email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Jumat, 16 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Irigasi Diperbaiki, Petani Ujungjaya Sumedang Targetkan Tiga Kali Panen, Berharap Air Lancar

by Eko Widiantoro
31 Agustus 2026

JAVASATU.COM- Ancaman gagal panen sempat membayangi petani di Desa Ujungjaya, Kecamatan Ujungjaya, Kabupaten Sumedang. Kerusakan Bendung Cariang membuat aliran air ke sejumlah lahan pertanian terganggu sehingga petani harus mencari cara agar tanaman padi tetap bertahan.

Pompa air pun menjadi andalan petani untuk mengatasi persoalan pengairan tersebut.

Ketua Gapoktan Desa Ujungjaya, H. Adung Priatna, melihat pembangunan jaringan irigasi di Ujungjaya, Sumedang. (Foto: Eko Widiantoro)

Kini, harapan baru muncul setelah petani mendapatkan bantuan Rehabilitasi Jaringan Irigasi Tersier (RJIT) dari Kementerian Pertanian. Bantuan itu menyasar sekitar 16 kelompok tani di Desa Ujungjaya, dengan anggaran rata-rata Rp100 juta untuk setiap kelompok.

Ketua Kelompok Tani Bhakti Usaha sekaligus Ketua Gabungan Kelompok Tani (Gapoktan) Desa Ujungjaya, H. Adung Priatna, mengatakan bantuan RJIT menjadi modal penting untuk mengembalikan fungsi jaringan irigasi di wilayah pertanian.

“Bantuan RJIT dari Kementerian untuk Ujungjaya ada 16 kelompok. Semuanya rata-rata mendapatkan anggaran sekitar Rp100 juta. Pengerjaannya dilakukan secara swakelola oleh masing-masing kelompok,” ujar Adung, Senin (31/8/2026).

Dengan jumlah tersebut, total anggaran yang dikelola 16 kelompok tani diperkirakan mencapai sekitar Rp1,6 miliar.

Sempat Cemas Sawah Tak Bisa Dipanen

Adung mengungkapkan, persoalan pengairan sebelumnya menjadi tantangan serius bagi petani. Kerusakan Bendung Cariang membuat sejumlah saluran irigasi tidak berfungsi optimal.

Di tengah kondisi tersebut, petani melakukan pompanisasi untuk menyelamatkan tanaman padi yang sudah terlanjur ditanam.

Desa Ujungjaya mendapat bantuan lebih dari 17 unit pompa. Sementara di tingkat Kecamatan Ujungjaya terdapat sekitar 36 unit pompa berukuran besar.

Pompa tersebut menjadi andalan ketika air irigasi tidak mampu mengalir secara normal.

Upaya itu membuahkan hasil. Tanaman padi yang semula diperkirakan sulit dipanen akhirnya berhasil diselamatkan.

“Alhamdulillah, tanaman padi yang tadinya diperkirakan tidak akan bisa dipanen, akhirnya seluruhnya berhasil dipanen berkat bantuan pompa,” katanya.

Bendung Cariang Diperbaiki, Petani Bidik 3 Kali Tanam

Saat ini, Bendung Cariang tengah dalam proses perbaikan. Petani berharap setelah bendung kembali normal, jaringan irigasi yang telah direhabilitasi juga sudah siap mengalirkan air hingga ke lahan pertanian.

“Ketika air dari Cariang kembali mengalir, irigasi sudah siap dan tinggal digunakan,” ujar Adung.

Menurut Adung, setiap kelompok tani saat ini mendapatkan penanganan jaringan irigasi sepanjang sekitar 100 meter. Ia berharap cakupan rehabilitasi tersebut dapat terus diperpanjang pada tahap berikutnya.

“Mudah-mudahan yang sekarang mendapatkan sekitar 100 meter bisa mendapat tambahan lagi untuk dilanjutkan ke depannya,” katanya.

Harapan petani bukan sekadar memastikan sawah kembali mendapatkan pasokan air. Mereka juga ingin produktivitas lahan meningkat.

Jika sebelumnya sebagian petani hanya mampu menanam padi dua kali dalam setahun, Adung berharap ketersediaan air yang lebih stabil dapat meningkatkan pola tanam menjadi tiga kali dalam setahun.

“Minimal bisa tiga kali tanam,” tegasnya.

Palawija Berpotensi Tambah Penghasilan

Dengan pasokan air yang lebih terjamin, lahan pertanian juga dapat dimanfaatkan untuk tanaman palawija pada sela musim tanam.

Mentimun hingga berbagai jenis kacang-kacangan menjadi pilihan yang berpotensi dikembangkan petani.

Bagi Adung, pola tanam tersebut bukan hanya berpotensi meningkatkan hasil pertanian, tetapi juga menggerakkan ekonomi masyarakat desa. Semakin banyak lahan yang digarap, semakin besar pula kebutuhan tenaga kerja.

“Palawija juga menyerap tenaga kerja. Jadi ada dampaknya terhadap UMKM, termasuk ibu-ibu yang sebelumnya tidak bekerja di pabrik bisa mendapatkan penghasilan,” ungkapnya.

