email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Selasa, 8 September 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mahasiswa FK UWKS Edukasi Lansia Asem Jajar soal Sinar Matahari hingga Hipertensi

by Sudasir Al Ayyubi
8 September 2026

JAVASATU.COM- Sebanyak 25 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) memberikan edukasi kesehatan kepada warga lanjut usia (lansia) di RW 03 Asem Jajar, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Sabtu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FK UWKS. Edukasi mencakup manfaat paparan sinar matahari, aktivitas fisik dan keseimbangan lansia melalui Berg Balance Scale (BBS), serta pengenalan dan pencegahan hipertensi.

Foto: Ist

Mahasiswa baru didampingi Dwina Aulia Galih Pertiwi dan Windy Santika. Mereka juga mendapat pendampingan dari dosen Dr. Emillia Devi Dwi Rianti, S.Si., MT, Dr. dr. Indah Widyaningsih, M.Kes., AIFO-K., Sp.KKLP, dr. Novina Aryanti, Sp.PK., MHPE, serta analis laboratorium Winny Oktavianty, Amd Ak.

Ketua RW 03 Eddy Suwito bersama warga Asem Jajar mengikuti edukasi mengenai pentingnya paparan sinar matahari bagi lansia, aktivitas fisik untuk menjaga keseimbangan, serta upaya mengenali hipertensi sejak dini.

Dr. Emillia Devi Dwi Rianti menjelaskan paparan sinar matahari pagi dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D. Vitamin tersebut berperan dalam menjaga kepadatan tulang, kekuatan otot dan sistem imun lansia.

“Karena kulit lansia lebih tipis dan sensitif, sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi selama sekitar 10-15 menit pada area lengan atau kaki tanpa tabir surya. Tetap perhatikan kondisi cuaca dan hindari paparan di atas pukul 10.00,” papar Devi.

Selain paparan sinar matahari, aktivitas fisik menjadi perhatian dalam menjaga kemandirian lansia sekaligus menekan risiko jatuh. Dr. dr. Indah Widyaningsih mengenalkan Berg Balance Scale (BBS) sebagai salah satu metode untuk menilai keseimbangan lansia secara objektif.

“Tes ini terdiri dari 14 tugas fungsional, seperti duduk, berdiri, menjangkau, berputar, dan berjalan. Nilainya menggunakan skala 0 hingga 4 dengan skor maksimal 56. Hasil total skor digunakan untuk mengidentifikasi tingkat risiko jatuh,” jelas Indah.

Menurutnya, skor di bawah 45 menunjukkan risiko jatuh yang lebih tinggi, sedangkan skor 45-56 menunjukkan risiko yang lebih rendah. Hasil penilaian dapat menjadi panduan tenaga kesehatan dalam menyusun latihan keseimbangan yang aman dan sesuai kondisi lansia.

“Latihan yang dapat diberikan antara lain berdiri satu kaki, berjalan tumit-ujung, atau latihan kekuatan tungkai bawah,” ujarnya.

Edukasi juga diarahkan pada pencegahan hipertensi yang kerap tidak disadari karena dapat berkembang tanpa gejala jelas. dr. Novina Aryanti menjelaskan tekanan darah tinggi bukan bagian normal dari proses penuaan dan perlu dideteksi secara rutin.

“Hipertensi pada lansia merupakan langkah awal yang krusial untuk memahami bahwa tekanan darah tinggi bukanlah bagian normal dari penuaan, melainkan silent killer yang dapat merusak pembuluh darah otak, jantung, dan ginjal secara perlahan tanpa gejala jelas,” papar Novina.

Lansia juga diminta mengenali sejumlah faktor risiko hipertensi, seperti konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres dan kebiasaan merokok. Menurut Novina, pengendalian tekanan darah perlu dilakukan secara konsisten dengan pola hidup sehat dan pengobatan sesuai anjuran dokter.

