JAVASATU.COM- Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) Kabupaten Wonosobo menerima kunjungan peserta Studi Strategis Dalam Negeri (SSDN) Pendidikan Penyiapan dan Pemantapan Pimpinan Nasional (P4N) Angkatan LXX Tahun 2026. Kunjungan berlangsung di Pendopo Bupati Wonosobo dengan fokus menggali kebijakan dan implementasi ketahanan energi di daerah.

Rombongan terdiri dari 12 peserta yang berasal dari TNI Angkatan Darat, TNI Angkatan Udara, Polri, ASN, dan non-ASN. Rombongan dipimpin Laksma Dr. Dwi Hartono selaku Perwira Penghubung sekaligus Ketua Rombongan.
“Kami berharap para peserta P4N 70 memperoleh masukan dan informasi tentang ketahanan energi di Kabupaten Wonosobo. Besar harapan kami agar peserta dapat mengetahui kebijakan dan implementasi pemerintah daerah, termasuk permasalahan yang dihadapi, sehingga memiliki gambaran tentang tata kelola pemerintahan daerah terkait ketahanan energi. Kami sangat mengharapkan dukungan dan bantuan dari Bapak Bupati beserta jajaran,” ujar Laksma Dr. Dwi Hartono, Rabu (9/9/2026).
Dwi mengatakan SSDN P4N Angkatan LXX tidak hanya dilaksanakan di Wonosobo. Para peserta juga melakukan studi strategis di Kabupaten Banjarnegara, Kota Surakarta, dan Kabupaten Klaten, Jawa Tengah.
Menurutnya, kunjungan tersebut diharapkan menghasilkan kajian strategis sebagai bagian dari penugasan peserta. Ia juga menyampaikan apresiasi kepada Bupati Wonosobo beserta jajaran Forkopimda dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo yang telah menerima rombongan.
Bupati Wonosobo Afif Nurhidayat menyambut kedatangan peserta SSDN P4N Angkatan LXX Tahun 2026. Ia menilai kunjungan tersebut menjadi kesempatan bagi peserta untuk melihat secara langsung bagaimana kebijakan pembangunan diterapkan di daerah.
“Atas nama pribadi dan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, saya menyampaikan selamat datang. Tentunya merupakan kehormatan bagi kami dapat menerima Bapak/Ibu sekalian secara langsung sekaligus bersama-sama menyaksikan bagaimana kebijakan pembangunan diterjemahkan di daerah,” kata Bupati Afif.
Afif menegaskan pembangunan nasional tidak cukup dibahas dari sisi kebijakan. Implementasi kebijakan harus memperhatikan kondisi nyata di lapangan, potensi daerah, keterbatasan kewenangan pemerintah, serta kebutuhan masyarakat.
“Mudah-mudahan selama berada di Wonosobo, Bapak/Ibu tidak hanya mendapatkan informasi, tetapi juga melihat bagaimana kami mencoba menjawab persoalan pembangunan dengan kondisi dan kemampuan yang kami miliki,” ucapnya.
Dalam konteks ketahanan energi, Afif mengatakan Wonosobo memiliki sejumlah potensi energi, mulai panas bumi, sumber daya air, tenaga surya, biogas hingga mikrohidro.
Namun, menurutnya, tantangan pemerintah daerah bukan sekadar memanfaatkan potensi tersebut. Pengelolaannya harus dilakukan secara tepat dengan tetap menjaga kelestarian lingkungan, menciptakan nilai tambah, dan memberikan manfaat yang luas bagi masyarakat.
Arah kebijakan energi dan sumber daya alam di Wonosobo, kata Afif, ditempatkan pada tiga prinsip, yakni sesuai kewenangan, berkelanjutan, dan memberikan manfaat nyata bagi daerah.
“Jadi kita tidak hanya berbicara seberapa besar potensi energi yang dimiliki Wonosobo, tetapi juga melihat peran pemerintah daerah dan bagaimana potensi tersebut didorong menjadi manfaat nyata. Inilah fokus kami: dari kebijakan, kewenangan, hingga implementasi,” tegas Bupati Afif Nurhidayat.
Kunjungan SSDN P4N Angkatan LXX tersebut menjadi ruang pertukaran pengetahuan dan pengalaman antara peserta dengan Pemerintah Kabupaten Wonosobo, khususnya mengenai ketahanan energi dan tata kelola pemerintahan di tingkat daerah.
Melalui studi lapangan tersebut, peserta diharapkan memperoleh gambaran langsung mengenai tantangan, kebijakan, serta implementasi pengelolaan ketahanan energi di daerah sebagai bahan penyusunan kajian strategis. (wan/arf)