Dengan demikian, perbaikan irigasi diharapkan tidak berhenti pada persoalan ketersediaan air untuk sawah. Infrastruktur tersebut juga diharapkan menjadi pemicu perputaran ekonomi baru di tengah masyarakat.

RJIT Dikerjakan Swakelola, Petani Terlibat

Pengerjaan RJIT dilakukan secara swakelola oleh masing-masing kelompok tani dan tidak diserahkan kepada pihak ketiga.

Petani dan masyarakat setempat dilibatkan dalam pengerjaan, termasuk sebagai tenaga kerja maupun tenaga ahli yang dibutuhkan.

Adung menegaskan, pola swakelola tersebut bukan semata-mata untuk mengejar efisiensi anggaran. Menurutnya, hal yang lebih penting adalah memastikan hasil pembangunan berkualitas dan mampu bertahan lama.

“Intinya bukan proyek untuk mencari keuntungan. Yang penting hasilnya bagus, kuat dan cukup. Dengan biaya sebesar itu harus menghasilkan pekerjaan yang bagus,” ujarnya.

Berdasarkan petunjuk dari Kementerian Pertanian, pengerjaan RJIT dapat berlangsung hingga Desember 2026. Namun, apabila kondisi di lapangan memungkinkan, masing-masing kelompok tani diperkirakan dapat menyelesaikan pekerjaan dalam waktu sekitar satu bulan.

Adung meminta seluruh pihak ikut menjaga agar proses rehabilitasi berjalan kondusif. Jika terdapat kekurangan dalam pekerjaan, ia mendorong masyarakat menyampaikannya melalui komunikasi dan musyawarah.

“Kalau ada yang kurang, bisa disampaikan. Kalau memang ada kekurangan, segera diperbaiki. Yang penting pembangunannya berjalan kondusif dan hasilnya dapat dimanfaatkan oleh para petani,” pungkasnya.

BacaJuga :

Bakorwil Malang: Panen Bawang Putih Wagir Disiapkan Jadi Benih

Pemerintah Siapkan Dua Skema Pengairan Atasi Kekeringan Sawah Gresik

Setelah sebelumnya harus berjibaku dengan pompa untuk menyelamatkan tanaman dari ancaman kekeringan, petani Ujungjaya kini menaruh harapan pada jaringan irigasi yang tengah dibangun.

Targetnya sederhana: air kembali lancar, sawah lebih produktif, dan pola tanam yang sebelumnya dua kali dapat ditingkatkan menjadi tiga kali dalam setahun. (eko/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: IrigasiKabupaten SumedangPertanianpetani

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

DPRD Majalengka Temukan Genteng Revitalisasi Sekolah Lebih Buruk dari yang Lama

LFI Sukabumi Ancam Turun ke Jalan, Desak Penindakan Prostitusi Online

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru, Sengketa Diarahkan ke Mediasi

Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Tangkap DC Pinjol, Uang Korban Dikembalikan

GRIB JAYA Dorong Tes Narkoba Massal Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Malang

Polres Malang Salurkan 30 Rombong UMKM untuk Aremania

Trans Jatim Koridor 2 Malang Tunggu Keputusan Provinsi, Titik Berangkat Diperdebatkan

SAE L’SIMA Ngajum Tanam Bibit Kopi, Libatkan Murid SD

Prev Next

POPULER HARI INI

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Kirab Budaya WBTb Gresik Meriah, 1.000 Bandeng Dibagikan Gratis ke Warga

Bupati Yani Ingatkan Ancaman Ekonomi Global saat Susun Pembangunan Gresik 2027

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

BERITA LAINNYA

DPRD Majalengka Temukan Genteng Revitalisasi Sekolah Lebih Buruk dari yang Lama

LFI Sukabumi Ancam Turun ke Jalan, Desak Penindakan Prostitusi Online

Laptop ASUS OLED Dua Layar 3K 120Hz, Seberapa Nyaman untuk Kerja Seharian?

Film Melawan Stigma Karya Herlambang Hashemi dari Malang Tembus Festival Internasional

DPRD Kabupaten Malang Godok Raperda Perlindungan Guru, Sengketa Diarahkan ke Mediasi

Quick Wins Kapolri, Polres Gresik Tangkap DC Pinjol, Uang Korban Dikembalikan

GRIB JAYA Dorong Tes Narkoba Massal Seluruh Anggota DPRD Kabupaten Malang

Polres Malang Salurkan 30 Rombong UMKM untuk Aremania

Trans Jatim Koridor 2 Malang Tunggu Keputusan Provinsi, Titik Berangkat Diperdebatkan

SAE L’SIMA Ngajum Tanam Bibit Kopi, Libatkan Murid SD

Prev Next

POPULER MINGGU INI

GIBM Targetkan Bentuk Pengurus hingga Kecamatan di Blitar Akhir 2026

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Bakti Ramadan Pramuka MA An-Nur Bululawang, Bersihkan Masjid hingga Bagi Takjil

Mahasiswa Unesa Angkat Kisah Wandu Ludruk Lewat Film Dokumenter ‘Panggung Wandu’

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved