email: javasatu888@gmail.com
  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI
Javasatu.com
Selasa, 27 Januari 2026
No Result
View All Result
Javasatu.com
No Result
View All Result

Tahan Guncangan, Rumah Adat Joglo Dinilai Lebih Kuat Hadapi Gempa

by Redaksi Javasatu
16 Juli 2019

JAVASATU.COM- Gempa bumi kerap meruntuhkan bangunan rumah modern, namun rumah adat justru terbukti lebih tahan terhadap guncangan. Hal ini terlihat dalam beberapa peristiwa bencana besar seperti di Palu dan Lombok, di mana ribuan rumah ambruk, tetapi beberapa rumah adat tetap berdiri.

Pelestari budaya Malang, Priambodo. (Foto: Ist)

Pelestari budaya Malang, Priambodo, menjelaskan bahwa rumah adat seperti Joglo dan semi-Joglo memiliki struktur yang dirancang ramah terhadap kondisi alam.

Ciri utamanya adalah empat tiang utama yang disebut Soko Guru, ditancapkan pada umpak (alas batu) dan diletakkan di atas batu bata merah dan pasir, menciptakan fleksibilitas saat terjadi guncangan.

“Struktur ini memungkinkan rumah bergerak mengikuti arah gempa, bukan melawan. Ini membuatnya lebih tahan,” ujar Priambodo, Selasa (16/7/2029).

Rumah adat juga menggunakan “blandar sunduk”, balok pengikat di atas tiang yang mengunci struktur, biasanya tanpa paku logam, melainkan dengan pantek bambu. Sistem ini dinilai lebih lentur dan tidak mudah patah seperti beton.

Praktisi kebencanaan Kabupaten Malang, Bagiyo Setiyono, membenarkan ketahanan rumah adat. Dari pengalamannya dalam evakuasi pascagempa, bangunan dengan model Soko Guru umumnya tidak roboh total, meski sebagian tiangnya patah.

“Bangunan semacam ini bisa jadi solusi di daerah rawan gempa seperti Malang Selatan. Ini bagian dari kearifan lokal yang perlu dihidupkan kembali,” katanya, Selasa (16/7/2019).

BacaJuga :

Lapas Malang Panen Kacang Tanah, Resmikan Toko Online PRIME L’SIMA

Demi Pelajar, Akses Jalan ke SMAN 1 Singosari Bakal Diperbaiki

Bagiyo yang juga Sekretaris BPBD Kabupaten Malang menekankan pentingnya edukasi kepada masyarakat tentang risiko bencana dan konsep bangunan aman gempa. Ia menyebut bahwa meski rumah adat dianggap kuno, konsep dasarnya bisa diterapkan dalam arsitektur modern.

“Tren sekarang bisa menggabungkan kekuatan model lama dengan bahan baru. Misalnya, tetap memakai sambungan tanpa paku, tapi menggunakan skrup fleksibel untuk struktur yang lebih tahan saat gempa,” ujarnya.

Dengan intensitas gempa yang makin sering, ia menilai pendekatan berbasis kearifan lokal bukan sekadar budaya, tapi bagian dari mitigasi bencana yang efektif. (Js)

Bagikan ini:

  • Klik untuk berbagi di WhatsApp(Membuka di jendela yang baru) WhatsApp
  • Klik untuk berbagi di X(Membuka di jendela yang baru) X
  • Klik untuk membagikan di Facebook(Membuka di jendela yang baru) Facebook

Menyukai ini:

Suka Memuat...
Tags: Gempa BumiRumah Adat JawaRumah Joglo

Comments 1

  1. Ping-balik: 534 Pangkalan Elpiji di Sulteng Disiagakan Saat Libur Tahun Baru - Nusa Daily

BERITA TERBARU

Gresik Raih UHC Madya, Menko PMK Tantang Naik Kelas Tahun Depan

Lapas Malang Panen Kacang Tanah, Resmikan Toko Online PRIME L’SIMA

LAKSI Tolak Usulan Polri di Bawah Kementerian

Komisi A DPRD Kota Malang Dalami Konflik Tanah Supit Urang dan Pandanwangi

Polresta Pati Kawal Aksi GERMAP di DPRD, Situasi Aman dan Kondusif

Natal Bersama BAMAG Gresik, Pemkab Tekankan Harmoni Antarumat Beragama

Dandim Blora Tinjau Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih, Target Selesai Akhir Januari 2026

Sinergi Polres-DPRD, Langkah Awal AKBP Ramadhan Jaga Kondusivitas Gresik

Dukung Komitmen Moral Kapolri, Analis Tegaskan Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Dulux Hadirkan “Rhythm of Blues™” 2026, Warna Biru untuk Ruang yang Lebih Tenang

Prev Next

POPULER HARI INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Pemkot Malang Serahkan Mobil Layanan Pajak Kendaraan Bermotor Pertama di Jatim

Dandim Blora Tinjau Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih, Target Selesai Akhir Januari 2026

Beragam Olahan Pangan & Non Pangan Berbahan Lidah Buaya dari Warga Banjararum Asri

Suami di Pujon Malang Diduga Bacok Istri Pakai Parang, Korban Jalani Perawatan Intensif

BERITA LAINNYA

LAKSI Tolak Usulan Polri di Bawah Kementerian

Polresta Pati Kawal Aksi GERMAP di DPRD, Situasi Aman dan Kondusif

Dandim Blora Tinjau Pembangunan Gerai Koperasi Merah Putih, Target Selesai Akhir Januari 2026

Dukung Komitmen Moral Kapolri, Analis Tegaskan Polri di Bawah Presiden Amanat Reformasi dan Konstitusi

Dulux Hadirkan “Rhythm of Blues™” 2026, Warna Biru untuk Ruang yang Lebih Tenang

TNI-Polri dan Pemkab Blora Perkuat Sinergi Lewat Launching SPPG Polres Blora 2

Analis Apresiasi Pidato Prabowo di WEF: Tegaskan Perdamaian dan Pembangunan Berkeadilan

OPINI: Kasus Keracunan MBG: Mengingatkan Kita pada Halal, Thayyib dan Tanggung Jawab Spiritual

Polrestabes Semarang Klarifikasi Viral Ambulans Dihentikan

Pererat Kebersamaan, Kodim 0721/Blora Gelar Family Gathering

Prev Next

POPULER MINGGU INI

Rute, Tarif dan Jam Operasional Trans Jatim Malang Raya

Puisi Esai Denny JA ‘Rahasia yang Dibawa Mati’

Singgih Cimeng Nyatakan Siap Maju Calon Ketua KONI Kabupaten Malang

Prof Ahmad Barizi Soroti “Erosi Epistemik” AI: Kebenaran dan Keilmuan Terancam

Sengketa Tanah Supit Urang Memanas, Warga Laporkan Pemkot Malang ke Polisi

  • Tentang Javasatu
  • Redaksi
  • Kebijakan Privasi
  • Pedoman Siber
  • Kode Perilaku Perusahaan
  • Perlindungan Wartawan

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

Welcome Back!

Login to your account below

Forgotten Password?

Retrieve your password

Please enter your username or email address to reset your password.

Log In

Add New Playlist

  • Beranda
  • PENDIDIKAN
  • KESEHATAN
  • EKONOMI
  • PEMERINTAHAN
  • POLITIK
  • HUKUM
  • OLAHRAGA
  • WISATA & KULINER
  • ESAI

© 2026 Javasatu. All Right Reserved

%d