JAVASATU.COM- Kota Malang memasang target tinggi pada Porprov Jawa Timur 2027 di Surabaya. Setelah sukses finis sebagai runner-up pada Porprov Jatim 2025, Kota Malang kini membidik Surabaya yang masih berada di posisi teratas klasemen sebagai sasaran berikutnya.

Wali Kota Malang Wahyu Hidayat mengakui upaya mengejar Surabaya bukan perkara mudah. Namun, ia menegaskan Kota Malang tidak ingin berhenti pada capaian runner-up dan akan terus memperkuat pembinaan atlet untuk memperkecil jarak dengan Surabaya.
“Memang untuk bisa mengalahkan Surabaya sulit, tapi bukan tidak mungkin. Upaya kita untuk bisa menyamai Surabaya ini akan kita lakukan,” kata Wahyu saat menjadi narasumber Podcast KONI Kota Malang bersama JAVASATU.COM, Selasa (8/9/2026).
Modal Kota Malang menuju Porprov Jatim 2027 cukup kuat. Pada Porprov Jatim 2025 yang digelar di Malang Raya, kontingen tuan rumah (Kota Malang) mencatat prestasi terbaik dengan meraih lebih dari 100 medali emas dan finis sebagai runner-up.
Capaian tersebut sekaligus menjadi rekor baru bagi Kota Malang.
“Alhamdulillah kita memecahkan rekor. Selama ini belum pernah Kota Malang mendapatkan medali di atas 100. Kita sudah mendapatkan medali emas di atas 100 dan ini sudah menjadi rekor luar biasa,” ujarnya.
Meski demikian, Wahyu menyebut Surabaya masih menjadi kekuatan yang harus dikejar. Selisih prestasi dengan Surabaya menjadi pekerjaan rumah sekaligus tantangan bagi Kota Malang menghadapi Porprov 2027.
“Kita jadi runner-up dan memang kita selisih dengan Kota Surabaya. Tetapi itu sudah menjadi suatu prestasi yang luar biasa,” katanya.
Menurut Wahyu, evaluasi dari Porprov 2025 akan menjadi dasar untuk menyusun strategi menuju Porprov 2027. Salah satu perhatian adalah sejumlah cabang olahraga yang selama ini masih kuat dikuasai atlet dari Surabaya.
“Itu bukan satu kelemahan bagi kita, malah jadi tantangan,” tutur Wahyu.
Selain prestasi pada Porprov 2025, Kota Malang memiliki basis atlet yang besar. Berdasarkan data Dispora Jawa Timur 2025 yang disampaikan dalam podcast, Kota Malang menjadi penyumbang atlet terbanyak dalam pemusatan latihan Jawa Timur dengan jumlah lebih dari 1.000 atlet.
Potensi tersebut menjadi salah satu modal untuk memperkuat kontingen Kota Malang pada Porprov Jatim 2027. Atlet-atlet yang masuk kualifikasi akan terus dipersiapkan untuk menghadapi persaingan di Surabaya.
“Kota Malang adalah kota pendidikan, juga banyak mereka-mereka yang berprestasi. Menurut pembinaan itulah, maka kita kirim mereka-mereka yang masuk kualifikasi untuk bisa kita proyeksikan mengikuti Porprov 2027 di Kota Surabaya,” katanya.
Untuk mengejar Surabaya, Pemkot Malang tidak hanya mengandalkan bonus atlet. Pemerintah juga menyiapkan penguatan sarana dan prasarana olahraga, pembinaan yang lebih intensif serta pelatih berkualitas.
“Kami tetap berencana untuk bisa meningkatkan, salah satunya dengan inisiatif yang kita berikan, ada bonus atlet. Tapi saya yakin teman-teman atlet ini tidak semata-mata akan mengejar bonus, tetapi prestasi yang nanti ditunjukkan,” ujarnya.
Wahyu menegaskan bonus hanya salah satu bentuk apresiasi. Menurut dia, keberlanjutan pembinaan menjadi faktor penting untuk menjaga dan meningkatkan prestasi atlet Kota Malang.
“Kami tidak hanya dengan bonus untuk menjaga prestasi, tetapi juga bagaimana melengkapi sarana-prasarana olahraga, melakukan pembinaannya lebih intensif, dan juga bisa mendatangkan mungkin pelatih-pelatih yang memang berkualitas,” katanya.
Strategi mengejar Surabaya juga akan melibatkan perangkat daerah di lingkungan Pemkot Malang. Wahyu berencana membagi tanggung jawab cabang olahraga kepada organisasi perangkat daerah (OPD) agar pembinaan memiliki pendampingan dan kesinambungan.
“Saya akan membagi tanggung jawab cabor-cabor ini di OPD-OPD, jadi agar mereka ada kesinambungan, ada tanggung jawab dari cabor kepada dinas-dinas yang menjadi tanggung jawabnya,” jelasnya.
Dukungan pemerintah tidak akan berhenti ketika Kota Malang tidak lagi menjadi tuan rumah. Pada Porprov Jatim 2027 di Surabaya, Pemkot Malang memastikan tetap mengawal dan memberikan dukungan kepada kontingen.
“Saya optimis nanti pada saat di Surabaya juga, semua yang sudah kita lakukan di Malang nanti kita akan tetap mendukung. Dari Pemerintah Kota Malang juga tetap akan ke sana,” katanya.
Wahyu meminta KONI Kota Malang bersama seluruh komunitas olahraga memanfaatkan waktu menuju Porprov 2027 untuk meningkatkan kualitas atlet. Menurutnya, persiapan harus dilakukan sejak jauh hari agar target mengejar Surabaya dapat diwujudkan.
“Tunjukkan kualitas atlet Kota Malang, tunjukkan prestasinya. Saya yakin dengan semangat, optimisme, dan apa yang dilakukan selama ini, saya akan yakin untuk mendapatkan hasil yang terbaik,” tegasnya.
Wahyu berharap keberhasilan menjadi runner-up pada Porprov Jatim 2025 tidak berhenti sebagai pencapaian, tetapi menjadi pijakan bagi Kota Malang untuk meningkatkan prestasi sekaligus memperkecil jarak dengan Surabaya pada Porprov Jatim 2027.
Dengan basis atlet yang besar, rekor lebih dari 100 medali emas pada Porprov 2025, penguatan fasilitas, pembinaan, pelatih serta dukungan lintas OPD, Kota Malang kini menatap persaingan di Surabaya dengan target yang lebih tinggi. (har/arf)