JAVASATU.COM- Badan Koordinasi Wilayah Pemerintahan dan Pembangunan (Bakorwil) III Malang mendorong penguatan pengawasan dan kolaborasi lintas sektor untuk melindungi anak serta generasi muda dari penyalahgunaan vape atau rokok elektronik.

Pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, pelaku usaha, dan masyarakat dinilai perlu bergerak bersama untuk mencegah anak dan remaja menjadi sasaran pasar maupun korban kemudahan akses, promosi, iklan, dan penggunaan vape.
Kepala Bakorwil III Malang Asep Kusdinar menyampaikan hal tersebut saat memberikan sambutan dalam Sosialisasi Surat Edaran Bersama Gubernur Jawa Timur, Kapolda Jawa Timur, dan Kepala BNNP Jawa Timur tentang Pembatasan dan Pengawasan Produksi, Distribusi, Jual Beli, Promosi, Iklan, dan Penggunaan Vape/Rokok Elektronik di Kota Malang, Selasa (8/9/2026).
“Generasi muda merupakan aset sekaligus masa depan bangsa. Karena itu, upaya untuk menciptakan lingkungan yang sehat, aman, dan terbebas dari penyalahgunaan narkotika harus menjadi tanggung jawab kita bersama,” tegas Asep.
Menurut Asep, ancaman penyalahgunaan narkotika tidak hanya menyangkut persoalan hukum dan keamanan. Dampaknya dapat meluas ke kesehatan, pendidikan, keluarga, produktivitas, hingga masa depan generasi muda.
Dalam konteks tersebut, penggunaan vape atau rokok elektronik perlu mendapat perhatian serius karena produknya semakin mudah ditemukan dan semakin dekat dengan kehidupan anak-anak serta remaja.
“Kita perlu memastikan bahwa anak-anak dan generasi muda tidak menjadi sasaran pasar maupun korban dari berbagai bentuk promosi, iklan, maupun kemudahan akses terhadap produk yang berpotensi memberikan dampak negatif bagi kesehatan dan membuka ruang bagi perilaku berisiko lainnya,” ujar Asep.
Asep menegaskan sosialisasi Surat Edaran Bersama tersebut tidak boleh berhenti pada penyampaian informasi. Kebijakan itu harus diterjemahkan menjadi kesadaran, komitmen, dan langkah nyata untuk memperkuat perlindungan masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda.
“Saya berharap kegiatan hari ini tidak berhenti pada penyampaian informasi mengenai Surat Edaran semata. Lebih dari itu, kegiatan ini hendaknya menjadi momentum untuk membangun kesadaran, komitmen, dan langkah nyata bersama dalam melindungi masyarakat, khususnya anak-anak dan generasi muda,” katanya.
Ia menilai perlindungan generasi muda harus dibangun melalui ekosistem yang saling menguatkan. Keluarga berperan memberikan edukasi dan pengawasan, sementara sekolah dan lingkungan pendidikan menjadi ruang strategis untuk membentuk karakter serta memberikan pemahaman mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan perilaku adiktif.
“Kita perlu membangun lingkungan yang mampu memberikan perlindungan kepada generasi muda, sekaligus memperkuat edukasi mengenai bahaya penyalahgunaan narkotika dan perilaku adiktif,” jelasnya.
Di sisi lain, pemerintah daerah bersama seluruh pemangku kepentingan perlu memperkuat koordinasi dan pengawasan sesuai kewenangan masing-masing. Asep menegaskan upaya tersebut tidak dapat dibebankan kepada satu pihak.
“Pembatasan dan pengawasan tidak dapat dilakukan oleh satu pihak saja. Dibutuhkan sinergi antara pemerintah, aparat penegak hukum, dunia pendidikan, keluarga, pelaku usaha, masyarakat, dan seluruh pemangku kepentingan,” ungkapnya.
Sebagai bagian dari fungsi koordinasi pemerintahan dan pembangunan di wilayah Jawa Timur, Bakorwil Malang menyatakan siap mendukung penguatan koordinasi lintas sektor dan sinergi antar-pemangku kepentingan di wilayah kerjanya.
“Bakorwil Malang pada prinsipnya siap mendukung penguatan koordinasi lintas sektor dan sinergi antar pemangku kepentingan di wilayah kerja Bakorwil Malang dalam rangka menciptakan lingkungan masyarakat yang aman, sehat, dan mendukung tumbuh kembang generasi muda,” tuturnya.
Asep berharap sinergi tersebut tidak hanya menghasilkan pemahaman bersama, tetapi juga memperkuat tindakan preventif dan pengawasan di lapangan.
Menurutnya, melindungi generasi muda bukan sekadar membatasi akses terhadap produk berisiko. Edukasi, keteladanan, pengawasan, serta dukungan keluarga dan masyarakat juga diperlukan untuk membangun lingkungan yang mampu membentengi anak dan remaja.
“Semoga ikhtiar dan sinergi yang kita lakukan hari ini dapat memberikan kontribusi nyata dalam menyelamatkan masyarakat, melindungi anak-anak dan generasi muda, serta mewujudkan Jawa Timur yang aman, sehat, produktif, dan berdaya saing,” pungkasnya. (wes/arf)