Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Mahasiswa FK UWKS Edukasi Lansia Asem Jajar soal Sinar Matahari hingga Hipertensi

Sudasir Al Ayyubi by Sudasir Al Ayyubi
8 September 2026
0

JAVASATU.COM- Sebanyak 25 mahasiswa baru Fakultas Kedokteran Universitas Wijaya Kusuma Surabaya (FK UWKS) memberikan edukasi kesehatan kepada warga lanjut usia (lansia) di RW 03 Asem Jajar, Kelurahan Tembok Dukuh, Kecamatan Bubutan, Surabaya, Sabtu (6/9/2026).

Kegiatan tersebut menjadi bagian dari Pengenalan Kehidupan Kampus bagi Mahasiswa Baru (PKKMB) FK UWKS. Edukasi mencakup manfaat paparan sinar matahari, aktivitas fisik dan keseimbangan lansia melalui Berg Balance Scale (BBS), serta pengenalan dan pencegahan hipertensi.

Foto: Ist

Mahasiswa baru didampingi Dwina Aulia Galih Pertiwi dan Windy Santika. Mereka juga mendapat pendampingan dari dosen Dr. Emillia Devi Dwi Rianti, S.Si., MT, Dr. dr. Indah Widyaningsih, M.Kes., AIFO-K., Sp.KKLP, dr. Novina Aryanti, Sp.PK., MHPE, serta analis laboratorium Winny Oktavianty, Amd Ak.

Ketua RW 03 Eddy Suwito bersama warga Asem Jajar mengikuti edukasi mengenai pentingnya paparan sinar matahari bagi lansia, aktivitas fisik untuk menjaga keseimbangan, serta upaya mengenali hipertensi sejak dini.

ADVERTISEMENT

Dr. Emillia Devi Dwi Rianti menjelaskan paparan sinar matahari pagi dapat membantu tubuh memproduksi vitamin D. Vitamin tersebut berperan dalam menjaga kepadatan tulang, kekuatan otot dan sistem imun lansia.

“Karena kulit lansia lebih tipis dan sensitif, sebaiknya dilakukan pada waktu yang tepat, yaitu antara pukul 07.00 hingga 09.00 pagi selama sekitar 10-15 menit pada area lengan atau kaki tanpa tabir surya. Tetap perhatikan kondisi cuaca dan hindari paparan di atas pukul 10.00,” papar Devi.

Selain paparan sinar matahari, aktivitas fisik menjadi perhatian dalam menjaga kemandirian lansia sekaligus menekan risiko jatuh. Dr. dr. Indah Widyaningsih mengenalkan Berg Balance Scale (BBS) sebagai salah satu metode untuk menilai keseimbangan lansia secara objektif.

“Tes ini terdiri dari 14 tugas fungsional, seperti duduk, berdiri, menjangkau, berputar, dan berjalan. Nilainya menggunakan skala 0 hingga 4 dengan skor maksimal 56. Hasil total skor digunakan untuk mengidentifikasi tingkat risiko jatuh,” jelas Indah.

Menurutnya, skor di bawah 45 menunjukkan risiko jatuh yang lebih tinggi, sedangkan skor 45-56 menunjukkan risiko yang lebih rendah. Hasil penilaian dapat menjadi panduan tenaga kesehatan dalam menyusun latihan keseimbangan yang aman dan sesuai kondisi lansia.

“Latihan yang dapat diberikan antara lain berdiri satu kaki, berjalan tumit-ujung, atau latihan kekuatan tungkai bawah,” ujarnya.

Edukasi juga diarahkan pada pencegahan hipertensi yang kerap tidak disadari karena dapat berkembang tanpa gejala jelas. dr. Novina Aryanti menjelaskan tekanan darah tinggi bukan bagian normal dari proses penuaan dan perlu dideteksi secara rutin.

“Hipertensi pada lansia merupakan langkah awal yang krusial untuk memahami bahwa tekanan darah tinggi bukanlah bagian normal dari penuaan, melainkan silent killer yang dapat merusak pembuluh darah otak, jantung, dan ginjal secara perlahan tanpa gejala jelas,” papar Novina.

Lansia juga diminta mengenali sejumlah faktor risiko hipertensi, seperti konsumsi garam berlebihan, kurang aktivitas fisik, stres dan kebiasaan merokok. Menurut Novina, pengendalian tekanan darah perlu dilakukan secara konsisten dengan pola hidup sehat dan pengobatan sesuai anjuran dokter.

“Lansia perlu diajarkan mengenali faktor risiko seperti konsumsi garam berlebihan, kurang gerak, stres, dan kebiasaan merokok, serta memahami bahwa menjaga tekanan darah tetap stabil, ideal di bawah 140/90 mmHg untuk lansia sesuai anjuran dokter, adalah investasi jangka panjang demi kemandirian dan kualitas hidup,” katanya.

Ia menambahkan, pola makan rendah garam dan tinggi serat, kepatuhan mengonsumsi obat sesuai resep, serta aktivitas fisik ringan seperti jalan pagi atau senam lansia dapat membantu menekan risiko komplikasi.

“Dengan menerapkan pola makan rendah garam dan tinggi serat, rutin minum obat sesuai resep tanpa putus, serta melakukan aktivitas fisik ringan secara teratur seperti jalan pagi atau senam lansia, maka risiko komplikasi serius seperti stroke, serangan jantung, atau gagal ginjal dapat ditekan secara signifikan,” pungkas Novina. (sir/arf)

Tags: KesehtanaKota SurabayaLansiapendidikanUniversitas Wijaya Kusuma Surabaya
Previous Post

Studi APPRI: Peran Konsultan PR Makin Strategis, Klien Bidik ROI

Next Post

Flashlight Mob UMM Gen 26 Libatkan 5.600 Maba, Tanpa Kertas dan Bebas Sampah

Related Posts

Hari Santri, YPP Al-Karimi Gresik Gelar Ziarah dan Kirab
Pendidikan

Hari Santri, YPP Al-Karimi Gresik Gelar Ziarah dan Kirab

21 Oktober 2026
UIBU Malang Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Entrepreneur Heppiee
Pendidikan

UIBU Malang Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Entrepreneur Heppiee

21 Oktober 2026
UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1
Pendidikan

UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1

21 Oktober 2026
MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2
Pendidikan

MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2

21 Oktober 2026
Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying
Pendidikan

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026
UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI
Pendidikan

UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI

17 Oktober 2026
Next Post
Flashlight Mob UMM Gen 26 Libatkan 5.600 Maba, Tanpa Kertas dan Bebas Sampah

Flashlight Mob UMM Gen 26 Libatkan 5.600 Maba, Tanpa Kertas dan Bebas Sampah

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri
  • Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah
  • HAIRUL Rilis Lagu “Dibuat Kamu”, Angkat Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Cegah Hoaks dan Kejahatan
  • Kejari Kabupaten Malang Tetapkan 6 Tersangka KUR Fiktif BRI, Kerugian Rp 2,7 Miliar
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com