JAVASATU.COM- Sembilan orang tetap memasuki kawasan Puncak Batu Tulis, Desa Sumbersuko, Kecamatan Wagir, Kabupaten Malang, meski aktivitas pendakian masih dilarang karena kebakaran hutan dan lahan (karhutla), Selasa (29/9/2026). Pendakian religi tersebut berujung evakuasi setelah dua orang tertahan di Pos 4.

Dua pendaki yang tertahan yakni D (40) dan ayahnya K (60), warga Desa Banjararum, Kecamatan Singosari. D mengalami sakit perut dan sesak napas serta memiliki riwayat penyakit jantung. K yang dalam kondisi sehat memilih tetap mendampingi anaknya di Pos 4.
Kasihumas Polres Malang AKP Budiono mengatakan kondisi kawasan menjadi salah satu kendala dalam proses evakuasi. Pada malam hari, jalur pendakian masih berkabut dan terdapat asap sisa kebakaran.
“Keselamatan pendaki maupun petugas harus menjadi pertimbangan. Kondisi medan, cuaca dan jarak tempuh membuat proses evakuasi pada malam hari memiliki risiko,” ujar Budiono, Rabu (30/9/2026).
Sementara tujuh pendaki lainnya berhasil turun dan tiba di Posko Pendakian Mandiri Merkusi sekitar pukul 18.15 WIB. Mereka kemudian diperiksa tim medis Puskesmas Wagir dan seluruhnya dinyatakan sehat.
Untuk mengevakuasi D dan K, tim gabungan menyiapkan tandu, logistik dan obat-obatan. Petugas juga berkoordinasi dengan Basarnas, Puskesmas Wagir, Perhutani, Muspika Wagir serta relawan.
Evakuasi terhadap dua pendaki dilanjutkan pada Rabu pagi. Tim gabungan yang melibatkan Basarnas dan unsur terkait akhirnya berhasil membawa keduanya turun dalam kondisi selamat.
Budiono mengingatkan masyarakat untuk tidak memasuki kawasan pendakian sebelum kondisi dinyatakan aman dan aktivitas pendakian kembali dibuka.
“Jangan sampai niat melakukan kegiatan di kawasan pendakian justru membahayakan diri sendiri dan menyulitkan petugas. Masyarakat kami minta menunggu sampai kondisi dinyatakan aman dan pendakian dibuka kembali,” pungkasnya. (dop/arf)