JAVASATU.COM- TNI menyiagakan 66.510 personel untuk membantu pemerintah mencegah dan menangani kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di berbagai wilayah Indonesia. Dari jumlah tersebut, 16.740 personel dikerahkan pada Jumat (21/8/2026) sesuai perkembangan situasi di lapangan.

Pengerahan personel dilakukan untuk mempercepat respons terhadap titik api, mencegah kebakaran meluas, serta mendukung keselamatan masyarakat dan kelestarian lingkungan.
“Pengerahan personel dilakukan sesuai kebutuhan dan perkembangan situasi di lapangan, dengan mengutamakan kecepatan respons dan efektivitas penanganan,” demikian keterangan Puspen TNI.
Dalam penanganannya, TNI berkoordinasi dengan Polri, pemerintah daerah, BPBD, pemadam kebakaran, Manggala Agni, serta unsur terkait lainnya. Personel diterjunkan untuk melakukan pemantauan, patroli, pemadaman, hingga pendinginan di lokasi terdampak.
Selain penanganan di lapangan, upaya pencegahan juga dilakukan dengan melibatkan masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap potensi karhutla.
“Sinergi dilakukan melalui kegiatan pemantauan, patroli, pemadaman, pendinginan dan langkah-langkah pencegahan, termasuk melibatkan masyarakat dalam menjaga wilayah dari potensi terjadinya karhutla,” ujar Puspen TNI.
TNI memastikan kekuatan personel dan dukungan sarana prasarana siap digerakkan mengikuti perkembangan situasi. Langkah tersebut menjadi bagian dari komitmen TNI membantu pemerintah dalam menghadapi bencana karhutla secara cepat dan terpadu. (saf)