“Lansia perlu diajarkan mengenali faktor risiko seperti konsumsi garam berlebihan, kurang gerak, stres, dan kebiasaan merokok, serta memahami bahwa menjaga tekanan darah tetap stabil, ideal di bawah 140/90 mmHg untuk lansia sesuai anjuran dokter, adalah investasi jangka panjang demi kemandirian dan kualitas hidup,” katanya.

BacaJuga :

Pelajar Jerman dan India Belajar Budaya Indonesia di SMK Al Ikhlash Gresik

UB Kembangkan Batik Pesantren di Kota Batu, Dorong Ekonomi Kreatif Santri

Ia menambahkan, pola makan rendah garam dan tinggi serat, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai resep, serta aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi atau senam lansia dapat membantu menekan risiko komplikasi.

“Dengan menerapkan pola makan rendah garam dan tinggi serat, rutin minum obat sesuai resep tanpa putus, serta melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur seperti jalan pagi atau senam lansia, maka risiko komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Novina. (sir/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: KesehtanaKota SurabayaLansiapendidikanUniversitas Wijaya Kusuma Surabaya

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Mahasiswa FK UWKS Edukasi Lansia Asem Jajar soal Sinar Matahari hingga Hipertensi

Studi APPRI: Peran Konsultan PR Makin Strategis, Klien Bidik ROI

Bakorwil Apresiasi Polres Malang Bongkar Penipuan Catut Nama Pemprov Jatim

Kemarau Bikin Lahan Kering, Warga Kabupaten Malang Diingatkan Tak Asal Bakar

Polres Gresik Raih Pelayanan Prima Nasional, 5 Personel Diganjar Penghargaan

Kapolres Malang Dorong HMI Jadi Mitra Jaga Kamtibmas

Dana Hibah KONI Kota Blitar Belum Cair, Ini Penjelasan Pemkot

Kapolresta Malang Kota Siapkan Buku Bahasa Walikan, Jaga Budaya Lokal

Sepekan, 1.770 Botol Miras Ilegal Disita di Kabupaten Malang

Komunitas Senior Se-Ide Bagikan Paket Buah dan Minuman untuk Pekerja Jalanan Jakarta

Prev Next

POPULER HARI INI

Baderhoods Wonosobo Didorong Ikut Promosikan Wisata Lewat Touring

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Jelang Lebaran, BRI Ingatkan Nasabah Waspada Penipuan Modus File APK

Ansor Tebuwung Tutup Ramadan dengan Khatmil Quran dan Aksi Sosial

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

BERITA LAINNYA

Mahasiswa FK UWKS Edukasi Lansia Asem Jajar soal Sinar Matahari hingga Hipertensi

Studi APPRI: Peran Konsultan PR Makin Strategis, Klien Bidik ROI

Bakorwil Apresiasi Polres Malang Bongkar Penipuan Catut Nama Pemprov Jatim

Kemarau Bikin Lahan Kering, Warga Kabupaten Malang Diingatkan Tak Asal Bakar

Polres Gresik Raih Pelayanan Prima Nasional, 5 Personel Diganjar Penghargaan

Kapolres Malang Dorong HMI Jadi Mitra Jaga Kamtibmas

Dana Hibah KONI Kota Blitar Belum Cair, Ini Penjelasan Pemkot

Kapolresta Malang Kota Siapkan Buku Bahasa Walikan, Jaga Budaya Lokal

Sepekan, 1.770 Botol Miras Ilegal Disita di Kabupaten Malang

Komunitas Senior Se-Ide Bagikan Paket Buah dan Minuman untuk Pekerja Jalanan Jakarta

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Warga Gerebek Rumah di Kalianget Wonosobo, Seorang Pria Diamankan

IPNU-IPPNU Tambakrejo Gresik Santuni Anak Yatim, Tutup Rangkaian Kegiatan Ramadan

Pemotor Tabrak Pejalan Kaki di Lawang Malang, Tiga Orang Terluka

Terlanjur Klik File APK Penipuan? Ini Langkah yang Disarankan BRI untuk Nasabah

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved