email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 21 Agustus 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Makmun: Demokrasi Sehat Tak Cukup Sekadar Mencoblos

by Sudasir Al Ayyubi
21 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Demokrasi yang sehat tidak cukup hanya dengan pemungutan suara. Kompetisi gagasan dan ruang kontrol terhadap kekuasaan juga diperlukan agar masyarakat memiliki pilihan politik yang bermakna.

Makmun, M.Ag (tengah). (Foto: Ist)

Hal itu disampaikan Makmun, M.Ag., Sekretaris Umum MUI Kabupaten Gresik sekaligus Anggota KPU Gresik periode 2014-2024, dalam bedah buku bertema “Memperkuat Demokrasi, Mencerdaskan Pemilu” di Kantor KPU Kabupaten Gresik, Kamis (20/8/2026).

“Setuju versus tidak setuju itu demokrasi prosedural. Gagasan A versus gagasan B adalah pilihan yang bermakna,” ujar Makmun.

Dalam forum tersebut, Makmun membedah buku Pemilihan Calon Tunggal Kepala Daerah karya Utang Rosidin dkk. Ia menyoroti fenomena calon tunggal yang secara hukum diperbolehkan, tetapi tetap menyisakan pertanyaan dari perspektif kualitas demokrasi.

Menurutnya, keberadaan satu pasangan calon membuat kompetisi politik dan ruang adu gagasan menjadi terbatas. Karena itu, persoalan calon tunggal tidak semata-mata berkaitan dengan sah atau tidaknya proses pemilihan, tetapi juga bagaimana memastikan masyarakat tetap memiliki pilihan politik yang bermakna.

“Apakah pemilihan yang hanya menghadirkan satu pasangan calon masih dapat disebut sebagai kompetisi demokratis?” katanya.

Makmun menilai demokrasi tidak berhenti pada tersedianya surat suara dan pilihan setuju atau tidak setuju. Demokrasi juga membutuhkan kompetisi gagasan agar masyarakat dapat membandingkan visi, program, dan pilihan politik sebelum memberikan mandat.

Ia mencontohkan kondisi demokrasi lokal di Gresik. Menurutnya, ketika kontestasi hanya diikuti satu pasangan calon, ruang kontrol formal terhadap kekuasaan menjadi terbatas, meski proses tersebut tetap sah secara hukum.

“Seperti yang ada di Gresik ini, minim ruang kontrol kekuasaan karena memang hanya ada satu pasangan calon. Apakah tidak ada oposisi? Jawabannya ada. Namun, ada ruang kosong secara formal yang tidak ada, meskipun secara hukum ini sah dan legal,” ungkapnya.

Makmun mengatakan tantangan demokrasi ke depan bukan hanya memastikan pemilu tetap berlangsung, tetapi juga menciptakan ekosistem politik yang memungkinkan kompetisi gagasan dan kontrol terhadap kekuasaan berjalan sehat.

Dari Kotak Suara ke Kedaulatan Rakyat

Dalam sesi berikutnya, Makmun membahas buku Pemungutan, Penghitungan dan Rekapitulasi dalam Pemilu: Seri Filsafat Pemilu karya Prof. Dr. Teguh Prasetyo, S.H., M.Si.

Ia mengajak peserta melihat proses suara rakyat sejak diberikan di tempat pemungutan suara hingga menjadi mandat politik. Suara pemilih tidak berhenti sebagai angka, tetapi melewati tahapan pemungutan, penghitungan, rekapitulasi, hingga penetapan hasil pemilu.

“Kapan suara rakyat benar-benar menjadi kekuasaan?” tanya Makmun.

Ia menggambarkan proses tersebut sebagai perjalanan “dari ballot box menuju kedaulatan rakyat”. Menurutnya, kotak suara bukan sekadar tempat menyimpan surat suara, tetapi menjadi simbol kedaulatan rakyat dalam sistem demokrasi.

“Karena kotak suara bukan sekadar benda. Yang dijaga adalah kedaulatan yang berada di dalamnya,” tegasnya.

BacaJuga :

Gunadi Yuwono Mangkir Pemeriksaan, Pelapor Minta Polisi Pertimbangkan Penahanan

Damar Kurung vs Budaya Korea, Wabup Gresik Tantang DKG Gaet Anak Muda

Makmun juga menekankan pentingnya transparansi dalam setiap tahapan pemilu. Menurutnya, integritas pemilu tidak cukup hanya diklaim berlangsung jujur, tetapi harus dapat dibuktikan melalui proses yang terbuka dan dapat diperiksa masyarakat.

