email: javasatu888@gmail.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
Javasatu.com
Rabu, 7 Oktober 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tak Perlu ke Museum, Disdikbud Kota Malang Bawa Sejarah ke Sekolah

by Sugi Hartono
8 September 2026

JAVASATU.COM- Siswa SDN Bakalan Krajan 2, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tak perlu datang ke museum untuk belajar sejarah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang membawa pembelajaran sejarah langsung ke ruang kelas melalui program Museum Keliling.

Program tersebut mengenalkan siswa pada sejarah dan kebudayaan lokal, termasuk jejak peninggalan masa lampau yang masih berada di sekitar lingkungan mereka. Salah satunya Watu Lumpang dan Situs Linggayoni di kawasan Bakalan Krajan dan sekitarnya.

Situs Watu Lumpang dan Linggayoni dikenalkan kepada siswa SDN Bakalan Krajan 2, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Sugi Haryono/Javasatu.com)

Penanggung Jawab Museum Keliling Disdikbud Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi, mengatakan pembelajaran sejarah perlu didekatkan dengan lingkungan tempat tinggal siswa agar mereka memahami bahwa sejarah tidak hanya tersimpan di museum atau buku pelajaran.

“Karena di sini ada situs seperti Watu Lumpang, ada Situs Linggayoni juga yang di lingkungan sini masih ada di tempat. Jadi kita kenalkan kepada anak-anak supaya tetap mencintai wilayahnya, terutama di DAS Metro,” ujar Rakai, Selasa (8/9/2026).

Melalui Museum Keliling, siswa juga dikenalkan dengan jejak sejarah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Metro. Kawasan tersebut menyimpan tinggalan dari berbagai periode yang menunjukkan bahwa wilayah Malang telah menjadi ruang kehidupan masyarakat sejak masa lampau.

“Adik-adik bisa memahami bahwa wilayahnya itu punya nilai khusus pada masa lampau. Jadi peninggalan itu bisa digunakan sebagai simbol sekaligus nilai lokal setempat,” jelasnya.

Materi pembelajaran juga mencakup perkembangan kerajaan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Malang. Salah satunya Kerajaan Kanjuruhan yang keberadaannya antara lain diketahui melalui Prasasti Dinoyo I.

“Kalau dilihat dari Prasasti Dinoyo I, jelas kerajaannya Kanjuruhan,” katanya.

Namun, Rakai menjelaskan periode sejarah pada tinggalan yang berada di wilayah Sukun dan Bakalan Krajan tidak semuanya sama. Sejumlah peninggalan di kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan masa Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Mataram Kuno.

“Untuk peninggalan-peninggalan yang khusus di wilayah Sukun sama Bakalan Krajan itu masa Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Mataram Kuno yang ada,” ujarnya.

Menurut Rakai, pengenalan sejarah berdasarkan lokasi dan periode penting agar siswa memahami perjalanan sejarah Malang secara tepat dan tidak mencampuradukkan berbagai periode.

Selain membawa materi sejarah ke sekolah, Museum Keliling juga memperkenalkan Museum Mpu Purwa kepada siswa. Berbagai koleksi, seperti arca, prasasti dan benda tinggalan budaya, dikenalkan sebagai sumber untuk memahami perjalanan sejarah Kota Malang.

Dengan metode tersebut, siswa tidak hanya melihat benda-benda bersejarah sebagai koleksi museum. Mereka juga diajak memahami hubungan antara koleksi Museum Mpu Purwa dengan situs sejarah yang masih berada di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Juli Handayani, mengatakan Museum Keliling menjadi salah satu upaya membawa pembelajaran sejarah dan kebudayaan lebih dekat kepada siswa.

Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan dengan sejarah kerajaan dan kebudayaan lokal sejak dini, terutama tinggalan sejarah yang berada di sekitar lingkungan mereka.

BacaJuga :

AGP Gresik 2026 Dorong Guru Kuasai Coding dan AI

Indomobil Foton Serahkan Mobil Listrik ke Politeknik Cristo Re Maumere

Pembelajaran sejarah melalui program tersebut tidak diarahkan sebatas menghafal nama kerajaan, tahun maupun benda bersejarah. Siswa didorong memahami bahwa warisan budaya merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu dihargai dan dijaga.

“Pesan khususnya untuk adik-adik hari ini supaya bisa menghargai nilai lokal yang ada di wilayahnya,” pungkasnya.

Program Museum Keliling di SDN Bakalan Krajan 2 menjadi bagian dari upaya Disdikbud Kota Malang mendekatkan sejarah dan kebudayaan kepada pelajar. Dengan membawa pembelajaran keluar dari ruang museum, siswa dapat mengenali sejarah melalui koleksi museum sekaligus jejak peninggalan yang masih berada di lingkungan mereka.

Bagi siswa di kawasan DAS Metro, sejarah pun tidak hanya ditemukan dalam buku pelajaran atau ruang museum. Watu Lumpang dan Situs Linggayoni menjadi contoh bahwa jejak masa lalu masih berada dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. (har/arf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Disdikbud Kota MalangKota MalangMuseum Kelilingpendidikan

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

IPPNU Jatim dan BAZNAS Dorong Akses Pendidikan Pelajar Potensial

Denda Rp13,2 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan Kembali ke Negara

Musran Ansor Tebuwung, Khusnul Khuluq Terpilih Ketua

Wakapolres Gresik Cek Pelayanan Polsek Kebomas, Tekankan Layanan Humanis

Si Jago Merah Mengamuk di Kadipaten Majalengka, Tiga Ruko Terbakar

AGP Gresik 2026 Dorong Guru Kuasai Coding dan AI

BNPB Catat Karhutla di 6 Provinsi, 186 Hektare Lahan Gambut Ditangani

Kemarau Panjang Picu Kebakaran di Sumedang, Damkar Tambah Pos dan Armada

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

Kapolres Malang Cek MBG Prasmanan, Pastikan Makanan Siswa Aman

Prev Next

POPULER HARI INI

Masyarakat Spiritual Doakan Indonesia, Perkuat Budaya Jawa dari Malang

Si Jago Merah Mengamuk di Kadipaten Majalengka, Tiga Ruko Terbakar

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

BERITA LAINNYA

IPPNU Jatim dan BAZNAS Dorong Akses Pendidikan Pelajar Potensial

Denda Rp13,2 Triliun dan 259 Ribu Hektare Hutan Kembali ke Negara

Musran Ansor Tebuwung, Khusnul Khuluq Terpilih Ketua

Wakapolres Gresik Cek Pelayanan Polsek Kebomas, Tekankan Layanan Humanis

Si Jago Merah Mengamuk di Kadipaten Majalengka, Tiga Ruko Terbakar

AGP Gresik 2026 Dorong Guru Kuasai Coding dan AI

BNPB Catat Karhutla di 6 Provinsi, 186 Hektare Lahan Gambut Ditangani

Kemarau Panjang Picu Kebakaran di Sumedang, Damkar Tambah Pos dan Armada

OPINI: Membaca Ulang Makna Kekuasaan

Kapolres Malang Cek MBG Prasmanan, Pastikan Makanan Siswa Aman

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Pasar Bandeng Gresik 2026, Ikan Seberat 19 Kg Terjual Rp50 Juta, Ini Juaranya

Jelang Mudik Lebaran, Polres Malang Perketat Pengamanan Stasiun dan Terminal

Pramuka Ambalan KH Anwar Nur MA An-Nur Gelar Bakti Ramadan di Sumbersuko

Hujan Deras Picu Tanah Ambles di Tajinan Malang, Dapur Rumah Warga Rusak

Hiswana Migas Malang Pastikan Stok BBM dan LPG 3 Kg Aman Jelang Lebaran 2026

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion

© 2026 Javasatu. All Right Reserved