JAVASATU.COM- Majelis Ulama Indonesia (MUI) Kabupaten Gresik menekankan pentingnya profesionalisme petugas bimbingan rohani (Bimroh) dalam memberikan pelayanan keagamaan kepada masyarakat.
Pesan itu disampaikan dalam kegiatan Re-Upgrading dan Rapat Koordinasi Petugas Bimroh MUI Gresik di Ruang Rapat Utama MUI Gresik, Selasa (28/7/2026).

Re-upgrading tersebut diikuti seluruh petugas Bimroh MUI Gresik yang bertugas di sejumlah lembaga dan instansi, yakni Rutan Kelas IIB Gresik, Pengadilan Agama Gresik, RSUD Ibnu Sina Gresik, RS Semen Gresik, dan RS Petrokimia Gresik.
“Kita ini relawan atau profesional? Relawan adalah orang yang bekerja sesuai dengan hati dan kesukaannya. Sementara profesional bekerja dengan kontrak yang jelas serta memperoleh reward sesuai porsinya. Saya melihat kita ini dua-duanya. Kita melayani umat dengan hati sebagai relawan, tetapi sekaligus profesional karena memiliki tanggung jawab, standar kerja, dan penghargaan atas tugas yang dijalankan,” kata Wakil Ketua Umum MUI Kabupaten Gresik, Prof. Dr. H. Abdul Chalik, M.Ag.
Menurut Chalik, profesionalisme petugas Bimroh tidak semata-mata diukur dari imbalan yang diterima. Profesionalitas juga tercermin dari tata kerja yang teratur, memiliki standar, serta dapat dipertanggungjawabkan.
“Profesionalitas adalah tata cara pelaksanaan pekerjaan yang dilakukan secara teratur. Dalam teori manajemen dikenal istilah high risk, high return. Semakin tinggi tingkat profesionalitas seseorang, semakin besar manfaat yang akan diperoleh, baik bagi diri sendiri maupun bagi lembaga dan masyarakat yang dilayani,” ujarnya.
Chalik juga menegaskan tugas petugas Bimroh tidak sebatas menyampaikan nasihat atau materi keagamaan. Bimbingan harus mampu dipahami penerima layanan dan memberikan dampak terhadap kondisi spiritual mereka.
“Tugas kita persis seperti guru. Tidak boleh hanya berbicara atau sekadar menyampaikan. Kita harus memastikan apa yang kita sampaikan benar-benar sampai pada tujuannya. Bimbingan rohani harus mampu menghadirkan perubahan, memberikan ketenangan, dan menguatkan spiritual orang yang kita dampingi,” tandasnya.
Prof Chalik juga menyampaikan apresiasi kepada para petugas Bimroh yang selama bertahun-tahun mengabdikan diri mendampingi masyarakat di berbagai lembaga dan instansi.
“Kami mengucapkan terima kasih kepada para Kiai dan bu Nyai yang telah bertahun-tahun mengabdi di MUI sebagai pembimbing rohani dan pembimbing keagamaan. Pengabdian panjenengan semua menjadi bagian penting dari pelayanan MUI kepada masyarakat,” tuturnya.
Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik, Makmun, M.Ag., mengatakan kegiatan re-upgrading digelar untuk memperkuat kompetensi dan menyegarkan kembali pemahaman para petugas mengenai tugas serta tanggung jawabnya.
“Melalui re-upgrading ini, kami ingin memperkuat kompetensi petugas bimbingan rohani, menyegarkan kembali pemahaman mengenai tugas dan tanggung jawab, sekaligus menyamakan langkah dalam memberikan pelayanan kepada masyarakat,” kata Makmun.
Ia berharap peningkatan kapasitas tersebut berdampak pada kualitas pelayanan keagamaan yang lebih efektif, profesional, dan sesuai kebutuhan masyarakat.
“Dengan demikian, pelayanan keagamaan yang diberikan dapat berjalan lebih efektif, profesional, dan memberikan manfaat yang lebih luas bagi umat,” ujarnya. (bas/arf)