JAVASATU.COM- Bupati Kediri Hanindhito Himawan Pramana, atau yang akrab disapa Mas Dhito, meminta para camat aktif memantau perubahan data kesejahteraan warga yang masuk dalam pengelompokan desil. Langkah ini dinilai penting untuk mencegah bantuan sosial (bansos) hingga layanan kesehatan gratis salah sasaran.

Permintaan tersebut disampaikan Mas Dhito saat bertemu camat dan kepala puskesmas se-Kabupaten Kediri, Senin (3/8/2026).
Ia menyoroti laporan warga yang mengalami ketidaksesuaian atau perubahan desil sehingga kehilangan hak atas bantuan yang seharusnya diterima, termasuk kepesertaan Penerima Bantuan Iuran Jaminan Kesehatan (PBI-JK).
“Banyak laporan yang masuk desilnya tertukar. Dampaknya orang yang seharusnya mendapatkan bantuan tidak mendapatkan bantuan,” kata Mas Dhito.
Menurut Mas Dhito, persoalan administrasi tidak boleh menjadi penghalang bagi warga yang memang membutuhkan bantuan, terutama dalam mendapatkan pelayanan kesehatan sebagai salah satu kebutuhan dasar masyarakat.
Ia menegaskan sektor kesehatan menjadi salah satu program prioritas Pemerintah Kabupaten Kediri.
Karena itu, peningkatan mutu pelayanan di berbagai fasilitas kesehatan terus didorong, termasuk pencapaian Universal Health Coverage (UHC) atau sistem penjaminan kesehatan bagi warga.
“Pelayanan kesehatan hati-hati betul, jangan sampai ada unsur apalagi anggapan bahwa kita abai,” ungkapnya.
Mas Dhito meminta pemerintah di tingkat kecamatan dan desa lebih proaktif mencermati kondisi warga di lapangan ketika terdapat perubahan data desil.
Menurutnya, data yang akurat menjadi dasar penting dalam menentukan kebijakan dan memastikan program pemerintah tepat sasaran.
“Data menjadi kata kunci dalam mengambil kebijakan walaupun sifatnya kita usulan. Usulan dari kita ke Kementerian Sosial kemudian Kementerian Sosial yang menentukan desilnya,” pungkasnya. (kur/arf)