JAVASATU.COM- Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB) melaporkan banjir di Kota Subulussalam, Aceh, berdampak pada 342 rumah. Sementara itu, angin kencang merusak 31 rumah di Kabupaten Enrekang, Sulawesi Selatan, dan kebakaran lahan menghanguskan sekitar 1 hektare lahan di Kabupaten Luwu.

Laporan tersebut tercantum dalam pemutakhiran situasi dan penanganan bencana BNPB per Selasa (27/10/2026), berdasarkan kejadian dan perkembangan penanganan hingga pukul 07.00 WIB.
Banjir di Kota Subulussalam terjadi pada Sabtu (24/10) setelah hujan dengan intensitas tinggi memicu meluapnya Sungai Lae Souraya dan Sungai Rikit. Banjir merendam permukiman di tiga desa yang berada di dua kecamatan, yakni Desa Jabi-Jabi dan Desa Sigrun di Kecamatan Sultan Daulat serta Desa Suak Jampak di Kecamatan Rundeng.
BNPB mencatat sebanyak 342 kepala keluarga (KK) atau 342 unit rumah terdampak banjir. Hingga Senin (26/10), genangan masih ditemukan di permukiman warga.
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Subulussalam telah melakukan kaji cepat, pendataan, dan koordinasi dengan aparatur desa. Petugas juga memantau ketinggian muka air sungai untuk mengantisipasi kemungkinan banjir susulan.
Di Kabupaten Enrekang, hujan lebat disertai angin kencang pada Minggu (25/10) merusak bagian atap rumah warga. Kerusakan tersebar di Kelurahan Kalosi, Kelurahan Kambiolangi, Desa Taulo, dan Desa Bolang.
Sebanyak 31 KK atau 31 rumah terdampak. Warga melakukan evakuasi mandiri ke tempat yang lebih aman setelah kejadian.
BPBD Kabupaten Enrekang bersama aparat setempat dan masyarakat telah memeriksa rumah-rumah terdampak untuk mengidentifikasi tingkat kerusakan. Kondisi dilaporkan kondusif pada Senin (26/10) siang. Warga yang rumahnya mengalami kerusakan berat masih mengungsi di rumah kerabat, sedangkan warga dengan kerusakan ringan tetap tinggal di rumah masing-masing.
Sementara itu, kebakaran lahan terjadi di Desa Salu Induk, Kecamatan Bua Ponrang, Kabupaten Luwu, pada Senin (26/10) sekitar pukul 13.32 WITA. Api membakar lahan kosong seluas sekitar 1 hektare.
Kondisi lahan yang kering dan angin kencang membuat api cepat merambat. Tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut.
BPBD Kabupaten Luwu berkoordinasi dengan pihak terkait dan melakukan asesmen. Tim pemadam kebakaran bersama masyarakat setempat melakukan pemadaman dan pendinginan hingga api dinyatakan padam pada pukul 16.10 WITA.
BNPB mengimbau pemerintah daerah meningkatkan kesiapsiagaan dengan memantau informasi cuaca dari Badan Meteorologi, Klimatologi, dan Geofisika (BMKG), menyiagakan Tim Reaksi Cepat, serta memastikan kesiapan peralatan dan logistik kedaruratan.
Masyarakat yang tinggal di bantaran sungai dan kawasan rawan angin kencang diminta membersihkan saluran drainase, memangkas dahan pohon yang rapuh, serta memperkuat atap rumah.
Warga juga diimbau tidak membakar lahan sembarangan dan segera melapor kepada BPBD setempat jika menemukan potensi bencana. (dop/arf)






