam Hebak Digagas Kapolresta Malang Kota, Hanan: Semangatnya Malang Kabeh

Ada Beras Murah di Ngalam Hebak Besok, UMKM Siap Gerakkan Ekonomi Celaket

ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI

Prev Next

POPULER HARI INI

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Mudik Lebaran, Polres Malang Tertibkan Truk Sumbu 3 di Jalur Lawang–Singosari

BERITA LAINNYA

KSPPS NU Dukun Rutin Santuni Anak Yatim, Juga Jalankan Beasiswa

Pameran Tunggal Malya Sasmaya Angkat Dialog Batik Madura di Surabaya

Kapolresta dan Wali Kota Malang Matangkan Deklarasi Ngalam Hebak

Cium Merah Putih, Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Kembali ke Ibu Pertiwi

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Revitalisasi Sekolah di Blitar Disorot, LKGSAI Minta Pengawasan Diperketat

Kasus SMPN 18 Kota Malang, Ginanjar Ungkap Rantai Tanggung Jawab Pendidikan

Ngalam Hebak Digagas Kapolresta Malang Kota, Hanan: Semangatnya Malang Kabeh

Ada Beras Murah di Ngalam Hebak Besok, UMKM Siap Gerakkan Ekonomi Celaket

ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI

Prev Next

POPULER MINGGU INI

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved