JAVASATU.COM- TNI mulai menjaring talenta muda di bidang siber melalui Cyber Competition 2026 “Rise The Ranger II”. Kompetisi ini menjadi salah satu upaya TNI menemukan generasi muda yang memiliki kemampuan dan kompetensi untuk mendukung keamanan serta pertahanan negara di ruang digital.

Cyber Competition 2026 dibuka Komandan Satsiber TNI Brigjen TNI J.O. Sembiring di GOR A. Yani, Mabes TNI, Cilangkap, Jakarta Timur, Minggu (23/8/2026). Kegiatan tersebut digelar dalam rangka menyambut HUT ke-81 TNI.
“Cyber Competition ini menjadi salah satu wadah strategis untuk menemukan talenta-talenta muda yang mampu berkontribusi dalam menjaga keamanan dan pertahanan di ranah digital,” ujar J.O. Sembiring.
Menurut J.O. Sembiring, kebutuhan terhadap sumber daya manusia yang memiliki kemampuan siber semakin penting seiring meningkatnya tantangan keamanan di ruang digital. Karena itu, kompetisi tidak hanya diarahkan untuk menguji kemampuan teknis, tetapi juga membangun karakter, inovasi, dan kemampuan bekerja sama.
“Cyber Competition tahun 2026 bukan sekadar ajang lomba teknologi, melainkan juga sarana pembelajaran inovasi dan sinergi antara TNI, pemerintah, private sector, akademisi, media, dan komunitas siber,” katanya.
Tiga Materi Kompetisi
Cyber Competition 2026 mempertandingkan tiga materi, yakni Attack and Defence, Incident Response, dan Digital Forensic. Ketiga kategori tersebut dirancang untuk menguji kemampuan peserta dalam menghadapi berbagai tantangan keamanan siber.
J.O. Sembiring mengatakan kategori Digital Forensic menjadi materi baru dalam kompetisi tahun ini. Materi tersebut menguji kemampuan peserta dalam melakukan analisis dan investigasi terhadap bukti digital.
“Tahun ini ada materi yang baru juga, yang kita lihat belum pernah dilakukan di Indonesia. Kalau tahun lalu ada materi Hack The City, kali ini adalah materi Digital Forensic,” jelasnya.
TNI berharap kompetisi tersebut dapat menjadi pintu masuk bagi lahirnya talenta-talenta muda yang tidak hanya menguasai teknologi, tetapi juga memiliki integritas dan kesiapan menghadapi ancaman siber.
Selain menjaring talenta, Cyber Competition 2026 juga menjadi ruang untuk mempertemukan TNI dengan pemerintah, sektor swasta, akademisi, media, serta komunitas siber dalam memperkuat ekosistem keamanan digital Indonesia. (saf)