JAVASATU.COM- Universitas Brawijaya (UB) mendorong pengembangan ekonomi kreatif berbasis pesantren melalui pelatihan membatik dan pengembangan motif Batik Pesantren di Pondok Pesantren Kanzun Najah, Dadaprejo, Kecamatan Junrejo, Kota Batu.

Pelatihan yang digelar pada Kamis (3/9/2026) tersebut merupakan bagian dari Program Doktor Mengabdi (DM) UB bertajuk Model Pemberdayaan Ekonomi Kreatif Berbasis Pesantren melalui Inovasi Batik Pesantren sebagai Penguatan Social and Economic Resilience Masyarakat Sekitar Pesantren.
Kegiatan diikuti 15 anggota aktif Koperasi Kanzun Najah Berkah. Selain meningkatkan keterampilan membatik, program ini diarahkan untuk mengembangkan motif yang memiliki identitas pesantren sekaligus membuka peluang usaha produktif.
Ketua Tim Doktor Mengabdi UB, Dr Mohamad Anas, S.Fil.I., M.Phil, mengatakan pesantren memiliki modal sosial dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif berkelanjutan.
“Pesantren memiliki modal sosial, nilai kebersamaan, dan sumber daya manusia yang dapat dikembangkan menjadi kekuatan ekonomi kreatif yang berkelanjutan,” ujar Mohamad Anas.
Menurutnya, pengembangan Batik Pesantren tidak sekadar menghasilkan produk kerajinan. Motif yang dibuat diharapkan mampu merepresentasikan identitas, tradisi, nilai keislaman, kehidupan santri, kearifan lokal, dan karakter Pondok Pesantren Kanzun Najah.
Pembukaan kegiatan juga diisi pengajian singkat oleh Pengasuh Pondok Pesantren Kanzun Najah, Gus Fathul Yasin. Ia menilai kegiatan pemberdayaan di lingkungan pesantren dapat menjadi sarana untuk mengembangkan keterampilan sekaligus memberikan manfaat bagi masyarakat.
“Pesantren bukan sekadar tempat berlangsungnya kegiatan pendidikan dan pemberdayaan masyarakat, tetapi juga ruang spiritual yang mempertemukan kegiatan belajar, bekerja, berkarya, dan beribadah,” kata Gus Fathul Yasin.
Ia berharap keterampilan membatik yang diperoleh peserta dapat memberikan manfaat ekonomi sekaligus menjadi bagian dari aktivitas yang bernilai kemaslahatan.
Pelatihan menghadirkan Aulya Rishmawati, profesional batik Malangan, sebagai pemateri sekaligus pelatih. Peserta mendapatkan materi mengenai dasar-dasar membatik, alat dan bahan, pembuatan desain, pencantingan, pewarnaan, pelorodan, hingga pemeriksaan mutu.
Peserta juga langsung mempraktikkan setiap tahapan dengan pendampingan Aulya dan Tim Doktor Mengabdi UB. Mereka belajar menggunakan canting, mengatur malam, menyusun komposisi motif, menerapkan warna, hingga menyelesaikan kain sesuai rancangan.
Dalam pengembangan motif, peserta diarahkan mengangkat unsur yang dekat dengan kehidupan pesantren dan karakter Kota Batu. Di antaranya arsitektur pondok, kaligrafi, aktivitas santri, simbol kebersamaan, flora lokal, serta nilai kemandirian dan kesederhanaan.
Pengembangan motif tersebut diharapkan membuat Batik Pesantren Kanzun Najah memiliki ciri khas yang kuat dan mudah dikenali. Batik juga diposisikan bukan hanya sebagai produk sandang, tetapi sebagai media untuk merepresentasikan nilai, identitas, dan kehidupan masyarakat.
Program tersebut sekaligus diarahkan untuk memperkuat Koperasi Kanzun Najah Berkah sebagai pengelola usaha bersama. Peningkatan keterampilan produksi dan pengembangan identitas produk diharapkan menjadi fondasi bagi pengembangan usaha Batik Pesantren.
Setelah praktik, peserta mempresentasikan hasil karya dan mengikuti evaluasi. Hasil pelatihan selanjutnya menjadi bahan pendampingan untuk penyempurnaan motif, standardisasi produksi, pengendalian kualitas, pengemasan, serta pemasaran.
Melalui Program Doktor Mengabdi, UB berupaya menghubungkan keahlian perguruan tinggi dengan kebutuhan masyarakat. Kolaborasi dengan Pondok Pesantren Kanzun Najah diharapkan dapat melahirkan model pemberdayaan ekonomi kreatif yang memperkuat kapasitas usaha sekaligus ketahanan sosial dan ekonomi masyarakat sekitar pesantren.
Pengembangan Batik Pesantren Kanzun Najah selanjutnya akan diarahkan pada penguatan desain, konsistensi mutu, kelembagaan usaha, pengemasan, promosi, dan perluasan akses pasar. (yon/arf)