“Pemilu tidak cukup hanya jujur. Pemilu harus dapat dibuktikan jujur,” katanya.

Menurut Makmun, menjaga suara rakyat berarti menjaga kepercayaan masyarakat terhadap sistem demokrasi. Karena itu, proses pemilu harus memungkinkan masyarakat melihat prosesnya, memeriksa hasilnya, dan mempercayai keputusan yang dihasilkan.

“Rakyat harus dapat merasakan bahwa suara mereka benar-benar dihormati melalui proses yang dapat dilihat, hasil yang dapat diperiksa, dan keputusan yang pada akhirnya dapat dipercaya,” pungkasnya.

Kegiatan bedah buku tersebut turut dihadiri Anggota KPU Kabupaten Gresik Ahmad Bashiron dan Andri Agus Susilo. (bas/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: DemokrasiKabupaten Gresik

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Makmun: Demokrasi Sehat Tak Cukup Sekadar Mencoblos

Gunadi Yuwono Mangkir Pemeriksaan, Pelapor Minta Polisi Pertimbangkan Penahanan

Damar Kurung vs Budaya Korea, Wabup Gresik Tantang DKG Gaet Anak Muda

Mundur dari Festival Mbois 11, Can A Rock Soroti Polemik Mural Malang The Glory Land

Jangan Asal Berangkat! Calon PMI Gresik Diingatkan Soal Legalitas

Bakorwil Malang: Topeng Malang Jadi Energi Baru Ekonomi Kreatif

Haul ke-8 KH Moh Sabiq Abdullah, Ponpes Al-Karimi Gresik Kenang Jasa Sang Pengasuh

Maulid Nabi di Blitar, Warga Genengan Diajak Teladani Kesabaran Rasulullah

Tercebur Tambak Sedalam 7 Meter, Warga Menganti Gresik Ditemukan Tewas

Polemik Mural Malang The Glory Land, d’Kross Mundur dari Festival Mbois 11

Prev Next

POPULER HARI INI

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Polemik Mural Malang The Glory Land, d’Kross Mundur dari Festival Mbois 11

Maulid Nabi di Blitar, Warga Genengan Diajak Teladani Kesabaran Rasulullah

BLT DBHCHT Rp900 Ribu Cair di Gresik, 263 Warga Dukun Jadi Penerima

Tercebur Tambak Sedalam 7 Meter, Warga Menganti Gresik Ditemukan Tewas

BERITA LAINNYA

Makmun: Demokrasi Sehat Tak Cukup Sekadar Mencoblos

Gunadi Yuwono Mangkir Pemeriksaan, Pelapor Minta Polisi Pertimbangkan Penahanan

Damar Kurung vs Budaya Korea, Wabup Gresik Tantang DKG Gaet Anak Muda

Mundur dari Festival Mbois 11, Can A Rock Soroti Polemik Mural Malang The Glory Land

Jangan Asal Berangkat! Calon PMI Gresik Diingatkan Soal Legalitas

Bakorwil Malang: Topeng Malang Jadi Energi Baru Ekonomi Kreatif

Haul ke-8 KH Moh Sabiq Abdullah, Ponpes Al-Karimi Gresik Kenang Jasa Sang Pengasuh

Maulid Nabi di Blitar, Warga Genengan Diajak Teladani Kesabaran Rasulullah

Tercebur Tambak Sedalam 7 Meter, Warga Menganti Gresik Ditemukan Tewas

Polemik Mural Malang The Glory Land, d’Kross Mundur dari Festival Mbois 11

Prev Next

POPULER MINGGU INI

39 Warga Ciptomulyo Resah, Tanahnya Diklaim Aset Pemkot Malang

5 Kriteria Cat Tembok yang Bagus untuk Interior, Anti Jamur hingga Tahan Gesekan

Proyek Irigasi Molek Malang Rp99 Miliar Disorot, K3 dan Transparansi Dipertanyakan

Perjusa SD Sunan Giri Ngebruk Malang Latih Kemandirian Siswa di HUT ke-65 Pramuka

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved