JAVASATU.COM- Ikatan Keluarga Gunungkidul (IKG) kembali menggelar bakti sosial (baksos) dropping air untuk membantu warga terdampak kekeringan di Kabupaten Gunungkidul, Daerah Istimewa Yogyakarta (DIY). Melalui program IKG Peduli 2026, bantuan air bersih ditargetkan mencapai 2,5 juta liter dan didistribusikan ke 15 kapanewon.

Pelepasan armada tangki air dilakukan di Rumah Dinas Bupati Gunungkidul, Sabtu (29/8/2026). Kegiatan tersebut dipimpin Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih dan dihadiri jajaran Organisasi Perangkat Daerah (OPD), Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD), serta pengurus IKG.
“Bantuan ini merupakan hasil donasi dari warga IKG di Jabodetabek. Tahun ini kami menargetkan dropping air dapat mencapai sekitar 2,5 juta liter dan menjangkau 15 kapanewon di Gunungkidul,” ujar Ketua Panitia IKG Peduli 2026, Suyadi, Sabtu (29/8/2026).
Program tersebut kembali digelar di tengah puncak musim kemarau 2026. Bantuan diarahkan untuk memenuhi kebutuhan dasar warga yang mengalami kesulitan mendapatkan air bersih akibat kekeringan.
“Mungkin bantuan yang kami berikan belum mampu memenuhi seluruh kebutuhan warga yang terdampak kekeringan. Namun kami berharap bantuan ini dapat meringankan beban masyarakat sekaligus menguatkan ikhtiar bersama. Semoga musim kemarau segera berakhir,” katanya.
Ketua Umum IKG Saimo mengatakan program dropping air merupakan bentuk kepedulian warga Gunungkidul di perantauan terhadap masyarakat di daerah asal. Menurutnya, persoalan air bersih membutuhkan kepedulian yang diwujudkan melalui tindakan nyata.
“Air adalah kebutuhan dasar. Bagi masyarakat yang sedang menghadapi kekeringan, satu tangki air bisa berarti sangat besar bagi kehidupan mereka. Karena itu, kami tidak ingin hanya berbicara tentang kepedulian, tetapi hadir dan bergerak secara nyata,” ujar Saimo.
Saimo juga mengapresiasi warga IKG, donatur, panitia, Pemkab Gunungkidul, BPBD, pemerintah kapanewon dan kalurahan, relawan, serta pihak lain yang mendukung pelaksanaan program tersebut.
“Setiap donasi, sekecil apa pun, akan menjadi bagian dari aliran kebaikan yang sampai kepada mereka yang membutuhkan,” tambahnya.
Bupati Gunungkidul Endah Subekti Kuntariningsih mengapresiasi konsistensi IKG membantu masyarakat, terutama dalam menghadapi persoalan kekeringan. Menurutnya, bantuan tersebut tidak hanya berkaitan dengan pemenuhan kebutuhan air, tetapi juga menunjukkan kepedulian warga Gunungkidul di perantauan terhadap daerah asalnya.
“Bantuan ini bukan hanya tentang air yang dikirimkan, tetapi tentang cinta, kepedulian dan kebersamaan dari IKG kepada masyarakat Gunungkidul. IKG telah menunjukkan bahwa ikatan dengan tanah kelahiran ternyata tidak bisa terputus oleh apa pun,” kata Endah.
Ia menilai keterlibatan IKG menjadi bentuk gotong royong dalam membantu masyarakat yang terdampak kekeringan.
“Meskipun berada di berbagai tempat, ketika saudara-saudara dan masyarakat Gunungkidul membutuhkan, keluarga besar IKG hadir dan mengambil bagian,” ujarnya.
Pemkab Gunungkidul, kata Endah, akan terus memperkuat penyediaan akses air bersih secara berkelanjutan. Upaya tersebut membutuhkan kolaborasi pemerintah, organisasi kemasyarakatan, komunitas, relawan, dan masyarakat.
Sementara itu, Humas IKG Tarsih Ekaputra mengatakan dropping air merupakan bagian dari gerakan sosial IKG yang dilakukan secara berkelanjutan. Selain membantu warga Gunungkidul di daerah asal, IKG juga menjalankan berbagai kegiatan sosial bagi warga Gunungkidul di wilayah Jabodetabek.
“IKG ingin membangun gerakan sosial yang berkelanjutan. Baksos dan dropping air memang menjadi salah satu kegiatan rutin kami, tetapi kepedulian IKG jauh lebih luas,” kata Tarsih.
IKG juga membuka ruang kolaborasi dalam berbagai kegiatan kemanusiaan yang menyentuh masyarakat luas. Semangat tersebut dirangkum dalam gerakan IKG Sakjose.
“Semangat kami sederhana: ketika ada yang membutuhkan, kita bergerak bersama. IKG Sakjose bukan hanya slogan, tetapi semangat satu hati, satu tujuan dan satu kepedulian,” tegasnya. (arf)