email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Kamis, 12 Februari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Ribuan Sapi di Pujon Kabupaten Malang Terindikasi PMK

by Agung Baskoro
3 Juni 2022

JAVASATU.COM-MALANG- Penyebaran penyakit mulut dan kuku (PMK) rupanya sulit untuk ditekan, bahkan di salah satu kecamatan di Kabupaten Malang sudah ribuan ekor sapi yang terjangkit wabah tersebut.

Muspika Pujon menggelar Rakor. (Foto: Istimewa)

Data yang dihimpun di lapangan menyebut, dari 1.545 ekor sapi, yang sudah terindikasi PMK sebanyak 1.255 ekor, dan itu terjadi di Kecamatan Pujon Kabupaten Malang.

Dari jumlah sapi yang sakit dan terindikasi PMK tersebut, sebanyak 83 ekor sapi tercatat telah mati. Rinciannya, 48 ekor sapi dewasa dan sebanyak 35 ekor sapi anakan.

Menyikapi hal tersebut, Muspika Pujon mengaku telah menggelar rapat koordinasi dalam rangka memonitoring pencegahan dan pengendalian PMK pada hewan ternak.

Hal tersebut dibenarkan Camat Pujon Akhmad Taufiq Juniarto, bahwa memang kurang lebih ada 1.500 sapi di wilayahnya yang terindikasi PMK. Namun dari laporan yang ia terima, juga diimbangi dengan tingkat kesembuhan.

“Kalau detilnya masih saya lihat datanya dulu. Kalau 1.500 an yang sakit memang sepertinya iya. Tapi bukan satu dusun atau desa. Sementara kalau populasi ternak sapi di sini (Pujon) itu banyak, sampai 21 ribu ekor. Kalau yang mati enggak sampai 100,” ujar Taufiq, Jumat (3/6/2022).

Sedangkan upaya penanganan dan pengendalian PMK, Taufiq menyebut, Muspika Pujon sudah menggelar rakor setidaknya sebanyak 3 kali, guna memastikan penanganan pada ternak yang terindikasi PMK.

BacaJuga :

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

“Kalau rakor Muspika (Pujon) kita kemarin sudah. Ini sebagai tindak lanjut, Anggota DPRD Kabupaten Malang bersama pihak Dinas Peternakan monitoring perkembangannya,” jelas Taufiq.

Sementara itu, jumlah sapi di Pujon yang terindikasi PMK tersebut masih belum dapat dipastikan. Pasalnya, data terakhir yang dihimpun Javasatu.com, pada 30 Mei 2022 lalu, total sapi di Kabupaten Malang yang terindikasi PMK ada sebanyak 1.696 ekor.

Terpisah, Plt Kepala Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan (DPKH) Kabupaten Malang, Nurcahyo menyebut bahwa jumlah itu ternyata masih belum keseluruhan. Sebab menurutnya, masih terdapat data yang belum terinventarisir dan belum dapat disampaikan.

“Data yang masuk ke kami, soalnya ada data yang di luar itu tidak bisa tersampaikan. Yang masuk di kami, itu sampai saat ini sudah sekitar 1.696,” ujar Nurcahyo, Senin (30/5/2022) lalu.

Nurcahyo menjelaskan, dari Jumlah 1.696 ekor sapi yang terindikasi PMK tersebut, paling banyak terdapat di wilayah Kecamatan Ngantang. Yakni ada sekitar 1.065 ekor sapi yang terindikasi PMK. Sedangkan total populasi sapi di wilayah tersebut mencapai 18.500 ekor. (Agb/Saf)

Bagikan ini:

  • Bagikan ke WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Bagikan ke X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Bagikan pada Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook
Tags: Dinas Peternakan dan Kesehatan Hewan Kabupaten MalangKecamatan PujonPenyakit Mulut dan KukuPMK Kabupaten Malang
ADVERTISEMENT

Tinggalkan BalasanBatalkan balasan

BERITA TERBARU

Sejumlah Cabor Keluhkan Anggaran Minim, Dukung Darmadi Pimpin KONI Kabupaten Malang

Selisih 4.000 Meter Persegi, Dugaan Mark Up Sewa Lahan WTP Kota Malang Terkuak

Pemkot Malang Dinilai Tak Bisa Tunjukkan Alas Hak Supit Urang-Pandanwangi

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

Bupati Gresik Ajak Perempuan Tentukan Arah Pembangunan di Musrenbang 2026

Gresik Jadi Tuan Rumah Pengukuran Kepuasan Layanan Digital Pemerintah

Siswa MI Al-Karimi Gresik Tasmi’ Juz 1 dan 2 Sekali Majelis

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

Musrenbang, Wabup Gresik Tegaskan Sinkronisasi Usulan Desa

Prev Next

POPULER HARI INI

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Pelatih Muda Malang Raya Digembleng Pelatih Nasional

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

BERITA LAINNYA

Agustina Faizin Resmi Pimpin Ansor Malaysia 2026-2031

TMMD 2026 di Blora Bangun Jalan dan Rehab RTLH

HPN 2026, Wali Kota Malang Terima Trofi Abyakta Kebudayaan dari PWI Pusat

HUT ke-6 JMSI, Soroti Gempuran AI dan Algoritma Medsos

HUT ke-18 Gerindra, DPC Kota Kediri Targetkan 7 Kursi DPRD di Pemilu Mendatang

Cak Imin Buka Puncak HPN 2026 di Banten, Tegaskan Pers Pilar Demokrasi

Sertijab Kodim Wonosobo, Sambut Kapten Masraniansyah Lepas Kapten Redo

Nabila Ellisa Rilis EP “GERD”, Angkat Luka Batin Lewat Lagu “Tanyaku”

Immersion by Lexus Pamerkan Karya Oliver Wihardja untuk Sibolga

H Saimo Pimpin IKG 2026-2031, RUAP Sahkah AD/ART Baru

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Kadispora Kabupaten Malang Buka Suara Terkait Penggeledahan Kejaksaan

DPRD Kabupaten Malang Tantang DPKPCK Tunjukkan Legalitas Syarat Tambahan Site Plan

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Stok Bapokting Kabupaten Malang Aman, Cabai Rawit Rp80 Ribu Jelang Ramadan

Sepak Bola Malang Raya Jalan di Tempat, Siapa yang Salah?

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved