JAVASATU.COM- Jumlah kejadian bencana di Kota Batu meningkat dari 73 kasus pada 2025 menjadi 122 kasus hingga November 2026.
Mengantisipasi ancaman bencana hidrometeorologi pada musim penghujan, Pemerintah Kota Batu bersama Forum Koordinasi Pimpinan Daerah (Forkopimda) menggelar Apel Gelar Pasukan Kesiapsiagaan Penanggulangan Bencana Hidrometeorologi 2026 di Lapangan Rest Area Jalibar, Desa Oro-Oro Ombo, Kecamatan Batu, Rabu (4/11/2026).

Sebanyak 150 personel gabungan dari berbagai instansi dan organisasi relawan mengikuti apel tersebut. Kegiatan ini digelar untuk memastikan kesiapan personel, sarana, dan prasarana dalam menghadapi potensi cuaca ekstrem serta bencana alam di wilayah Kota Batu.
Data kejadian bencana menunjukkan peningkatan dibandingkan tahun sebelumnya. Sepanjang 2025, tercatat 73 kejadian bencana yang terdiri dari 52 tanah longsor, 12 angin kencang dan pohon tumbang, serta sembilan banjir.
Sementara itu, hingga November 2026, jumlah kejadian meningkat menjadi 122 kasus. Rinciannya meliputi 52 tanah longsor, 39 angin kencang dan puting beliung, 20 kebakaran hutan dan lahan, serta 11 banjir.
Kapolres Batu Tekankan Lima Langkah Antisipasi
Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa yang bertindak sebagai pimpinan apel menegaskan, peningkatan jumlah bencana harus diikuti kesiapan sistem penanggulangan, koordinasi lintas instansi, dan keterlibatan masyarakat.
“Data peningkatan kejadian bencana yang kita miliki menegaskan bahwa ancaman bencana bukan hanya soal jumlah, tetapi soal kesiapan sistem, sinergi antar instansi, dan partisipasi aktif masyarakat,” tegas AKBP Panji saat membacakan amanatnya.
Untuk mengantisipasi risiko dan melindungi keselamatan warga serta infrastruktur vital, Kapolres menyampaikan lima langkah yang harus dilakukan seluruh pemangku kepentingan.
Pertama, memetakan wilayah rawan bencana secara terperinci hingga tingkat desa dan kelurahan, sekaligus mengaktifkan kembali program Desa Tangguh Bencana (Destana).
Kedua, melaksanakan mitigasi melalui langkah pencegahan sejak dini. Ketiga, memastikan kesiapan personel serta mengoptimalkan sarana dan prasarana agar dapat digunakan saat keadaan darurat.
Keempat, menggencarkan sosialisasi jalur evakuasi dan lokasi penampungan pengungsi yang aman, layak, serta terkoordinasi. Kelima, memperkuat koordinasi lintas sektor dengan memperjelas prosedur tetap (SOP) pembagian tugas dan membangun rantai komando yang responsif.
Dalam amanatnya, AKBP Panji juga mengajak seluruh unsur yang terlibat menyamakan persepsi dan langkah dalam menghadapi musim penghujan.
“Saya berharap melalui apel kesiapsiagaan ini, kita semua tidak hanya siap secara fisik dan peralatan, tetapi juga memiliki kesamaan persepsi, kecepatan bertindak, serta kepedulian yang tinggi. Mari kita niatkan tugas kemanusiaan ini sebagai pengabdian terbaik bagi masyarakat Kota Batu,” pungkasnya.
Apel tersebut dihadiri Wali Kota Batu H. Nurochman, Wakil Wali Kota Heli Sutanto, Dandim 0818 Malang-Batu Letkol Czi Bayu Nugroho, serta Kapolres Batu AKBP Panji Gedhe Prabawa.
Turut hadir pimpinan organisasi perangkat daerah (OPD), perwakilan Perhutani KPH Malang, BPBD, Dinas Perhubungan, Dinas Pemadam Kebakaran, Dinas Kesehatan, Dinas Sosial, Satpol PP, serta organisasi relawan yang terdiri dari ORARI, RAPI, Senkom, dan Tagana. (yon/arf)






