JAVASATU.COM- Sebanyak 10 kepala daerah dari berbagai wilayah Indonesia dipastikan mengikuti tahap presentasi Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 yang digelar pada 8–9 Januari 2026 di Jakarta. Tahapan ini menjadi penentu akhir sebelum penganugerahan Trofi Abyakta pada puncak Hari Pers Nasional (HPN) 2026 di Banten, 9 Februari 2026.

Presentasi tersebut menguji pemahaman, inovasi, serta implementasi nyata para bupati dan wali kota dalam pemajuan kebudayaan daerah, sesuai proposal yang telah mereka ajukan kepada Persatuan Wartawan Indonesia (PWI) Pusat.
Direktur Anugerah Seni dan Kebudayaan PWI Pusat, Yusuf Susilo Hartono, mengatakan seluruh peserta lolos seleksi ketat Dewan Juri setelah melalui penilaian dokumen yang sangat komprehensif.
“Yang dinilai bukan hanya proposal, tetapi juga video kegiatan, PPKD, regulasi daerah, rekam jejak pemberitaan media, hingga dokumentasi foto. Total berkas bisa mencapai puluhan hingga ratusan halaman,” ujar Yusuf, Selasa (7/1/2026).
Menurut Yusuf, presentasi langsung di hadapan Dewan Juri diperlukan untuk memastikan keabsahan program, konsistensi kebijakan, serta dampak kebudayaan yang dirasakan masyarakat.
Daftar Dewan Juri Anugerah Kebudayaan PWI 2026
Dewan Juri AK PWI–HPN 2026 terdiri dari lima tokoh lintas disiplin, yakni:
- Dr. Nungki Kusumastuti (Dosen IKJ, penari, artis film)
- Agus Dermawan T. (Pengamat dan penulis seni budaya)
- Sudjiwo Tejo (Seniman dan budayawan)
- Akhmad Munir (Dirut LKBN Antara, Ketua Umum PWI Pusat 2025–2030)
- Yusuf Susilo Hartono (Wartawan senior, pelukis, penyair)
10 Kepala Daerah Peserta Presentasi
Kesepuluh peserta terdiri dari tiga wali kota dan tujuh bupati, yaitu:
- Wali Kota Malang Wahyu Hidayat
- Wali Kota Samarinda Andi Harun
- Wali Kota Mataram Mohan Roliskana
- Bupati Lampung Utara Hamartoni Ahadis
- Bupati Temanggung Agus Setiawan
- Bupati Manggarai Heribertus G. L. Nabit
- Bupati Blora Arief Rohman
- Bupati Labuhanbatu Maya Hasmita
- Bupati Manokwari Hermus Indou
- Bupati Padang Pariaman John Kenedy Azis
Tema Inklusif dan Berkelanjutan
Anugerah Kebudayaan PWI Pusat 2026 mengusung tema “Pemajuan Kebudayaan Daerah yang Inklusif dan Berkelanjutan Berbasis Media dan Pers.” Mayoritas peserta memilih subtema penguatan keragaman ekspresi budaya dan interaksi budaya yang inklusif.
Penilaian mengacu pada 10 Objek Pemajuan Kebudayaan sesuai UU Nomor 5 Tahun 2017, dengan fokus pada inovasi, keberlanjutan program, serta dampak lokal hingga global.
Kategori Baru: Wartawan dan Komunitas
Memasuki tahun ke-10, AK PWI Pusat menambahkan kategori “Wartawan dan Komunitas”. Kategori ini diberikan kepada insan pers dan komunitas budaya yang konsisten berkarya minimal 10 tahun dan berdampak luas.
Dewan Juri menetapkan tiga penerima penghargaan:
- Rahmi Hidayati (Tangerang Selatan), penggerak pengakuan kebaya sebagai Warisan Budaya Takbenda UNESCO.
- Seno Joko Suyono (Jakarta/Bekasi), penggagas Borobudur Writers and Cultural Festival.
- Henri Nurcahyo (Surabaya), penggerak komunitas Panji hingga tingkat Asia.
Ketiganya akan menerima Trofi Abyakta pada puncak HPN 2026 di Banten. (saf)