email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Minggu, 27 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Pemuda Majalengka Dinilai Makin Diam, Ketua KNPI: Bukan Dibungkam

by Eko Widiantoro
8 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Ketua Komite Nasional Pemuda Indonesia (KNPI) Kabupaten Majalengka Anto Febrianto menilai suara pemuda di daerahnya belakangan semakin jarang terdengar. Namun, menurutnya, kondisi itu bukan karena pemuda dibungkam, melainkan karena banyak anak muda semakin sibuk dengan dunianya sendiri.

Ketua KNPI Kabupaten Majalengka Anto Febrianto saat ditemui awak media usai kegiatan. (Foto: Eko Widiantoro)

Hal tersebut disampaikan Anto dalam Political Festival bertajuk “Bersuara Dalam Harmoni, Bersatu Dalam Melodi” yang digelar FISIP SEMA Universitas Majalengka bersama KNPI Kabupaten Majalengka di Auditorium Universitas Majalengka, Sabtu (8/8/2026).

“Betul, pemuda hari ini kebanyakan diam. Tapi diamnya ini bukan karena dibungkam,” kata Anto dalam sesi dialog.

Pernyataan itu disampaikan setelah salah satu peserta, Amelia, mempertanyakan minimnya suara dan gerakan pemuda dalam merespons berbagai persoalan di Kabupaten Majalengka.

Amelia menilai pemuda saat ini tidak banyak menyuarakan kondisi daerah. Ia juga mempertanyakan slogan pembangunan “Majalengka Langkung Sae” yang menjadi visi Pemerintah Kabupaten Majalengka.

“Pemuda itu sudah tidak banyak bersuara, pergerakan pemuda itu sudah tidak ada, malah kosong dengan kondisi Majalengka yang sekarang,” ujar Amelia.

Ia kemudian mempertanyakan apakah slogan “Majalengka Langkung Sae” benar-benar menggambarkan kondisi yang dirasakan masyarakat.

“Kalau bicara tentang slogan Bapak Bupati, ‘Majalengka Langkung Sae’, saya malah ingin menambahkan slogan tersebut di belakangnya dengan tanda tanya. Benarkah?” tanyanya kepada Anto.

Menanggapi hal tersebut, Anto menjelaskan bahwa istilah “Majalengka Langkung Sae” tidak dimaksudkan sebagai perbandingan antara pemerintahan saat ini dan pemerintahan sebelumnya.

BacaJuga :

Pameran Tunggal Malya Sasmaya Angkat Dialog Batik Madura di Surabaya

Kapolresta dan Wali Kota Malang Matangkan Deklarasi Ngalam Hebak

“Langkung Sae itu bukan berarti membandingkan pemerintahan sebelumnya dengan pemerintahan sekarang,” ujar Anto.

Menurut dia, slogan tersebut merupakan semangat untuk membawa Majalengka menuju kondisi yang lebih baik. Hal-hal yang sudah baik, kata dia, harus terus ditingkatkan melalui sebuah proses.

“Dari yang sebelumnya sudah baik, menjadi lebih baik. Dan untuk menjadi lebih baik itu butuh proses,” katanya.

Anto menegaskan proses pembangunan tidak dapat hanya mengandalkan pemerintah. Keterlibatan masyarakat, mahasiswa, dan pemuda dibutuhkan untuk memastikan pembangunan berjalan sekaligus menjadi kontrol terhadap kebijakan pemerintah.

“Untuk menjadi lebih baik ini tidak bisa berjalan sendiri. Harus ada support dari semua elemen, baik masyarakat umum, mahasiswa, dan semuanya,” ujarnya.

Di sisi lain, Anto mengakui kritik dari pemuda tetap dibutuhkan. Ia bahkan mendorong generasi muda Majalengka untuk aktif mengkritisi pemerintah, termasuk melalui media sosial.

Namun, ia mengingatkan kritik harus disertai fakta dan disampaikan dengan etika.

Menurut Anto, salah satu persoalan kepemudaan saat ini justru terletak pada perubahan pola interaksi. Ruang komunikasi semakin terbuka, tetapi banyak anak muda lebih memilih sibuk dengan aktivitas masing-masing.

