JAVASATU.COM- Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Majalengka mendorong terciptanya ruang aman bagi anak mulai dari lingkungan keluarga, sekolah, ruang publik hingga dunia digital. Upaya tersebut diperkuat melalui peringatan Hari Anak Nasional (HAN) ke-42 tingkat Kabupaten Majalengka yang digelar di Gedung Majalengka Creative Center, Selasa (28/7/2026).

Gerakan bertajuk “Ruang Anak, Ruang Nyaman Anak” tersebut menjadi bagian dari komitmen Pemkab Majalengka untuk memastikan anak tumbuh di lingkungan yang aman, ramah, nyaman, dan bebas dari kekerasan.
“Investasi terbaik bangsa bukan hanya pada pembangunan fisik, tetapi pada setiap anak Indonesia. Ketika seluruh pihak bersatu melindungi anak dan memastikan hak-haknya terpenuhi, sesungguhnya kita sedang membangun fondasi masa depan bangsa yang lebih maju, adil, dan berkelanjutan,” kata Bupati Majalengka Eman Suherman saat membacakan sambutan Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (PPPA) RI.
Pemkab Majalengka menilai perlindungan anak tidak cukup hanya dilakukan melalui kebijakan pemerintah. Keluarga, sekolah, masyarakat, serta lingkungan digital harus ikut menjadi ruang yang mendukung tumbuh kembang anak.
Pesan tersebut diperkuat melalui kampanye BERLIAN (Bersama Lindungi Anak Indonesia) dengan tagline “Sayang Anak, Sayang Indonesia”. Kampanye itu mengajak masyarakat menjadikan perlindungan anak sebagai bagian dari budaya kehidupan sehari-hari.
Pemkab Majalengka berharap gerakan “Ruang Anak, Ruang Nyaman Anak” tidak berhenti pada peringatan HAN. Gerakan tersebut diharapkan menjadi komitmen bersama untuk menciptakan lingkungan yang aman, ramah, dan mendukung anak di setiap ruang kehidupannya.
“Kita ingin Kabupaten Majalengka menjadi ruang yang aman, ramah, dan membahagiakan bagi setiap anak. Perlindungan anak harus menjadi tanggung jawab bersama,” tegas Bupati Eman.
Kepala Dinas Pemberdayaan Perempuan, Perlindungan Anak, dan Keluarga Berencana (DP3AKB) Kabupaten Majalengka, Gun Gun Mochamad Dharmadi, mengatakan peringatan HAN tidak hanya diarahkan sebagai kegiatan seremonial. Anak juga dilibatkan secara langsung dalam berbagai kegiatan.
“Rangkaian kegiatan meliputi pelantikan Bunda Forum Anak Daerah tingkat kecamatan, pelantikan Forum Anak Remaja (FARA), lomba mewarnai, hingga penampilan bakat dari anak-anak Sekolah Luar Biasa (SLB),” ujar Gun Gun.
Menurut Gun Gun, pelibatan anak dalam kegiatan tersebut menjadi bagian dari upaya memberikan ruang bagi anak untuk berekspresi, mengembangkan potensi, sekaligus menyampaikan aspirasi.
Sementara itu, Bunda PAUD Kabupaten Majalengka, Hj. Iim Maemunah, menekankan pentingnya keluarga sebagai lingkungan pertama dalam membentuk karakter dan memberikan perlindungan kepada anak.
“Anak-anak adalah potensi besar dan harapan masa depan Majalengka. Pengasuhan penuh kasih sayang serta lingkungan pendidikan yang ramah anak menjadi kunci lahirnya generasi yang cerdas, berkarakter, dan terlindungi,” tuturnya.
Iim menilai menciptakan ruang aman bagi anak harus dimulai dari rumah. Pola pengasuhan yang penuh perhatian dan lingkungan pendidikan yang ramah anak menjadi fondasi sebelum anak berinteraksi lebih luas di masyarakat maupun ruang digital.
Di sisi lain, tantangan perlindungan anak juga semakin berkembang seiring tingginya aktivitas anak di ruang digital. Karena itu, gerakan perlindungan anak perlu mencakup lingkungan digital agar anak dapat menggunakan teknologi secara aman dan terhindar dari berbagai bentuk kekerasan maupun risiko yang mengancam tumbuh kembangnya.
Peringatan HAN di Majalengka turut diikuti ratusan anak dari berbagai kecamatan. Puluhan siswa sekolah dasar dan anak-anak PAUD juga mengikuti lomba melukis dan mewarnai di Gedung Majalengka Creative Center.
Selain itu, pelantikan Bunda Forum Anak Daerah tingkat kecamatan dan Forum Anak Remaja (FARA) menjadi bagian dari penguatan peran anak dalam pembangunan daerah. (eko/arf)