JAVASATU.COM- Sebanyak 25 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) memberikan edukasi kesehatan kepada warga lanjut usia (lansia) di RW 03 Asem Jajar, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Sabtu (6/9/2026).
Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FK UWKS. Edukasi mencakup manfaat paparan sinar matahari, aktivitas fisik dan keseimbangan lansia melalui Berg Balance Scale (BBS), serta pengenalan dan pencegahan hipertensi.

Mahasiswa baru didampingi Dwina Aulia Galih Pertiwi dan Windy Santika. Mereka juga mendapat pendampingan dari dosen Dr. Emillia Devi Dwi Rianti, S.Si., MT, Dr. dr. Indah Widyaningsih, M.Kes., AIFO-K., Sp.KKLP, dr. Novina Aryanti, Sp.PK., MHPE, serta analis laboratorium Winny Oktavianty, Amd Ak.
Ketua RW 03 Eddy Suwito bersama warga Asem Jajar mengikuti edukasi mengenai pentingnya paparan sinar matahari bagi lansia, aktivitas fisik untuk menjaga keseimbangan, serta upaya mengenali hipertensi sejak dini.
Dr. Emillia Devi Dwi Rianti menjelaskan paparan sinar matahari pagi dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D. Vitamin tersebut berperan dalam menjaga kepadatan tulang, kekuatan otot dan sistem imun lansia.
“Karena kulit lansia lebih tipis dan sensitif, sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi selama sekitar 10-15 menit pada area lengan atau kaki tanpa tabir surya. Tetap perhatikan kondisi cuaca dan hindari paparan di atas pukul 10.00,” papar Devi.
Selain paparan sinar matahari, aktivitas fisik menjadi perhatian dalam menjaga kemandirian lansia sekaligus menekan risiko jatuh. Dr. dr. Indah Widyaningsih mengenalkan Berg Balance Scale (BBS) sebagai salah satu metode untuk menilai keseimbangan lansia secara objektif.
“Tes ini terdiri dari 14 tugas fungsional, seperti duduk, berdiri, menjangkau, berputar, dan berjalan. Nilainya menggunakan skala 0 hingga 4 dengan skor maksimal 56. Hasil total skor digunakan untuk mengidentifikasi tingkat risiko jatuh,” jelas Indah.
Menurutnya, skor di bawah 45 menunjukkan risiko jatuh yang lebih tinggi, sedangkan skor 45-56 menunjukkan risiko yang lebih rendah. Hasil penilaian dapat menjadi panduan tenaga kesehatan dalam menyusun latihan keseimbangan yang aman dan sesuai kondisi lansia.
“Latihan yang dapat diberikan antara lain berdiri satu kaki, berjalan tumit-ujung, atau latihan kekuatan tungkai bawah,” ujarnya.
Edukasi juga diarahkan pada pencegahan hipertensi yang kerap tidak disadari karena dapat berkembang tanpa gejala jelas. dr. Novina Aryanti menjelaskan tekanan darah tinggi bukan bagian normal dari proses penuaan dan perlu dideteksi secara rutin.
“Hipertensi pada lansia merupakan langkah awal yang krusial untuk memahami bahwa tekanan darah tinggi bukanlah bagian normal dari penuaan, melainkan silent killer yang dapat merusak pembuluh darah otak, jantung, dan ginjal secara perlahan tanpa gejala jelas,” papar Novina.
Lansia juga diminta mengenali sejumlah faktor risiko hipertensi, seperti konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres dan kebiasaan merokok. Menurut Novina, pengendalian tekanan darah perlu dilakukan secara konsisten dengan pola hidup sehat dan pengobatan sesuai anjuran dokter.
“Lansia perlu diajarkan mengenali faktor risiko seperti konsumsi garam berlebihan, kurang gerak, stres, dan kebiasaan merokok, serta memahami bahwa menjaga tekanan darah tetap stabil, ideal di bawah 140/90 mmHg untuk lansia sesuai anjuran dokter, adalah investasi jangka panjang demi kemandirian dan kualitas hidup,” katanya.
Ia menambahkan, pola makan rendah garam dan tinggi serat, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai resep, serta aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi atau senam lansia dapat membantu menekan risiko komplikasi.
“Dengan menerapkan pola makan rendah garam dan tinggi serat, rutin minum obat sesuai resep tanpa putus, serta melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur seperti jalan pagi atau senam lansia, maka risiko komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Novina. (sir/arf)