“Coba sampai saat ini siapa yang dibungkam? Karena ini adalah sebuah perubahan zaman. Sebagai contoh, kalau nongkrong di kafe ada empat sampai lima orang, apa ngobrol? Tidak. Mereka main HP, sibuk dengan dunianya,” ungkapnya.

Kondisi tersebut, menurut Anto, menjadi tantangan bagi gerakan kepemudaan di Majalengka. Ia menilai kesempatan untuk menyampaikan pendapat sebenarnya tetap terbuka, tetapi keberanian untuk terlibat dalam persoalan publik perlu kembali diperkuat.

Karena itu, Anto meminta pemuda tidak sekadar menjadi penonton pembangunan. Ia mendorong pemuda mengambil peran sebagai kelompok kritis yang mampu menyampaikan kritik sekaligus menawarkan gagasan.

“Silakan pemuda mengkritik pemerintah di media sosial. Saya malah mengajak pemuda untuk kritis. Tapi dengan catatan menggunakan etika dan fakta-fakta yang ada,” tegasnya.

Political Festival tersebut menjadi ruang dialog antara generasi muda, mahasiswa, dan masyarakat untuk membahas politik, kepemudaan, serta arah pembangunan Majalengka.

Perdebatan mengenai “Majalengka Langkung Sae” dalam forum itu sekaligus menyoroti pertanyaan lebih luas: bagaimana pembangunan daerah dinilai dan sejauh mana pemuda mengambil peran dalam mengawalnya.

Bagi KNPI, kritik pemuda tetap dibutuhkan. Namun, kritik tersebut dinilai akan lebih berarti jika diikuti keterlibatan aktif dalam kehidupan sosial dan pembangunan daerah. (eko/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Kabupaten MajalengkaKNPIPemuda

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Pameran Tunggal Malya Sasmaya Angkat Dialog Batik Madura di Surabaya

Kapolresta dan Wali Kota Malang Matangkan Deklarasi Ngalam Hebak

Cium Merah Putih, Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Kembali ke Ibu Pertiwi

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Revitalisasi Sekolah di Blitar Disorot, LKGSAI Minta Pengawasan Diperketat

Kasus SMPN 18 Kota Malang, Ginanjar Ungkap Rantai Tanggung Jawab Pendidikan

Ngalam Hebak Digagas Kapolresta Malang Kota, Hanan: Semangatnya Malang Kabeh

Ada Beras Murah di Ngalam Hebak Besok, UMKM Siap Gerakkan Ekonomi Celaket

ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI

Deklarasi Ngalam Hebak 2026 Digelar Besok, Demy Bakal Guncang Celaket

Prev Next

POPULER HARI INI

SOR Baribis Majalengka Tetap Dibangun, Desain Digeser 20 Meter karena Sesar

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

BERITA LAINNYA

Pameran Tunggal Malya Sasmaya Angkat Dialog Batik Madura di Surabaya

Kapolresta dan Wali Kota Malang Matangkan Deklarasi Ngalam Hebak

Cium Merah Putih, Empat Anggota OPM Serahkan Senjata, Kembali ke Ibu Pertiwi

Tokoh Adat Perempuan Nduga Dorong Ketahanan Pangan Berbasis Lokal

Revitalisasi Sekolah di Blitar Disorot, LKGSAI Minta Pengawasan Diperketat

Kasus SMPN 18 Kota Malang, Ginanjar Ungkap Rantai Tanggung Jawab Pendidikan

Ngalam Hebak Digagas Kapolresta Malang Kota, Hanan: Semangatnya Malang Kabeh

Ada Beras Murah di Ngalam Hebak Besok, UMKM Siap Gerakkan Ekonomi Celaket

ROG AI Masterclass Kota Malang, Bekali Komunitas dan Profesional soal AI

Deklarasi Ngalam Hebak 2026 Digelar Besok, Demy Bakal Guncang Celaket

Prev Next

POPULER MINGGU INI

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Ramadan di Lapas Malang, Ratusan Warga Binaan Buka Puasa Bersama Keluarga

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved