Javasatu.com
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
  • Home
  • Edusphere
  • Health On
  • Statecraft
  • Sportspace
  • Food Trip
  • Opinion
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tak Perlu ke Museum, Disdikbud Kota Malang Bawa Sejarah ke Sekolah

Sugi Hartono by Sugi Hartono
8 September 2026
0

JAVASATU.COM- Siswa SDN Bakalan Krajan 2, Kecamatan Sukun, Kota Malang, tak perlu datang ke museum untuk belajar sejarah. Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Disdikbud) Kota Malang membawa pembelajaran sejarah langsung ke ruang kelas melalui program Museum Keliling.

Program tersebut mengenalkan siswa pada sejarah dan kebudayaan lokal, termasuk jejak peninggalan masa lampau yang masih berada di sekitar lingkungan mereka. Salah satunya Watu Lumpang dan Situs Linggayoni di kawasan Bakalan Krajan dan sekitarnya.

Situs Watu Lumpang dan Linggayoni dikenalkan kepada siswa SDN Bakalan Krajan 2, Kecamatan Sukun, Kota Malang. (Foto: Sugi Haryono/Javasatu.com)

Penanggung Jawab Museum Keliling Disdikbud Kota Malang, Rakai Hino Galeswangi, mengatakan pembelajaran sejarah perlu didekatkan dengan lingkungan tempat tinggal siswa agar mereka memahami bahwa sejarah tidak hanya tersimpan di museum atau buku pelajaran.

“Karena di sini ada situs seperti Watu Lumpang, ada Situs Linggayoni juga yang di lingkungan sini masih ada di tempat. Jadi kita kenalkan kepada anak-anak supaya tetap mencintai wilayahnya, terutama di DAS Metro,” ujar Rakai, Selasa (8/9/2026).

ADVERTISEMENT

Melalui Museum Keliling, siswa juga dikenalkan dengan jejak sejarah kawasan Daerah Aliran Sungai (DAS) Metro. Kawasan tersebut menyimpan tinggalan dari berbagai periode yang menunjukkan bahwa wilayah Malang telah menjadi ruang kehidupan masyarakat sejak masa lampau.

“Adik-adik bisa memahami bahwa wilayahnya itu punya nilai khusus pada masa lampau. Jadi peninggalan itu bisa digunakan sebagai simbol sekaligus nilai lokal setempat,” jelasnya.

Materi pembelajaran juga mencakup perkembangan kerajaan yang memiliki keterkaitan dengan sejarah Malang. Salah satunya Kerajaan Kanjuruhan yang keberadaannya antara lain diketahui melalui Prasasti Dinoyo I.

“Kalau dilihat dari Prasasti Dinoyo I, jelas kerajaannya Kanjuruhan,” katanya.

Namun, Rakai menjelaskan periode sejarah pada tinggalan yang berada di wilayah Sukun dan Bakalan Krajan tidak semuanya sama. Sejumlah peninggalan di kawasan tersebut memiliki keterkaitan dengan masa Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Mataram Kuno.

“Untuk peninggalan-peninggalan yang khusus di wilayah Sukun sama Bakalan Krajan itu masa Kerajaan Singhasari dan Kerajaan Mataram Kuno yang ada,” ujarnya.

Menurut Rakai, pengenalan sejarah berdasarkan lokasi dan periode penting agar siswa memahami perjalanan sejarah Malang secara tepat dan tidak mencampuradukkan berbagai periode.

Selain membawa materi sejarah ke sekolah, Museum Keliling juga memperkenalkan Museum Mpu Purwa kepada siswa. Berbagai koleksi, seperti arca, prasasti dan benda tinggalan budaya, dikenalkan sebagai sumber untuk memahami perjalanan sejarah Kota Malang.

Dengan metode tersebut, siswa tidak hanya melihat benda-benda bersejarah sebagai koleksi museum. Mereka juga diajak memahami hubungan antara koleksi Museum Mpu Purwa dengan situs sejarah yang masih berada di tengah masyarakat.

Kepala Bidang Kebudayaan Disdikbud Kota Malang, Juli Handayani, mengatakan Museum Keliling menjadi salah satu upaya membawa pembelajaran sejarah dan kebudayaan lebih dekat kepada siswa.

Menurutnya, anak-anak perlu dikenalkan dengan sejarah kerajaan dan kebudayaan lokal sejak dini, terutama tinggalan sejarah yang berada di sekitar lingkungan mereka.

Pembelajaran sejarah melalui program tersebut tidak diarahkan sebatas menghafal nama kerajaan, tahun maupun benda bersejarah. Siswa didorong memahami bahwa warisan budaya merupakan bagian dari identitas daerah yang perlu dihargai dan dijaga.

“Pesan khususnya untuk adik-adik hari ini supaya bisa menghargai nilai lokal yang ada di wilayahnya,” pungkasnya.

Program Museum Keliling di SDN Bakalan Krajan 2 menjadi bagian dari upaya Disdikbud Kota Malang mendekatkan sejarah dan kebudayaan kepada pelajar. Dengan membawa pembelajaran keluar dari ruang museum, siswa dapat mengenali sejarah melalui koleksi museum sekaligus jejak peninggalan yang masih berada di lingkungan mereka.

Bagi siswa di kawasan DAS Metro, sejarah pun tidak hanya ditemukan dalam buku pelajaran atau ruang museum. Watu Lumpang dan Situs Linggayoni menjadi contoh bahwa jejak masa lalu masih berada dekat dengan kehidupan mereka sehari-hari. (har/arf)

Tags: Disdikbud Kota MalangKota MalangMuseum Kelilingpendidikan
Previous Post

Warga Bantur Kekurangan Air Bersih, Polres Malang Kirim 4.000 Liter

Next Post

Kelvin Arisudin dan Michael Purnomo Pimpin DPD GMNI Jawa Timur

Related Posts

Hari Santri, YPP Al-Karimi Gresik Gelar Ziarah dan Kirab
Pendidikan

Hari Santri, YPP Al-Karimi Gresik Gelar Ziarah dan Kirab

21 Oktober 2026
UIBU Malang Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Entrepreneur Heppiee
Pendidikan

UIBU Malang Sambut Mahasiswa Baru dengan Program Entrepreneur Heppiee

21 Oktober 2026
UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1
Pendidikan

UIBU Malang Buka Prodi Pendidikan Kepelatihan Olahraga S1

21 Oktober 2026
MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2
Pendidikan

MUI Kecamatan Gresik Buka Peluang Kerja Sama Pendidikan dengan SMA NU 2

21 Oktober 2026
Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying
Pendidikan

Kapolres Batu Ingatkan Siswa SMAN 2 Batu soal Narkoba dan Bullying

19 Oktober 2026
UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI
Pendidikan

UM dan MPR RI Teken MoU, Perkuat Peran Pustakawan di Era AI

17 Oktober 2026
Next Post
Kelvin Arisudin dan Michael Purnomo Pimpin DPD GMNI Jawa Timur

Kelvin Arisudin dan Michael Purnomo Pimpin DPD GMNI Jawa Timur

Tinggalkan Balasan Batalkan balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

Pos-pos Terbaru

  • Peziarah Makam Sunan Gresik Meningkat di Hari Santri
  • Danrem 083 Gagas Malang Kota Pejuang, Angkat Sejarah TRIP dan Laskar Sabilillah
  • HAIRUL Rilis Lagu “Dibuat Kamu”, Angkat Kisah Cinta Bertepuk Sebelah Tangan
  • Kapolresta Malang Kota Ajak Warga Cegah Hoaks dan Kejahatan
  • Kejari Kabupaten Malang Tetapkan 6 Tersangka KUR Fiktif BRI, Kerugian Rp 2,7 Miliar
  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Pedoman Siber
  • Perlindungan Wartawan
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Kebijakan Privasi

© 2026 - Javasatu.com

No Result
View All Result
  • Javastream

© 2026 - Javasatu.com